Contoh Bumdes Sukses Dan Gagal


Contoh Bumdes – Usaha BUMDes atau yang biasa disebut dengan (Badan Usaha Milik Desa) adalah jenis usaha yang dikelola dan diprioritaskan untuk perkembangan desa. Anggaran dana yang digunakan untuk usaha tersebut akan berikan langsung oleh pemerintah yang kemudian langsung diserahkan kepada masyarakat desa terkait.

BUMDes merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mengusahakan pembagian secara merata sehingga tidak akan ada lagi kesenjangan antara perkota dan pendesaan. Dengan membangun ekonomi pedesaan yang maju maka masyarakat diharapkan juga mempunyai kemandirian dalam memajukan desanya sendiri. Dengan demikian kita tidak akan lagi mengenal istilah desa tertinggal.

Contoh Bumdes Sukses Dan Gagal

BUMDes diharapkan bisa menghadirkan industri industri kreative yang dapat memberdayakan masyarakat desa tersebut. Dan kita tidak akan lagi mengenal masyarakat di pedesaan yang terpaksa merantau ke kota untuk mencari pekerjaan.

Desa merupakan sebuah wilayah yang paling kecil dalam tatanan pemerintahan di Indonesia. Desa sendiri dikenal mempunyai peradaban yang lokal dan primitif serta sangat kental dalam nilai nilai luhur dan budaya. Dilihat dari sini maka anda sudah bisa menjadi potensi. Dimana industri kreatif BUMDes bisa di dasari dari nilai yang selalu dipertahankan pastinya hal ini sangat berbeda dengan usaha waralaba.

Penilaian kampungan akan selalu melekat bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan, dimana teknologi dan informasi sangat sulit di akses. Akan tetapi hal ini tidak akan berlaku lagi ketika program BUMDes sudah mulai masuk. Dengan prakarsa dan ide ide yang kreatif bahkan beberapa BUMDes berikut ini dapat membuktikan bahwa usaha yang dijalankan oleh orang orang desa ternyata mampu meraih kesuksesan dan memberikan keuntungan yang sangat besar.

Baca juga: Indikator Keberhasilan Pembangunan Ekonomi

Jenis-Jenis Bisnis BUMDES

Sebelum membahas lebih jauh, kita disini akan membahas mengenai berbagai jenis bisnis yang ada di dalam BUMDes, yaitu:

Jenis-Jenis Bisnis BUMDES

  • Social Bussiness

Social bussiness merupakan jenis BUMDes yang fokus untuk menjalankan usaha sosial yang memberikan pelayanan kepada warga dan biasa disebut sebagai pelayanan public yang pada umumnya ditujukan untuk seluruh masyarakat.

Jenis bisnis yang satu ini tidak begitu fokus untuk mencari keuntungan karena memang pada dasarnya motif mereka adalah sosial. Jadi mereka nantinya akan benar-benar melayani masyarakat sepenuhnya tanpa terkecuali. Seperti misalnya dalam lumbung pangan, bisnis listrik desa, penyulingan air bersih, dan lain sebagainya.

  • Finansial Bussiness

keuangan bumdes

Sesuai namanya, BUMDes ini fokus dalam bisnis keuangan, yaitu dengan cara memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat desa. Badan bisnis desa ini tentu berbeda dengan Bank pada umumnya, karena mereka akan memberikan bunga yang jauh lebih rendah. Hal ini karena Bank Desa ini memang memiliki tujuan utama untuk membantu serta mensejahterakan kehidupan mayarakat. Contohnya adalah unit bisnis dana bergulir, Lembaga Keungan Mikro Desa, Bank Desa, dan lain sebagainya.

  • Renting

Renting merupakan salah satu jenis bisnis desa yang fokus dalam bidang penyewaan, yakni dengan memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat desa yang membutuhkan persewaan dengan upaya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Mungkin masalah sewa-menyewa lebih dikenal di area perkotaan, tetapi bisnis yang  satu ini ternyata sudah dijalankan sejak lama di pedesaan. Misalnya saja seperti persewaan traktor, penyewaan tanah, toko, rumah, gedung, perkakas pesta, dan lain sebagainya.

  • Brokering

Brokering dalam hal ini berarti sebagai perantara, jadi jenis BUMDes ini bisa disebut dengan lembaga perantara yang akan menjadi penghubung antara satu pihak dengan pihak lainnya dengan tujuan yang sama. Di desa yang biasa dikerjakan adalah menghubungkan antara komoditas pertanian dengan pasar. Hal ini memiliki tujuan supaya petani nantinya tidak mengalami kesulitan dalam mencari klien dan menjual hasil sawahnya.

Jenis usaha ini juga biasa disebut sebagai bisnis yang menjual pelayanan kepada warga dan beberapa usaha kecil di masyarakat. Seperti misalnya jasa pembayaran listrik, telepon, PAM, jasa untuk memperpanjang kendaraan bermotor dan lain sebagainya. Disamping itu, desa juga akan mendirikan pasar dengan tujuan untuk menampung berbagai produk dalam masyarakat untuk dijual ke pasar, seperti KUD dan lainnya.

  • Trading

Trading merupakan salah satu jenis BUMDes yang lebih memfokuskan binisnya untuk melakukan produksi dan berdagang di dalam sebuah pasar dengan skala luas untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Contohnya adalah pabrik asap cair, pabrik es, hasil peternakan, hasil pertanian, dan lain sebagainya.

  • Holding

Holding merupakan jenis badan bisnis yang biasa disebut sebagai usaha bersama. Usaha atau bisnis bersama disini berarti sebuah unit dari beberapa unit bisnis yang berada di desa, dimana setiap unit akan berdiri sendiri, namun sinerginya ditata oleh BUMDes supaya bisa tumbuh dan berkembang bersama.

Adapun contohnya adalah sebuah desa wisata yang mengordinir berbagai macam bisnis dari kelompok masyarakat seperti makanan, kerajinan, kesenian, sajian wisata, penginapan dan lain sebagainya.

  • Contracting

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kerja kontrak, jenis BUMDes ini merupakan binis kemitraan yang dijalankan oleh Unit bisnis dalam BUMDes menjalin kerjasama dengan Pemerintah Desa ataupun pihak lainnya. Contohnya adalah Pembangunan Sarpras seperti aspal jalan, dan lain sebagainya.

Prinsip-Prinsip BUMDES (Badan Usaha Milik Desa)

Prinsip-Prinsip BUMDES

 

BUMDes adalah sebuah badan usaha yang didirikan oleh masyarakat desa dengan menggunakan prinsip sebagai berikut:

  • BUMDes memiliki sifat terbuka, dimana seluruh warga masyarakat desa dapat mengakses semua kegiatannya.
  • BUMDes memiliki sifat sosial (social interpreunership), semata-semata tidak hanya mencari keuntungan.
  • BUMDes umumnya hanya akan dikelola oleh berbagai pihak independen. Pengelolanya disini tidak boleh dari unsur pemerintahan desa.
  • BUMDes tidak diperbolehkan untuk mengambil alih kegiatan masyarakat desa yang sudah berjalan, namun BUMDes disini akan mengkonsolidasikan untuk meningkatkan kualitas usaha mereka.

Manfaat BUMDES

Manfaat BUMDES

Secara garis besar BUMDes mempunyai 2 manfaat yaitu, komersil dan pelayanan publik.

  • Komersil

Sebagai lembaga komersil BUMDes bisa membuka ruang yang lebih luas untuk masyarakat dalam meningkatkan penghasilan dan  membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di desa. Para pemuda desa yang mempunyai potensi sudah pasti akan mendapatkan pekerjaan di desa sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi urbanisasi.

  • Pelayanan Publik

Selain bergerak dalam bidang usaha, BUMDes juga memiliki tujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan melalui kontribusinya dalam bidang pelayanan sosial. Seperti misalnya BUMDes Tirta Mandiri yang mempunyai program Satu Rumah Satu Sarjana, yaitu dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa atau mahasiswi di Desa Ponggok.

Baca juga: Pengertian Otonomi Daerah

Contoh BUMDES

Berikut ini adalah contoh usaha BUMDes yang telah sukses / berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Mari simak daftar selengkapnya.

contoh BUMDES

  1. BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok

Bada Usaha Milik Desa (BUMDes) yang memiliki nama Tirta Mandiri ini merupakan salah satu usaha yang digagas dalam bidang kepariwisataan. Lokasinya adalah di Provinsi Jawa Tengah lebih tepatnya di Desa Ponggok, BUMDes ini dinobatkan menjadi BUMDes yang terbaik.

Selain itu, BUMDes ini menjadi usaha yang mempunyai omset mencapai 10.36 Milyar dengan Laba Bersih 6,5 Milyar dan hal ini termasuk usaha menengah. Sangat mencengangkan bukan. Bahkan sekarang ini BUMDest Tirta Mandiri sudah berhasil untuk mengembangkan usahanya dengan mindirikan minimarket dan juga rumah makan tenda. Sebelumnya usaha yang mereka rintis hanya berawal dari wisata air yakni kolam renang.

Akan tetapi, animo masyarakat yang tertarik untuk berkunjung sangat luar biasa. Yakni ada sekitar 600 pengunjung pada hari biasa dan akan meningkat sampai 2 kali lipat lebih selama masa liburan dan ketika weekend yaitu mencapai 1.500 pengunjung. Suatu capaian yang sangat luar biasa dan hal ini menunjukkan bahwa desa juga mempunyai potensi  untuk mampu bersaing dengan daerah perkotaan yang notabene jauh lebih maju.

Kunci keberhasilan dari Desa Ponggok dalam menghasilkan BUMDes yang akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakatnya tentu saja patut ditiru. Khususnya bagi desa desa lain yang akan mulai untuk membuka usaha BUMDes nya.

  1. BUMDes Multianggaluku Mandiri Desa Kalukubula

Walaupun tidak mempunyai keuntungan sefantastis Desa Ponggok tetapi keberadaan BUMDes Multianggaluku Mandiri di Desa Kalukubula Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi tengah ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Usaha toko penyaluran barang barang bersubsidi dari pemerintah tentu akan sangat masyarakat untuk dapat menikmatinya secara merata kualitas dan kemampuan hidup mereka akan menjadi terjamin.

Dengan modal sekitar 35 juta dari dana desa BUMDes menjadi penyalur subsidi pemerintah seperti beras, gas elpiji dan bawang merah. Animo  masyarakat yang tertarik untuk berkunjung sangat luar biasa sehingga BUMDes ini ramai dikunjungi dan barang-barang yang ada didalam toko selalu habis terjual. Walaupun demikian jumlah keuntungan yang didapatkan hanya sekitar 4 juta perbulannya.

Namun hal tersebut sebenarnya tidak menjadi hambatan untuk  membuka jenis usaha yang lainnya dari hasil keuntungan tersebut. Tidak lama lagi rencananya akan membuka warung kopi yang memiliki akses internet. Hal sekaligus untuk mewadahi masyarakat terutama ibu ibu yang mempunyai keahlian dalam membuat kue bisa menjajalkannya disini.

  1. BUMDes Desa Cibodas

Desa Cibodas merupakan sebuah desa yang berada di provinsi Jawa barat. Walaupun disebut dengan desa, tetapi jika dilihat seksama kehidupan masyarakat di desa ini hampir sama dengan daerah perkotaan. Sebagai indikatornya adalah banyak sekali tempat wisata yang menjadi pusat kunjungan wisatawan entah lokal ataupun mancanegara.

Tetapi hal yang tidak akan kita jumpai di daerah perkotaan tetapi selalu ada di cibodas yaitu gotong royong dan kerjasama antar masyarakatnya. Karena adanya kegiatan gotong royong inilah BUMDes yang bergerak dalam bidang penyaluran air bersih akan berdampak baik bagi kehidupan masyarakatnya. Air yang menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan akan muda untuk didapatkan.

Bahkan BUMDes Cibodas sudah mempunyai sekitar 3.200 konsumen bisa merasakan pelayananya. Hal seperti ini harus patut ditiru oleh desa yang lain. Ini dikarena BUMDes tidak hanya akan memberikan keuntungan dalam hal finansial saja, tetapi juga akan memberikan dampak dan aspek yang sangat bermanfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat saat itu bahkan sampai anak cucu.

  1. BUMDes Desa Tirtonirmala Bantul

Desa Tirtonirmolo kabupaten Bantul Jawa Tengah adalah daftar usaha BUMDes berikutnya yang sudah berhasil. Bergerak dalam bidang simpan pinjam BUMDesi ini dapat menghasilkan keuntungan sampai 8.7 milyar. Dan sekaligus juga menempatkannya pada posisi yang kedua BUMDes dengan omset yang paling besar di Indonesi selama periode 2016. Kegiatan simpan pinjam tersebut berguna untuk membantu dalam perekonomian masyarakat didesa untuk lebih maju dan berkembang bersama.

Bunga yang diberikan dari pinjaman melalui BUMDes memang tidak akan sebesar bunga pinjaman yang diberikan oleh pihak bank. Dengan demikian maka akan sangat meringankan beban para peminjamnya. Disamping itu, karena dikelola oleh masyarakat dan kembali lagi ke masyarakat maka dalam pengelolaanya akan bersifat jauh lebih fleksibel. Semua persyaratan dan anggunan yang  telah dijukan juga tidak serumit ketika mengajukan pinjaman kepada pihak bank. Beberapa kemudahan tentu hanya bisa mereka nikmati dengan adanya BUMDes.

  1. BUMDes Karya Jaya Abadi Desa Amin Jaya

Sebagai bukti keberhasilan BUMDes Karya Jaya Abadi Desa Amin Jaya Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimatan Tengah, telah berhasil memperkuat diri menjadi BUMDes dengan predikat paling kreatif di tingkat nasional. Keberhasilan di diperoleh BUMDes Karya Jaya Mandiri dinilai sangat aktif, inovatif dan mempunyai langkah yang berani dalam menyejahterakan kehidupan masyarakat didesanya. Dengan modal awal 30 juta yang didapatkan dari dana desa digunakan untuk perbaikan akses jalan menuju perkebunan warga.

Dengan demikian hal ini akan memudahkan warga untuk pulang dan pergi serta mengangkut hasil panen tidak membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi, sering dengan berjalannya waktu BUMDes ini telah mengalami perkembangan. Pada tahun 2015 memperoleh tambahan modal sebesar 180.000.00 yang dipakai untuk membuka usaha paving blok. Sementara pada tahun 2016 lalu memperoleh tambahan dana 170.000.000 yang dipakai untuk unit usaha jual beli TBS (Tandan buah segar). Sehingga pertani akan terhindar dari tengkulak yang dapat mempermainkan harga.

BUMDes Desa Cibodas

Diatas adalah beberapa contoh usaha BUMDes yang sudah berhasil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini pastinya akan menjadi motivasi terbaik bagi desa lainnya untuk berlomba-lomba dalam peningkatan ekonomi. BUMDes pada dasarnya bertujuan untuk dapat mengangkat taraf hidup dan kualitas hidup masyarakat pedesaan supaya semakin membaik.

BumDes Gagal, Apa Penyebabnya?

  • Pendirian BUMDes hanya coba coba, Mendirikan BUMDes tidak mudah, tidak bisa coba-coba, BUMDes harus didirikan dengan semangat mencapai kesuksesan. Maka, jangan dibayangkan BUMDes sekedar permainan program atau proyek pemerintah. Jika sudah berangkat dengan pemikiran bahwa BUMDes hanya proyek, maka alamat sudah BUMDes gagal dan mati suri di depan mata.
  • Asal pilih unit usaha tanpa menguasai bidang yang dipilih, Selain prasyarat dalam memilih usaha, juga perlu adanya sumber daya yang memang mumpuni dan memiliki keahlian dalam menjalankan unit usaha tersebut, sehingga dalam melakukan atau menjalankan unit usaha BUMDes selain telah sesuai dengan analisa usaha dan perencanaan usaha, juga dijalankan oleh orang-orang atau sumber daya yang memiliki keahlian atau berkompeten di bidangnya.
  • BUMDes hasil Duplikasi Model terbawa Arus Tren dan Viral, Pengelola BUMDes hanya melihat dari sisi tren dan mengejar viral di media sosial atau media massa. Hasilnya dapat ditebak, tidak dapat bertahan lama. Kasus seperti ini biasanya terjadi pada unit usaha desa wisata.
  • BUMDes salah memilih karyawan dan rekan kerja, Mitra di sini bisa berarti rekanan kerja sama yang artinya adalah pihak lain yang bersama dengan BUMDes akan menjalankan unit usaha, atau mitra dalam hal ini adalah karyawan BUMDes yang menjalankan unit usaha yang BUMDes akan jalankan.
  • Pengelola BUMDes tidak fokus, Dalam menjalankan unit usaha apa pun itu unit usaha yang dipilih, maka wajib bagi pengelola BUMDes untuk benar-benar fokus pada tujuan dan pada semangat menjalankan BUMDes.
  • BUMDes kalah dan menyerah, Para pengelola BUMDes sudah merasa gagal dan karena gagal maka mereka menganggap telah kalah dalam menjalankan unit usaha BUMDes.

Contoh Bumdes Gagal

Demikian pembahasan kali ini mengenai BUMDes yang sudah di ulas secara lengkap dan jelas.

Semoga artikel ini bisa memberikan banyak manfaat atau wawasan tentang BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *