Contoh Perusahaan Yang Melakukan Merger


Contoh Perusahaan Merger – Mungkin anda pernah mendengar atau mengetahui adanya beberapa perusahaan yang bergabung dan membentuk sebuah perusahaan baru. Jika iya maka hal seperti ini dinamakan dengan Merger.

Pengertian dari merger sendiri adalah penggabungan antara dua perusahaan atau lebih menjadi suatu kesatuan. Seperti adanya perusahaan kecil, menengah dan besar yang ada di Indonesia ada pula beberapa perusahaan yang melakukan sebuah kerja sama dengan cara penggabungan dengan berbagai alasan dan keperluan tertentu.

Contoh Perusahaan Yang Melakukan Merger

Merger juga dapat diartikan sebagai penggabungan atau menyatukan 2 atau lebih  perusahaan dimana satu diantaranya tetap berdiri secara utuh lengkap dan tetap dengan nama perseroannya sementara perseroan yang lainnya di hilangkan atau dapat dikatakan perseroan yang namanya lengkap akan menjadi bagian dari perseroan yang utuh.

Baca juga: Perusahaan Multinasional Yang Ada Di Indonesia

Proses Dalam Merger

Proses Dalam Merger

 

Saat melakukan merger maka perusahaan akan melakukan beberapa tahapan dalam prosesnya. Secara umum, tahapan dalam melakukan merger perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan tujuan
  2. Mengindetifikasi perusahaan target yang potensial merger atau yang ingin diakuisisi.
  3. Melakukan seleksi pada calon target perusahaan merger.
  4. Melakukan kontak secara langsung dengan manajemen perusahaan target dan juga mengumpulkan berbagai informasi.
  5. Mencari informasi yang dibutuhkan, khususnya yang berhubungan dengan kondisi keuangan dari perusahaan target, dalam periode 5 tahun terakhir serta mengetahui komitmen yang nantinya akan dilakukan oleh perusahaan target.
  6. Menetapkan harga penawaran pada perusahaan target merger beserta cara pembiayaannya.
  7. Mencari alternatif sumber pembiayaan.
  8. Melakukan uji kelayakan atau due diligency pada perusahaan target merger tersebut.
  9. Melakukan persiapan serta mendatangani kontrak merger.
  10. Jika sudah maka merger bisa langsung dilaksanakan.

Jenis Perusahaan Merger

Jenis Perusahaan Merger

Perusahaan merger memiliki 5 macam jenis, berikut ini adalah jenis-jenis perusahaan merger yang perlu diketahui:

  1. Merger Hoizontal : Ini merupakan usaha merger atau penggabungan 2 perusahaan atau lebih yang mempunyai dan bergerak di bidang usaha yang sama. Seperti misalnya perusahaan roti yang memiliki brand berbeda bergabung bersama.
  2. Merger Vartikal : Ini merupakan proses merger atau penggabungan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang masih menjalin hubungan dan ketergantungan. Misalnya, perusahaan tepung yang jadi satu dengan perusahaan roti atau perusahaan mobil yang gabun dengan perusahaan ban.
  3. Konglomerat : Konglomerat ini merupakan jenis kerja sama antara dua atau lebih perusahaan yang bergerak di bidang yang berbeda atau hampir tidak ada kaitannya sama sekali. Seperti misalnya, merger (gabungan) antara perusahaan kain dengan perusahaan mobil atau perusahaan elektronik dengan perusahaan ban. Biasanya, perusahaan merger jenis konglomerat ini dapat dibentuk berdasarkan keinginan untuk mempercepat atau mendapatkan hasil yan lebih aik, optimal, salin menukar saham serta memiliki kerja sama yang tentunya intens. Hal tersebut jua merupakan salah satu dampak dari kekuranan dan kelebihan pasar persaingan yang tidak sempurna. `
  4. Merger Perluasan Pasar : Merger perluasan pasar umumnya dilakukan oleh dua perusahaan yang menjual produk atau jasa yang sama, namun keduanya beroperasi di pasar yang berbeda. Dengan demikian perusahaan baru yang terbentuk akan memiliki akses ke pasar yang lebih besar dan bisa mendapatkan pelanggan yang lebih banyak.
  5. Merger Perluasan Produk : Merger untuk memperluas produk merupakan jenis merger yang dilakukan oleh dua perusahaan penjual produk atau jasa yang saling berhubungan dan umumnya beroperasi di sebuah pasar yang sama. Penting untuk diketahui bahwa merger ini memiliki produk yang berbeda tetapi berhubungan. Dengan demikian maka mereka bisa memanfaatkan kanal distribusi, proses produksi, atau rantai pasok yang sama dan saling berhubungan.

Sementara alasan dari penggabungan atau terciptanya perusahaan merger sendiri adalah sebagai berikut :

Proses Dalam Merger

  1. Diversifikasi Usaha

Hal ini merupakan tujuan dimana perusahaan-perusahaan tersebut berkeinginan untuk dapat menguasai serta memiliki kekuatan yang penuh untuk mendapatkan peluang tinggi di berbagai bidang usaha yang berbeda. Adanya peluang keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan usaha lain merupakan salah satu strategi dari perusahaan yang melakukan sistem diversifikasi usaha ini.

Perusahaan lain juga mempunyai kecenderungan sendiri yang dapat membantu ataupun mendongkrak pertumbuhan perusahaan yang memang jauh dari perencanaan serta yang diharapkan atau tidak sesuai dengan ekspetasi awal yang sebelumnya telah dibangun. Adanya diversifikasi usaha ini juga dapat membantu meminimalisir resiko yang mungkin akan terjadi.

  1. Investasi

Seperti faham yang banyak dianut oleh sebagian besar perusahaan multinasional di Indonesia, yaitu dengan menambah dan jua memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Maka, tujuan dari dibentuknya sebuah perusahaan merger ini ialah sebagai penambah pundi-pundi pendapatan dengan cara bersatu bersama perusahaan-perusahaan lain yang tentunya termasuk dalam jajaran perusahaan profitable.

  1. Memperluas Skala Perusahaan

Untuk dapat memperbesar atau memperluas sebuah skala perusahaan yang nantinya akan digabungkan maka kita perlu mengadakan atau mendirikan sebuah perusahaan merger. Sebab, sumber keuangan sebuah perusahaan dapat bertambah apabila skalanya telah diperbesar.

Jika sudah demikian, maka networking dan jangkauan dari bursa pasar dapat semakin besar dan meluas, dan hal ini akan berakhir pada meningkatnya omset di perusahaan tersebut.

Sedangkan ciri-ciri dari perusahaan merger sendiri diantaranya adalah :

  • Akan ada salah satu dari beberapa perusahaan merger yang nantinya akan menerima penggabungan atau tetap dengan perusahaan lain yang bergabung.
  • Perusahaan-perusahaan yang sudah bergabung dengan salah satu perusahaan tetap (sang penerima penggabungan) akan segera hilang atau bubar. Sedangkan perusahaan yang menerima penggabungan akan tetap ada atau eksis.
  • RUPS harus menyetujui adanya konsep ataupun rancangan yang ada pada akta merger perusahaan tersebut.
  • Perusahaan merger ada yang melakukan pembaharuan dengan menggunakan anggaran dasar dan ada pula yang masih menggunakan anggaran dasar yang lama.
  • Menkumham akan mengetahui dan juga menyetujui perubahan pada anggaran dasar di perusahaan merger tersebut.

Contoh-contoh Kasus Merger di Indonesia

Seperti yang sudah kita diatas bahwa merger merupakan penggabungan beberapa perusahaan yang terdiri dari 2 atau lebih. Di indonesia sendiri, adanya proses merger sudah tak asing lagi. Ada banyak sekali contoh kasus merger yang dapat kita jumpai di Indonesia.

Adapun beberapa contoh kasus perusahaan merger yang dapat kita jumpai di Indonesia yaitu :

  1. Bank CIMB Niaga

Terbentuknya sebuah perusahaan merger di bidang lembaga keuangan atau bank CIMB merupakan hasil dari merger bank Niaga dan bank Lippo pada tahun 2008. Ini merupakan penyatuan dimana adanya sebuah bank yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan bank lainnya.

Kedua bank tersebutm  yakni bank Niaga dan bank Lippo melakukan merger yang memiliki tujuan untuk semakin memperkuat keberadaan mereka di dalam persaingan secara global.

Karena bank Lippo jauh lebih kecil daripada bank Niaga, jadi bank Lippo kemudian merelakan sahamnya dan menanam di bank Niaga, dengan adanya suatu perjanjian bagi hasil dengan kesepakatan tertentu yang sebelumnya sudah di setujui oleh kedua belah pihak bank tersebut.

Dan akhirnya mengambil keputusan untuk dapat mengubah namanya menjadi bank CIMB Niaga.

  1. Bank Mandiri

Bank Mandiri

Sebelum pada akhirya menjadi sebuah bank terbesar di dunia, bank Mandiri merupakan suatu perusahaan merger yang terbentuk dari bank Exim, bank BBD atau bank Bumi Daya, bank Bapindo dan bank Dagang Negar.

Keempat bank ini mengalami masalah dan krisis sehingga mengambil keputusan untuk melakukan proses merger dan membentuk suatu konsolidasi. Penggabungan keempat bank ini kemudian menjadi sebuah bank yang sekarang ini telah menjadi salah satu bank yang terbesar dan terpercaya yakni bank Mandiri.

Saat melakukan merger dengan keempat perusahaan tersebut, Bank Mandiri sudah bergabung dalam Badan Usaha Miliki Negara atau BUMN. Hal tersebut karena empat bank yang melakukan merger adalah bank miliki negara. Maka dari itu, Bank Mandiri secara otomatis sudah menjadi BUMN.

Keuntungan dari keberadaan Bank Mandiri dalam lingkungan masyarakat sekarang ini adalah memudahkan program pemerintah dengan beberapa program yang dimiliki oleh Bank Mandiri. Hal tesebut semakin mudah karena empat bank gabungan yang melakukan merger tersebut sudah mempunyai banyak cabang yang tersebar hingga di seluruh wilayah Indonesia.

  1. LPKR atau Lippo Karawaci Tbk

LPKR atau Lippo Karawaci Tbk

LPKR merupakan suatu perusahaan merger yang terbentuk oleh beberapa perusahaan lainnya yakni Aryaduta hotel, Siloam health care, kartika abadi sejahter, LPLD atau Lippo land development, metropolita tatanugraha, sumber waluyo  berkat mulia yang bergabung bersama LPKR atau Lippo Karawaci Tbk, yang kini telah mengalami perkembangan di ruang lingkup real estat, perkantoran, pengusahaan gedung dan penggalian tanah.

  1. PT Indofood Sukses Makmur TBK

Dengan adanya penggabungan PT. Ciputra Porperty dan PT Ciputra Surya  Tbk atau merger perusahaan dengan Perusahaan besar yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk. PT. Indofood melakukan pengabungan dan merger dengan berbagai cabang yang dapat memperluas dan memperbesar bursa jaringan perluasan kawasan mereka.

  1. CTRA atau PT Ciputra Development Tbk

CTRA telah melakukan penggabungan atau merger dengan anak atau cabang dari CTRS atau PT Ciputra Surya Tbk dan CTRP atau PT Ciputra Property dengan cara pertukaran saham yang sebenarnya sudah melalui persetujuan dari semua anggota saham luar biasa di dalam rapat umum yang dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2016 yang lalu.

  1. Bank Danamon

Bank Danamon merupakan sebuah bank yang awal mulanya memiliki nama Bank Kopra Indonesia, dimana bank ini berdiri pada tahun 1956. Namun bank ini mengalami perubahan nama pada tahun 1976 yang sekarang ini bernama bank Danamon.

Bank yang satu ini pernah menjadi sebuah bank devisa negara, tetapi kemudian bank Danamon berubah menjadi bank take over. Sampai pada akhirnya bank Danamon melakukan merger dengan beberapa bank take over yang lainnya seperti bank tiara, bank pos nusantara, bank risjad salim internasional, bank nusa nasional, bank jayabank international, dan bank duta yang melebur hingga bank Danamon berjaya kembali.

  1. PT Toyota Astra Motor

Kasus Merger di Indonesia

Toyota Astra Motor adalah contoh perusahaan merger berikutnya yang telah diresmikan pada tanggal 12 april 1971. Perusahaan ini melakukan merger bersama dengan tiga perusahaan besar lainnya seperti PT Toyota Mobilindo, PT Multi Astra, dan PT Toyota Engine Indonesia. Sampai akhirnya PT Toyota Astra Motor ini lahir menjadi sebuah perusahaan besar importi kendaraan Toyota.

Perusahaan besar yang satu ini terdiri dari perusahaan otomotif yang bisa membantu perekonomian Indonesia sehingga bisa lebih maju dan berkembang. Keberadaan perusahaan otomotif ini tentu memberikan dampak positif, dimana lapangan pekerjaan akan terbuka luas sehingga masyarakat bisa bergabung untuk bekerja dalam perusahaan Toyota Astra Motor ini.

  1. Bank Permata Tbk, PT

Kasus Merger di Indonesia

Bank Permata Tbk ini terdiri dari 5 bank yang melakukan merger. 5 bank tersebut adalah Bank Universal, Bank Bali, Bank Artha Media, Bank Prima Express, dan Bank Patriot. Bank yang melakukan merger tersebut sudah diresmikan pada tanggal 30 September 2002. Meskipun masih baru, tetapi Bank Permata sudah memberikan kontribusi yang besar terhadap Indonesia.

Penggabungan 5 bank ini dilakukan oleh pemerintah saat terjadinya krisis moneter pada tahun 1998, permodalan 5 bank tersebut sangat lemah. Ini merupakan contoh dari perusahaan merger yang berhasil dibentuk berdasarkan kebijakan ekonomi.

Sebenarnya ke 5 bank tersebut bukanlah bak yang besar, tetapi merupakan bank yang sedang berada di posisi tengah. Bank tersebut melakukan merger karena memang sedang berada di tengah dan sangat layak untuk diselamatkan pada waktu itu. Perusahaan ini sekarang udah dipimpin oleh pemegang saham yang mempunyai rekam jejak yang bagus di dunia permodalan sehingga sudah pasti posisi Bank Permata sangat kuat.

Bank Permata merupakan salah satu bank swasta yang menawarkan berbagai macam produk dan jasa yang sudah pasti inovatif dalam melayani para nasabah dan juga berbagai akses untuk menuju pengelolaan keuangan yang baik untuk masyarakat.

  1. Daw Chemical dan Dupoint

Perusahaan ini adalah contoh yang sudah sukses dalam bidang sains dan juga pertanian. Setelah melakukan merger, perusahaan ini mempunyai tiga fokus sebagai landasan untuk berjalannya perusahaan, yaitu pertanian, teknologi, dan ilmu material. Ketiga fokus inilah yang kemudian dijalankan sebagai sebuah perusahaan gabungan.

Daw Chemical dan Dupoint ini adalah perusahaan besar yang sudah berkembang meskipun baru diresmikan pada bulan Desember tahun 2015. Dengan adanya merger ini maka perusahaan bisa melakukan berbagai kegiatan yang pastinya membantu dunia untuk masalah penghematan energi.

Perusahaan raksasa yang satu ini menjadi salah satu solusi yang tepat dari permasalahan lingkungan yang telah dirasakan di seluruh dunia.

Baca juga: Contoh Perusahaan Modal Ventura

Tantangan yang Dihadapi Perusahaan Ketika Merger

Penggabungan antara beberapa perusahaan yang sukses maka sudah pasti harus mempertimbangkan berbagai tantangan yang bisa saja terjadi ketika keputusan tersebut dibuat, diantaranya:

tantangan perusahan merger

  1. Persaingan Sehat

Pada umumnya merger sering memberikan dampak secara signifikan dalam industri tempat bisnis gabungan yang sedang beroperasi. Bahkan, hal tersebut juga dapat menghancurkan persaingan sehat dikarenakan cakupan di pasar yang sangat besar, terlebih jika bisnis yang merger merupakan dua perusahaan besar.

Di beberapa negara tertentu, ada pihak yang memiliki wewenang untuk mengatur serta memastikan persaingan secara sehat. Maka dari itu, jika hal ini terjadi maka perusahaan merger tersebut nantinya tidak akan diperbolehkan untuk beroperasi. Sehingga memang penting sekali untuk selalu memastikan hal ini tidak terjadi.

  1. Retensi Karyawan

Restrukturisasi merupakan suatu hal yang seringkali terjadi setelah merger. Perubahan yang terjadi karena penggabungan antara dua perusahaan ini akan memberikan pengaruh pada retensi karyawan.

Dalam hal ini perusahaan diharuskan mampu untuk membuat seluruh staff merasa aman dan percaya walaupun sedang terjadi perubahan untuk dapat menghindari tingkat turnover karyawan yang terlalu tinggi. Jika karyawan banyak yang mengundurkan diri maka perusahaan akan membutuhkan waktu lama untuk merekrut kembali orang-orang baru.

  1. Integrasi

Integrasi merupakan hal penting yang harus dilakukan jika memiliki rencana untuk merger. Kegagalan dalam melakukan hal ini menjadi penyebab gagalnya penggabungan perusahaan. Maka dari itu, rencana integrasi antara dua perusahaan sangat penting sekali untuk disusun sebelum melakukan tanda tangan kontrak.

  1. Pentingnya Mempertahankan Kepercayaan Stakeholder

Pastinya tidak semua stakeholder akan merasa senang dengan keputusan merger. Salah satu tantangan paling berat yang dihadapi oleh perusahaan ketika memiliki rencana mergera adalah kehilangan kepercayaan stakeholder  yang penting dalam administrasi perusahaan seperti karyawan, pemasok, distributor, dan lain sebagainya.

  1. Hubungan Internasional

Merger juga dapat dilakukan oleh bisnis antarnegara,  dan tantangan yang bisa terjadi adalah tentang perbedaan kebudayaan dan juga bahasa. Hal ini tentu akan sangat sulit diatas dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *