Contoh PTK SD Kelas IV

Contoh PTK SD Kelas IV – Penelitian ini dilakukan di kelas dengan melakukan PTK guna untuk memperbaiki pembelajaran pada kelas kelas dan meningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas tertentu.

Namun tidak semua kelas melakukan PTK, seperti yang sudah kami jelaskan bahwa hanya kelas tertentu saja, seperti misalnya kelas yang dianggap bermasalah, atau proses belajar mengajar di dalam kelas tersebut tidak optimal atau lainnya.

Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini terdapat beberapa unsur yang terkandung di dalamnya, yaitu :

  1. PTK di laksanakan oleh pendidik yaitu guru atau pengajar, apabila di dalam kelas tersebut terdapat masalah
  2. PTK (Penelitian Tindakan Kelas) akan dilaksanakan jika memang terdapat masalah yang dihadapi oleh guru pada kelas tersebut
  3. PTK Memang harus diadakan karena masih banyak sekali proses pembelajaran yang dimaksimalkan oleh pendidik atau guru.

Baca juga : Contoh Proposal PTK SMA

                                                                         

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Saat ini kita menghadapi era globalisasi yang diringi dengan perkembangan IPTEK yang sangat pesat, seseorang dituntut untuk memanfaatkan informasi dengan sebaik-baiknya. Maka dari itu, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan bernalar tinggi serta mempunyai kemampuan memproses informasi sehingga bisa digunakan untuk mengembangkan IPTEK. SDM Indonesia sendiri masih mengalami kekurangan dalam menciptakan teknologi yang sudah semakin maju seperti saat ini. Kurangnya SDM yang berkualitas dikarenakan oleh pemahaman seseorang terhadap suatu ilmu yang tidak maksimal, khususnya ilmu-ilmu yang berhubungan dengan teknologi yang mendasar seperti matematika.

Salah satu karakteristik dari matematika adalah memiliki objek yang bersifat abstrak, ini berarti objek matematika berada dalam alam pikiran manusia, sedangkan realisasinya dengan menggunakan benda-benda yang terdapat disekitar kita. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan siswa mengalami kesusahan dalam mempelajari matematika. Banyak siswa yang menganggap bahwa matematika itu sangatlah sulit. Selama ini guru seolah-olah menjadi pemegang kekuasaan yang sepenuhnya di dalam kelas. Guru sebagai objek dan murid sebagi objek. Pembelajaran terjadi satu arah, murid hanya berperan sebagai penerima materi saja.

Pembelajaran matematika di kelas IV SDN  NAMBAAN masih didominasi oleh guru. Guru akan memberikan materi dengan metode ceramah. Pada akhir penyampaian materi guru akan memberikan beberapa pertanyaaan kepada siswa tentang kepahaman siswa, kebanyakan dari mereka pun tidak menjawab. Guru juga akan memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tetapi mereka hanya diam. Pada akhir pembelajaran guru akan memberikan soal latihan kepada siswa dan mereka diminta untuk mengerjakannya.

Berdasarkan hasil pengamatan nilai ulangan kelas IV SD Negeri Nambaan, Hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan dua pecahan yakni dari 20 siswa, ada 5 siswa yang mendapatkan nilai ≥ ]65, dan 15 siswa lainnya memperoleh nilai ≤65. Jadi bisa disimpulkan bahwa hanya 25% saja siswa yang dapat mencapai KKM dan 75% lainnya masih belum mencapai KKM.

Berdasarkan hasil fakta di kelas IV SD Nambaan dan hasil konsultasi dengan dosen pembibing, maka dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang tepat sebagai proses pembelajaran matematika. Salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang berorientasi pada matemisasi pengalaman sehari-hari atau mathematize of everyday experience dan menerapakan matematika di dalam kehidupan sehari-hari adalah Matematika Realistik (MR). Pembelajaran Matematika Realistik ini akan memberikan kesempatan peserta didik untuk dapat menemukan kembali dan mengkontruksi konsep-konsep matematika pada masalah realistik yang akan diberikan oleh pendidik. Situasi realistik dalam masalah akan memungkinkan siswa untuk menggunakan cara-cara informal (cara mereka sendiri dengan pengalaman) untuk dapat mengatasi masalah.

B. IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di kelas IV SD Negeri Nambaan, ada banyak sekali penyebab kurangnya hasil belajar matematika materi penjumlahan dua pecahan, diantaranya :

  • Guru masih menggunakan pendekatan lama yakni ceramah
  • Guru masih berpatokan menggunakan textbook dalam menyampaikan suatu materi
  • Guru tidak menghubungkan antara materi dengan dunia nyata peserta didik
  • Peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran
  • Guru hanya mengukur keberhasilan pembelajaran dari hasil tes ulangan peserta didik

C. BATASAN MASALAH

Penelitian ini masih dibatasi pada pelaksanaan matematika dengan pendekatan matematika realistik pada siswa kelas IV SD Negeri Nambaan, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri pada materi pecahan dan operasinya. Pengamatan lebih fokus pada terlaksannya proses pembelajaran dengan pendekatan matematika realistic sebagai upaya peningkatan hasil belajar materi pecahan dan operasinya.

D. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan hasil belajar dari siswa kelas IV SD Negeri Nambaan materi penjumlahan dua pecahan bisa dirumuskan masalah sebagai berikut :

  • Bagaimana penggunaan pendekatan Matematika Realistik pada materi pecahan dan operasinya di kelas IV SD Negeri Nambaan?
  • Bagaimana peran dan minat siswa terhadap penggunaan pendekatan Matematika Realistik pada materi pecahan dan operasinya di SD Negeri Nambaan?
  • Bagaiman hasil belajar dari siswa kelas IV SD Negeri Nambaan pada materi pecahan dan operasinya sesudah menggunakan pendekatan Matematikan Realistik?

E. TUJUAN PENELITIAN

  • Menerapkan pendekatan Matematika Realistik di kelas IV SD Negeri Nambaan pada materi pecahan dan operasinya
  • Mengetahui peran dan minat siswa kelas IV SD Negeri Nambaan terhadap pendekatan Matematika Realistika pada materi pecahan dan operasinya
  • Mengetahui hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Nambaan pada materi pecahan dan operasinya

F. MANFAAT PENELITIAN

Manfaat yang akan didapatkan dari penelitian ini adalah :

  1. Secara Teoritis

Menjadi bahan informasi ilmiah bagi praktisi pendidikan tentang pembelajaran menggunakan pendekatan Matematika Realistik dan dapat menjadikan referensi dalam upaya pengoptimalan pembelajaran matematika materi pecahan dan operasinya.

  1.  Secara Praktis
  • Bagi peneliti dan guru

Sebagai bahan pertimbangan untuk dapat menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat pada materi pecahan dan operasinya

  • Bagi sekolah

Sebagai masukan dan dasar pemikiran untuk dapat mengoptimaklkan pembelajaran matematika sesuai dengan pendekatan yang tepat.

  • Bagi pembaca

Memberikan informasi mengenai pelaksanaan pembelajaran matematika materi pecahan dan operasinya menggunakan pendekatan matematika realistik.

G. BATASAN ISTILAH

Untuk dapat menghindari penafsiran yang berbeda terhadap istilah-istilah dalam penelitian ini, berikut ini kami akan menjelaskan istilah-istilah sebagai berikut :

  1. Peningkatan hasil belajar adalah upaya yang dilakukan untuk menciptakan hasil belajar yang lebih optimal.

Peningkatan hasil belajar dikatakan berhasil apabila siswa paham dengan materi yang diberikan oleh guru dengan ditandai minimal 75% siswa meningkat hasil belajarnya dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran meningkat.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. HAKIKAT BELAJAR

  1. Pengertian Belajar

Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melui pengalaman.

Surya, Mohammad (1992 : 23), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.

B. HAKEKAT HASIL BELAJAR

  1. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan peristiwa yang bersifat internal, yang terjadi di dalam diri seseorang. Peristiwa tersebut dimulai dari adanya perubahan kognitif atau pengetahuan kemudian berpengaruh kepada perilaku. Perilaku belajar seseorang didasarkan pada tingkat pengetahuan terhadap sesuatu yang dipelajari kemudian dapat diketahui melalui tes.

Menurut Dimyanti dan Mudjiono (2006:3-4) hasil belajar  merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Hasil interaksi itu menyebabkan perubahan perilaku individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Perubahan tingkah laku tersebut diperoleh setelah siswa menyelesaikan program pembelajarannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan belajar.

  1. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor dari dalam diri siswa (faktor internal) dan faktor yang dating dari luar diri siswa (faktor eksternal). Faktor yang berasal dari dalam diri siswa meliputi kemampuan yang dimilikinya , motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis. Sedangkan faktor yang berasal dari luar diri siswa meliputi faktor lingkungan, terutama kualitas pengajaran.

C. MATEMATIKA REALISTIK (MR)

A. Hakekat Pendekatan Matematika Realistik

Salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan  menerpakan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah Matematika Realistik (MR). Realistic Mathematica Education (RME) merupakan teori belajar mengajar dalam pendidikan matematika. Teori RME pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. Teori ini mengacu pada pendapat Freudenthal yang mengatakan bahwa matematika harus dikaitkan dengan realita dan matematika merupakan aktivitas manusia. Ini berarti matematika harus dekat dengan anak yang relevan dengan kehidupan nyata sehari-hari. Matematika sebagai aktivitas manusia berarti manusia harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika dengan bimbingan orang dewasa, (Gravencher (Suharta, 1 : 2005).

  1. Langkah-Langkah Pembelajaran Matematika Realistik

Wahyudi dan Kriswandani (2007 : 52) mengemukakan bahwa langkah-langkah pembelajaran dalam pendekatan matematika realistic adalah sebagai berikut :

  1. Memahami masalah / soal konteks, guru memberikan masalah / persoalan kontekstual dan meminta peserta didik untuk memahami masalah tersebut.
  2. Menjelaskan masalah kontekstual, langkah ini dilakukan apabila ada peserta didik yang belum paham dengan masalah yang diberikan.
  3. Menyelesaikan masalah secara kelompok atau individu.
  4. Membandingkan dan mendiskusikan jawaban. Guru memfasilitasi diskusi dan menyediakan waktu untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban dari soal secara kelompok. Menyimpulkan isi diskusi.

D. PECAHAN

Menurut Mustaqim dan Ary (2008 : 163), pecahan merupakan bagian dari keseluruhan. Materi pecahan adalah salah satu materi yang di ajarkan pada kelas IV Sekolah Dasar. Adapun materi yang dipelajari dalam pecahan meliputi :

1.      Menjelaskan arti pecahan dan urutannya

2.      Menyederhanakan berbagai bentuk pecahan

3.      Penjumlahan pecahan

4.      Mengurangkan pecahan

5.      Menyelesaikan yang berkaitan dengan pecahan.

E. PENELITIAN TERDAHULU

Pembelajaran matematika dengan menerapkan pendekatan matematika realistik merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan hasil belaja siswa dalam pembelajaran materi pecahan. Usaha ini dilakukan sehubungan dengan adanya kesenjangan antara materi yang dicita-citakan oleh kurikulum tertulis (intended curriculum), serta perbedaan materi yang diajarkan dengan materi yang dipelajari siswa (relized curriculum).

Penelitian yang dilakukan oleh Soviawati, Evi tentang Pendekatan Matematika Realistik (PMR) untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Siswa di Tingkat Sekolah Dasar, hasilnya antara lain siswa tidak hanya mudah mengusai konsep dan materi pelajaran namun juga tidak cepat lupa dengan konsep dan materi yang telah diperolehnya. Pendekatan ini tepat diterapkan dalam mengajarkan konsep-konsep dasar supaya siswa mampu meningkatkan kemampuan berfikrnya yang akhirnya bermuara pada meningkatnya hasil belajar siswa.

F. KERANGKA PIKIR PENELITIAN

Salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai kajian objek yang abstrak. Sifat abstrak ini menjadikan banyak siswa kesulitan dalam matmatika. Pembelajaran matematika saat ini lebih cenderung bagaimana matematika dapat diaplikasikan dalam dunia nyata bukan sebaliknya objek nyata digunakan sebagai membentuk konsep matematika. Kegiatan pembelajaran matematika yang kurang terikat dengan kehidupan nyata dan alam pikiran siswa sering menjadikan matematika yang kurang dipelajari kurang bermakna dan kurang menarik.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Materi Pecahan dan Operasinya  dengan Menggunakan Pendekatan Matematika Realistik (MR) pada Siswa Kelas IV SD Negeri Geneng 2, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengatasi suatu permasalahan atau memperbaiki suatu pembelajaran di dalam kelas.

Baca juga : Cara Cetak Kartu NUPTK

A. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN

Penelitian tindakan ini mengambil bentuk penelitian tindakan kelas kolaborasi, dimana peneliti berkolaboasi dengan guru yang tergabung dalam satu tim untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam praktik pembelajaran. Hubungan antara peneliti dan guru bersifat kemitraan, sehingga kedudukan peneliti dan guru adalah sama untuk mengupayakan persoalan-persoalan yang akan diteliti. Dengan demikian peneliti dituntut untuk bisa terlibat secara langsung dalam PTK ini. Adapun yang melaksanakan pembelajaran adalah siswa dan peneliti, sedangkan guru sebagai pengamat.

B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

  1. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2015-2016 yaitu pada Oktober sampai Desember 2015.

  1. Tempat Peelitian

Penelitian ini di lakukan di kelas IV SD Negeri Geneng 2, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

C. DESAIN PENELITIAN

Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Model visualisasi bagan yang disusun oleh Kemmis dan Mc Taggart .

D. INSTRUMENT PENELITIAN

Instrument penilaian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Dalam penelitian ini, untuk kepentingan mengumpulkan data digunakan beberapa instrument

E. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN

Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

A. Personel yang terlibat

Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru dalam satu tim. Guru sebagai observer sedangkan peneliti dan siswa sebagai pelaksana pembelajaran. Semua tindakan didiskusikan antara peneliti dan guru.

B. Penyusunan instrument pembelajaran

Instrument pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan ajar terdiri dari buku guru, buku siswa, lembar kegiatan siswa (LKS), dan lembar evaluasi.

C. Skenario tindakan

F. TEKNIK ANALISIS DATA

Analisis data yang digunakan adalah analisis data diskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data hasil observasi tentang proses pembelajaran, hasil wawancara dan jurnal harian. Data tambahan yang diperoleh dari wawancara tidak terstruktur dengan siswa dan data dari foto kamera sebagai pertimbangan. Kemudian data diperoleh dan dianalisis dalam beberapa tahap sebagai berikut :

a.       Reduksi data

b.      Triangulasi

c.       Display data

d.      Kesimpulan

G. INDIKATOR KEBERHASILAN

Apabila penggunaan pendekatan matematika realisttik (MR) dalam kegiatan pembelajaran matematika telah meningkat hasil blajar matematika siswa lebih dari 75% maka penelitian akan dihentikan. Amgka 75% ini berdasarkan pada hasil  pre test yang dilakukan peneliti.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rieneka Cipta.

Mustaqim & Ary. 2008. Ayo Belajar Matematika. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.

Slameto. 2010. Belajar & Faktor-faktor  yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Soviawati, Evi. 2011. “Pendekatan Matematika Realistik (PMR) untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Siswa di Tingkat Sekolah Dasar”. Jurnal of Education, ISSN 1412-565X No.2, pp.79-85

Romauli, Mika. 2013. “Pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik dan Berpikir Logis terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD Bharlind School Medan”. Jurnal Tematik, ISSN : 1979-0633 Vol.003, No.12,pp.1-18

Suharta. 2005. Matematika Realistik Apa dan Bagaimana. http:www.depdiknas.go.id. diakses 15 September 2007.

Surya, Mohammad. 1992. Psikologi Pendidikan (Cetakan ke-5 Edisi Revisi). Bandung: Jurusan PBB UPI.

Wahyudi dan Kriswandi. 2007. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. 123. Salatiga: ISBN.

Leave a Comment