Aplikasi KKM SD Kurikulum 2013

Posted on

Aplikasi KKM SD Kurikulum 2013  –  Setiap lembaga pendidikan sudah pasti memiliki acuan berupa sistem pembelajaran yang ingin digunakan. Sistem tersebut disebut dengan kurikulum. Indonesia sendiri sudah mengalami banyak sekali pembaharuan sistem pendidikan seperti KBK,  KTSP, Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2018 sampai 2021, dan mungkin nanti akan muncul Kurikulum terbaru yang berbasis teknologi.



Apapun itu kurikulum yang diberlakukan oleh sekolah, semuanya memiliki tujuan untuk menciptakan kondisi belajar yang lebih baik sehingga bisa menghasilkan siswa siswi yang berhasil di masa depan. Dalam kurikulum menyebutkan bahwa siswa dikatakan berhasil dalam pelajaran jika siswa tersebut dapat menguasai kompetensi yang sudah ditetapkan oleh guru sebelumnya.

Kompetensi tersebut dapat dijadikan sebagai Indikator untuk mengukur kemampuan dari hasil belajar peserta didik berupa Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM. Nah, pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai aplikasi KKM SD Kurikulum 2013 yang dapat digunakan untuk menilai KKM secara otomatis. Namun sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu informasi mengenai kriteria ketuntasan minimal tersebut.

Baca juga: SK Penetapan KKM Kurikulum 2013

Pengertian KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

Setiap guru membutuhkan tolak ukur yang tepat untuk memberikan penilaian terhadap hasil belajar siswa. Tolak ukur ini nantinya akan dijadikan sebagai standar atau batas minimal untuk mengukur capaian siswa. Pengertian KKM sendiri merupakan salah satu standar yang digunakan untuk menentukan kelulusan siswa yang menjadi prinsip penilaian untuk menerapkan kurikulum apapan yang bisa memberikan perkembangan secara signifikan terhadap pencapaian siswa.

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kurikulum SD merupakan  batas nilai terendah yang harus siswa dapatkan untuk bisa lulus atau naik kelas. Sedangkan nilai yang digunakan guru bisa dimulai dari 1 sampai 100 atau bisa juga 1 sampai 10. Guru harus menetapkan nilai KKM sebelum memasuki tahun ajaran baru, sehingga bisa memberitahukannya secara langsung kepada siswa sebelumnya.



Dengan adanya Kriteria Ketuntasan Minimal ini siswa yang sudah berhasil dapat melanjutkan proses belajar untuk meraih kompetensi yang selanjutnya. Namun jika siswa masih belum bisa menguasai kompetensi tersebut maka diharuskan untuk mengikuti remidial dengan mengulang pembelajaran kembali.

Prinsip Dasar KKM Kurikulum 2013 SD

Untuk menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal tentu tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Jika Anda merupakan seorang guru atau pendidik maka harus mempertimbangkan beberapa ketentuan seperti berikut ini:

  1. Menentukan KKM dengan Menggunakan Metode Kualitatif atau Kuantitatif

Dalam penerapan metode kualitatif, untuk menentukan KKM di sekolah akan dilakukan oleh profesional judgement dari tenaga kependidikan yang mempunyai persyaratan akademik atau memiliki pengalaman dalam mengajar di sekolah. Sementara untuk metode kuantitatif biasanya akan diterapkan oleh guru dengan menggunakan rentan angka yang sudah disepakati sebelumnya sesuai dengan penetapan kriteria.

  1. Menaganalisis Indikator Kurikulum 2013 dari Setiap Indikator

Tenaga pendidik atau guru yang akan menentukan KKM dari masing-masing kelas atau mata pelajaran diharuskan untuk melakukan analisis secara keseluruhan dengan mempertimbangkan komponen kompleksitas, daya dukung, dan intake dari peserta didik yang sesuai dengan standar kompetensi lulusan.

  1. KKM Setiap KD Merupakan Hasil Nilai Rata-Rata

Saat membuat KKM dari masing-masing pelajaran, guru diharuskan untuk memetakan terlebih dahulu kompetensi dasar yang ingin dijadikan sebagai acuan untuk menentukan kelulusan siswa. Hal ini berarti bahwa setiap KD bidang studi mempunyai KKM-nya sendiri. Hasil dari rata-rata KKM inilah yang nantinya akan menjadi Kriteria Ketuntasan Minimal mata pelajaran yang siswa ampu.

Cara Menentukan KKM Kurikulum 2013 SD

Jika Anda merupakan seorang guru SD tentunya harus hati-hati saat menetapkan KKM Kurikulum 2013 SD. Acuan kriteria ini tidak bisa dibuat sembarangan karena bisa berpengaruh terhadap siswa saat menempuh bangku pendidikan sekolah dasar. KKM dari semua satuan pendidikan diterapkan oleh hasil musyawarah dari guru mata pelajaran di sekolah yang mempunyai kriteria sama.



Pertimbangan pengajar dari forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKM) merupakan faktor pertimbangan yang paling utama untuk menentukan KKM SD. Perhitungan dalam menentukan KKM bisa dilakukan dengan mempertimbangkan 3 faktor penting seperti berikut ini:

  1. Tingkat Kompleksitas

Setiap indikator pembelajaran sudah pasti memiliki tingkat kerumitan dan kesulitan masing-masing sesuai dengan taraf tertentu. Perlu diketahui bahwa ada macam kompeleksitas indikator, yakni kompleksitas tinggi, sedang, dan rendah.

  1. Tingkat Daya Dukung

Apakah sekolah sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai seperti berikut ini:

  • Perpustakaan yang memadai
  • Laboratorium
  • Buku pelajaran
  • Media pembelajaran
  • Alat dan bahan yang lainnya

Selain beberapa daya dukung diatas, setiap sekolah juga wajib memiliki tenaga kependidikan yang memadai, biaya operasional, manajemen sekolah, visi, misi, tujuan, dan program sekolah yang sesuai dengan stakeholders.

  1. Tingkat Intake

Intake merupakan kompetensi awal dari siswa. Untuk menentukan intake dari seorang siswa kelas 1 SD bisa dilakukan dengan cara melihat rapornya ketika belajar di TK. Sementara untuk menerapkan KKM intake siswa kelas 5 SD bisa dilakukan dengan cara melihat daftar nilai rapor ketika mereka sedang belajar di kelas 4 SD, demikian seterusnya. Dengan mempertimbangkan kemampuan awal siswa kelas sebelumnya dengan melalui keterkaitan setiap indikator kompetensi tersebut.

Aplikasi KKM SD Kurikulum 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *