Contoh Rumusan Masalah Makalah

Contoh Rumusan Masalah Penelitian – Pada pembahasan sebelumnya kami sudah membahas tentang cara membuat latar belakang. Latar belakang merupakan alasan yang akan melandasi kita dalam memilih judul penelitian. Pada latar belakang kita memulai dengan menuliskan harapan, keadaaan yang ada, masalah, solusi dan juga landasan pemilihan solusi yang akan kita ajukan. Setelah itu kita akan menyimpulkan untuk memilih judul penelitian tersebut.

Pada latar belakang ada suatu masalah yang harus kita tuliskan. Lalu, apakah masalah itu?

Baca juga : Cara Membuat Latar Belakang

Pengertian Masalah

Masalah merupakan dadar dari sebuah penelitian. Pada umumnya penelitian akan selalu bermula dari masalah. Jadi sebuah penelitian disusun dengan tujuan untuk dapat menyelesaikan masalah.

Masalah adalah ketimpangan  antara kondisi yang telah diharapkan dengan kondisi yang ada. Maksudnya adalah terjadinya ketidak sesuaian antara apa yang telah kita harapkan dengan apa yang terjadi. Misalnya saja, jika kita merupakan seorang guru kita mempunyai sebuah keinginan atau harapan supawa siswa kita mempunyai nilai di atas KKM semua yaitu diatas nilai 80. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya karena banyak sekali siswa kita yang nilainya di bawah 80 atau dengan kata lain nilainya masih di bawah KKM. Kondisi seperti ini menunjukkan adanya masalah. Sebab, apa yang telah kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi.

Masalah juga dapat diartikan sebagai kejadian yang dapat menimbulkan pertanyaan. Oleh karena itulah nanti kita akan membahas rumusan masalah, dan rumusan masalah yang bersumber dari adanya masalah.

Lebih lanjut masalah adalah area yang menjadi perhatian peneliti dalam melaksanakan suatu penelitian. Masalah merupakan fokus peneliti untuk dapat mengumpulkan data, kemudian menganalisis dan menyelesaikan masalah tersebut.

Sumber Masalah

Dari manakah kita dapat menemukan masalah? Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh para peneliti muda. Mencari masalah bisa dibilang mudah-mudah sulit. Bisa dibilang mudah karena masalah itu ada di sekitar kita. Coba anda bayangkan setiap hari anda pasti mempunyai masalah bukan. Jadi masalah itu sudah ada disekitar kita. Meskipun demikian masalah juga cukup sulit untuk ditemukan, ini dikarenakan kita perlu menganalisis masalah yang bisa kita selesaikan dalam suatu penelitian.

Apabila dilihat dari segi pengamatan, maka ada 4 sumber masalah yang bisa kita temukan, diantaranya :

  1. Adanya penyimpangan antara pengalaman dan kenyataaan
  2. Adanya penyimpangan antara apa yang sudah direncanakan dengan kenyataan
  3. Adanya pengaduan
  4. Adanya kompetisi

Apabila masalah sudah ditemukan, tetapi nyatanya semua masalah belum tentu di katakan baik. Dalam sebuah penelitian ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar bisa menemukan masalah yang baik. Hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah adalah sebagai berikut :

  • Kepentingan, Artinya bahwa suatu masalah harus benar-benar masalah yang sangat penting sehingga dapat diangkat dalam penelitian. Dikatakan sangat penting karena jika masalah tidak segera diatasi maka dapat menimbulkan banyak kerugian atau dampak negatif.
  • Sumberdaya, Artinya masalah tersebut harus mempunyai sumber daya untuk dapat membantu pemecahan masalah tersebut.
  • Kemanfaatan, Artinya masalah tersebut merupakan sebuah masalah yang dapat memberikan manfaat jika diselesaikan.

Sementara itu, Sugiyono menyebutkan bahwa masalah dapat dikatakan baik jika :

  • Baru
  • Original
  • Signifikan
  • Feasible
  • Mempunyai nilai pasar
  • Benefitcial

Rumusan Masalah

Apakah yang dimaksud dengan rumusan masalah? Apakah rumusan masalah sama dengan masalah?

Jawabannya adalah Jelas berbeda. Rumusan masalah sangat berbeda dengan masalah masalah. Seperti yang kami jelaskan tadi bahwa masalah merupakan ketimpangan antara harapan dengan kondisi yang ada (kenyataan). Bentuknya adalah berupa kalimat pertanyaan. Sedangkan rumusan masalah adalah pertanyaan atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban.

Meskipun keduanya tidak sama, tetapi masalah dan rumusan masalah mempunyai hubungan yang sangat erat. Hubungannya adalah rumusan masalah bersumber dari masalah.

Contoh : Jika pada suatu latar belakang dituliskan bahwa masalah dalam penelitian tersebut adalah rendahnya hasil belajar siswa. Maka rumusan masalah akan berbentuk “Seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa setelah pembelajaran menggunakan model TPS”

Dari sini sudah sangat jelas bahwa rumusan masalah bersumber dari masalah yang ingin dijawab dalam sebuah penelitian. Contoh rumusan masalah bentuknya adalah kalimat tanya dan merupakan langkah awal untuk memulai sebuah penelitian.

Fungsi Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan inti dari sebuah penelitian.  Rumusan masalah-lah yang nantinya akan dicari tahu jawabannya dengan cara ilmiah. Berikut ini adalah fungsi dari rumusan masalah :

  1. Rumusan masalah adalah titik awal dalam suatu penelitian. Maksudnya disini adalah rumusan masalah akan menjadi pedomala dalam penelitian.
  2. Rumusan masalah akan memberikan solusi. Rumusan masalah biasanya berbentuk sebuah pertanyaan yang akan membahasa sebuah permasalahan. Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa rumusan masalah merupakan sebuah solusi yang masih belum terwujud. Lalu bagaimana cara untuk mewujudkannya? Ya dengan penelitian itu tadi.
  3. Rumusan masalah mampu membuka pikiran peneliti terhadap sebuah permasalahan. Apabila tujuan dan arah dari sebuah permasalah sudah jelas, maka peneliti hanya tinggal fokus pada solusi yang akan dicapai untuk masalah tersebut.
  4. Sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain akan berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian tersebut menjadi ada dan bisa dilakukan.
  5. Sebagai pedoman, penentu arah atau fokus dari sebuah penelitian Perumusan masalah ini tidak berharga mati, namun bisa berkembang dan akan berubah setelah peneliti sudah terjun langsung ke lapangan.
  6. Sebagai penentu jenis data macam apa yang harus dikumpulkan oleh peneliti, serta jenis data apa yang perlu disisihkan oleh peneliti. Keputusan dalam memilih data yang perlu atau tidak perlu ini harus dilakukan oleh peneliti. Sebab, melalui perumusan masalah ini peneliti akan menjadi tahu mengenai data yang bagaimana relevan dan data yang bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya.
  7. Dengan adanya perumusan masalah penelitian ini, maka peneliti akan menjadi lebih mudah untuk menentukan siapa yang akan menjadi populasi dan sampel penelitian.

Ciri-Ciri Rumusan Masalah yang baik

Rumusan masalah yang baik dan benar memiliki ciri-ciri seperti berikut :

  1. Rumusan masalah yang berkualitas dirumuskan berupa kalimat tanya.
  2. Rumusan masalah jelas, padat, dan tidak bertele-tele.
  3. Dapat memberikan sebuah petunjuk atau sebagai titik sentral dalam suatu proses penelitian agar memungkinkan menampung data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah diakukan dalam rumusan masalah.
  4. Dapat mengarahkan cara berpikir kita terhadap suatu permasalahan.
  5. Masalah yang dipilih harus memiliki nilai penelitian.
  6. Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibilitas.
  7. Masalah yang dipilih juga harus sesuai dengan kualifikasi peneliti.

Kriteria dan Cara Membuat Rumusan Masalah

Dalam membuat rumusan masalah sebenarnya cukup mudah, kita hanya perlu membuah sebuah kalimat tanya. Lalu hubungkan kalimat tanya tersebut dengan masalah dan juga solusi yang berdasarkan teori.

Namun sebelum membuat rumusan masalah, sebaiknya kita harus memperhatikan kriteria perumusan masalah terlebih dahulu. Adapun kriteria yang harus diperhatikan dalam penulisan rumusan masalah adalah sebagai berikut :

  1. Masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan.
  2. Rumusan masalah dirumuskan secara jelas dan padat.
  3. Rumusan masalah mempunyai implikasi dari adanya data untuk dicari dan sebuah solusi dari suatu masalah.
  4. Masalah menjadi dasar dalam penyusunan judul dan proses penelitian yang akan dilaksanakan.

Setelah anda mengetahui kriteria dari rumusan masalah, maka selanjutnya anda bisa menyusun rumusan masalah. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Menemukan sebuah masalah.
  2. Menggabungkan masalah tersebut dengan teori-teori yang ada.
  3. Setelah itu membentuknya dalam sebuah kalimat rumusan masalah.

Nah, untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan contoh dari rumusan masalah.

Bentuk-bentuk Rumusan Masalah

Rumusan masalah mempunyai 4 bentuk. Keempat bentuk rumusan masalah ini yaitu rumusan masalah deskriptif, rumusan masalah komparatif, rumusan masalah kausal dan rumusan masalah kausal komparatif.

Pengertian

  1. Rumusan masalah Deskriptif

Rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang berhubungan dengan pertanyaan yang mencoba untuk mengulas sebuah variabel mandiri. Maksudnya adalah bahwa variabel ini tidak dihubungkan variabel yang lainnya.

Peneliti tidak akan membuat perbandingan antara variabel 1 dengan variabel lainnya. Begitu juga mencari hubungan tidak akan di lakukan oleh peneliti. Rumusan masalah deskriptif ini umumnya dibuat pada penelitian deskriptif.

  1. Rumusan Masalah Komparatirf

Rumusan masalah komparatif merupakan rumusan masalah yang berisikan pertanyaan yang membandingkan anatara keberadaan satu variabel atau lebih pada waktu dan tempat yang berbeda.

3. Rumusan Masalah Kausal
Rumusan masalah kausal juga disebut sebagai rumusan masalah sebab akibat. Rumusan masalah ini berbentuk pertanyaan yang menanyakan pengaruh penggunaan produk/ mesin/ alat/ media tertentu.

4. Rumusan Masalah Kausal Komparatif
Rumusan maslah yang berupa pertanyaan penelitian yang menanyakan perbandingan pengaruh penggunaan produk/mesin/alat/media antara tempat tertentu dengan tempat yang lain dan pada waktu yang berbeda.

Contoh Rumusan Masalah Pada Proposal Penelitian

Baca juga : Penulisan Daftar Pustaka Dari Internet

Contoh Rumusan Masalah Deskriptif

  1. Seberapa tinggi tinggi produktifitas kepala sekolah di SMP N 1 Semarang?
  2. Seberapa tinggi produktifitas dokter X di Rumah Sakit YP?
  3. Berapa lamakah ketahannan bola lampu merek X?
  4. Berapa lamakah ketahanan ban sepeda motor merek S?
  5. Seberapa besarkan keinginan warga di desa jati luweh untuk menolak kehadiran pabrik semen?
  6. Seberapa cepatkah lari pemain sepak bola di Indonesia?
  7. Seberapa kuatkah bangunan Y dapat menahan dari goyangan gempa?
  8. Seberapa panaskan suhu udara di sekitar kawah gunung berapa?
  9. Seberapa dinginkah suhu udara yang dapat di tahan oleh beruang kutub?
  10. Seberapa cepatkah lari dari hewan Cita?
  11. Seberapa tinggi motivasi siswa untuk tidak mencontek saat ulangan?
  12. Bagaimanakah reaksi siswa SMP Kelas 9 ketika melihat tindakan korupsi di melalui berita di televisi?
  13. Bagaimanakah pendapat siswa tentang perilaku mencontek?
  14. Bagaimanakah masyarakat di desa wonogodong mendenarkan dilakukan pembangnan Apartemen di Desa mereka?
  15. Bagaimanakah perhatian orang tua siswa terhadap siswa yang memiliki nilai ulangan tinggi?
  16. Seberapa lamakah siswa dengan nilai ulangan dibawah KKM Belajar?
  17. Seberapa tinggikah motivasi kariyawan untuk memajukan perusahaan yang mereka tempati untuk bekerja?
  18. Seberapa yakinkah siswa untuk memperoleh nilai tinggi di UN?
  19. Seberapa tinggikah nilai guru dalam tes keguruan?
  20. Bagaimanakah tingkat kejujuran siswa di SD X?
  21. Bagaimanakah tinggkat kedisiplinan siswa di SD Y?
  22. Bagaimanakah tingkat kedisiplinan pengendara motor di kota Semarang?
  23. Seberapa tinggikah tingkat kecelakaan yang terjadi di Kota S?
  24. Seberapa cepatkah pukulan smah yang dilakukan pemain Pelatnas PBSI?
  25. Seberapa jauhkah loncatan yang bisa dilakukan oleh atlet loncat nasional?
Contoh Rumusan Masalah Komparatif
  1. Adakah perbedaan hasil belajar siswa saat menggunakan media pembelajaran online dengan tanpa menggunakan media pembelaaran?
  2. Adakah perbedaan kinerja guru sebelum memperoleh sertifikasi dengan sesudah memperoleh sertifikasi?
  3. Adakah perbedaan cara belajar siswa dengan nilai ulangan diatas KKM dengan siswa dengan niai ulangan di bawah KKM?
  4. Adakah perbedaan kualitas padi yang di beri pupuk kimiah dengan padi yang diberikan pupuk organik?
  5. Adakah perbedaan kualitas sungai di bagian hulu dengan kualitas sungai di bagian hilir pada sungai di Kalimantan?
  6. Adakah perbedaan tingkat kejujuran siswa di sekolah dasar islam dengan siswa di sekolah dasar negeri?
  7. Adakah perbedaan kewibawaan antara seseorang yang bekerja di kantor dengan seseorang yang bekerja di lapangan?
  8. Adakah perbedaan kedewasaan antara perempuan dan laki-laki?
  9. Adakah perbedaan pengetahuan anatara siswa di perkotaan dengan siswa di desa?
  10. Adakah perbedaan cara bersosialisasi anatar anak desa dengan anak perkotaan?
  11. Adakah perbedaan cara bertahan hidup manusia pra sejarah di jawa dengan manusia pra sejarah di australia?
  12. Adakah perbedaan pendidikan karakter sekolah negeri dengan sekolah swasta?
  13. Adakah perbedaan kinerja kariyawan yang terjadi di kantor X dengan kantor Y?
  14. Adakah perbedaan kinerja kariawan setelah mendapatkan pelatihan dengan kinerja sebelum mendapatkan pelatihan?
  15. Adakah perbedaan motivasi kerjas kariyawan di perusahaan Y sebelum dan sesuah mendapatkan insentif?
  16. Adakah perbedaan hasil kinerja perusahaan sebelum dan sesudah menggunakan mesin baru?
  17. Adakah perbedaan jiwa patriotisme antara TNI AU dan TNI AD?
  18. Adakah perbedaan nasionalisme masyarakat di pelosok dengan masyarakat di perkotaan?
  19. Adakah perbedaan gaya berpakaian remaja sebelum mengenal internet dengan sesudah mengenal internet?
  20. Adakah perbedaan pola fikir setelah menonton ILC dengan sebelum menonton ILC?
  21. Adakah perbedaan penampilan pengacara baru dengan pengacara lawas?
  22. Adakah perbedaan cara penanganan penjahat korupsi dengan penjahat pencurian (umum)?
  23. Adakah perbedaan pelayanan terhadap pasien BPJS dengan pasien umum yang dilakukan oleh rumah sakit X?
  24. Adakah perbedaan keterampilan siswa SMK dengan siswa SMA?
  25. Adakah perbedaan cara kerja lulusan sarjana dengan lulusan SMA?
Contoh Rumusan Masalah Kausal
  1. Seberapa besar pengaruh penerapan kebijakan pola 3 in 1 untuk mengurangi kemacetan?
  2. Seberapa besar pengaruh kemacetan di DKI Jakarta terhadap kesehata warganya?
  3. Seberapa besar pengaruh internet terhadap perkembangan karakter remaja?
  4. Seberapa besar pengaruh instagram terhadap penampilan seseorang?
  5. Seberapa besar pengaruh foto selfi terhadap tingkat kepercayaan diri seseorang?
  6. Seberapa besar pengaruh BPJS dalam pengobatan masyarakat kurang mampu?
  7. Seberapa besar pengaruh C. Ronaldo terhadap real madrid?
  8. Seberapa besar pengaruh Suporter sepak bola terhadap kelangsungan hidup suatu tim di Indonesia?
  9. Seberapa besar pengaruh media pembelajaran terhadap minat siswa belajar?
  10. Seberapa besar pengaruh keterampilan guru bercerita terhadap motivasi belajar anak?
  11. Seberapa besar pengaruh iklan di TV terhadap peningkatan penjulan produk minuman Y?
  12. Seberapa besar pengaruh pemberitaan negatif terhadap nilai jual suatu produk?
  13. Adakah pengaruh gaya berpakaian terhadap tindakan keriminalitas?
  14. Adakah pengaruh penampilan sexy dengan popularitas seseorang?
  15. Adakah pengaruh menjadi youtuber dengan tingkat kecerdasan seseorang?
  16. Adakah pengaruh game terhadap tingkat keceradasan anak?
  17. Adakah pengaruh tidur siang terhadap kesehatan seseorang?

Leave a Comment