Contoh SK Tim Literasi SD, SMP, SMA, SMK

Posted on

SK Tim Literasi SD, SMP, SMA, SMK  – Berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 mengenai penumbuhan budi pekerti menyebutkan bahwa sekolah diharuskan untuk melakukan manajemen sekolah yang lebih baik lagi sehingga dibutuhkan pembentukan TLS (Tim Literasi Sekolah).



Pada tahun ajaran sebelumnya memang tidak ada peringatan yang diberikan kepada sekolah ataupun lembaga yang tidak membuat SK tim Literasi Sekolah. Namun sekarang ini pada aplikasi dapodik yang terbaru sudah ada kolom isian tentang SK Tim Literasi Sekolah. Jika operator sekolah tidak menginput surat keterangan tersebut maka dapat dipastikan akan muncul sebuah peringatan ketika melakukan validasi social.

Tanda peringatan ini tidak akan muncul jika operator sekolah memasukan isian pada aplikasi dapodik satuan tugas, instansi, nomor SK, TMT, TST, dan lainnya. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan contoh SK Tim Literasi Sekolah yang diharapkan bisa memudahkan Bapak/Ibu guru atau rekan-rekan operator sekolah yang mungkin sedang membutuhkan. Namun sebelum bagikan format SK literasi, kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai pembentukan Tim Literasi Sekolah.

Baca juga: Download RPP Adiwiyata SD, SMP, SMA

Pembentukan Tim Literasi Sekolah

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam pembentukan TLS (Tim Literasi Sekolah) :

Pertama, kepala sekolah akan mengamati beberapa guru yang dianggap mampu menumbuhkankembangkan literasi di sekolah. Adapun guru yang dimaksud dalam hal ini adalah guru bahasa dan guru mata pelajaran lain yang peduli akan literasi di sekolah.



Kedua, kepala sekolah memiliki kewenangan secara penuh akan melakukan rapat untuk menetapkan TLS yang terdiri dari satu guru bahasa, satu guru mata pelajaran lain, dan satu petugas perpustakaan atau tenaga kependidikan.

Ketiga, kepala sekolah memberikan tugas untuk tim literasi sekolah dengan surat keputusan atau surat penugasan yang resmi (diharapkan nantinya surat keputusan atau surat tugas ini bisa diperhitungkan sebagai tugas tambahan yang bisa dihargai sama sesuai dengan jam mengajar).

Keempat, semua anggota TLS memiliki kesempatan atau bertugas untuk mengikuti berbagai pelatihan (workshop) yang merupakan wujud dari pengembangan profesional mengenai literasi. Hal ini bisa dilakukan melalui kerjasama dengan institusi yang bersangkutan atau pihak eksternal (perguruan tinggi, dinas pendidikan, dinas perpustakaan, atau share pengalaman dengan sekolah lain). Bahkan jika perlu dibutuhkan pendampingan dari pihak eskternal.

Struktur Organisasi Tim Literasi Sekolah (TLS)

Struktur organisasi tim literasi sekolah (TLS) di sekolah terdiri dari ketua TLS (guru) dan beberapa anggota (setidaknya ada pengurus perpustakaan dan guru lain). Perlu diketahui bahwa posisi TTLS pada sebuah struktur organisasi sekolah sama dengan tim adiwiyata sekolah. Contoh struktur organisasi (TLS) tim literasi sekolah SMP bisa Anda lihat dengan melalui gambar berikut ini.

Tugas Tim Literasi Sekolah (TLS)

Tugas utama atau fungsi dari adanya sebuah time literasi sekolah (TLS) dalam mengembangkan gerakan literasi sekolah yaitu merencanakan, melaksanakan, melaporkan, melakukan asesmen dan melakukan evaluasi pada pelaksanaan GLS. Bahkan jika perlu, harus ada pendampingan dari pihak eksternal ketika memasuki tahap awal.



1. Perencanaan yang dilakukan pada tahap pembiasaan dengan cara menjadwalkan 15 menit membaca setiap hari dan langkah-langkah untuk menyukseskan peningkatan minat baca para siswa (mengubah pola pikir dan menjadi kegiatan membaca sebagai kebutuhan penting). Dalam hal ini bisa dibuat survei yang sederhana mengenai minat baca untuk:

a. Menangkap berbagai tema yang disukai oleh peserta didik, menyusun daftar buku yang direkomendasikan sesuai dengan hasil survei;

b. Melakukan perancangan dalam pengembangan perpustakaan dan sudut baca;

c. Merancang pengembangan jejaring internal dan eksternal

2. Pelaksanaan umumnya akan dilakukan dengan:

a. Mengawal pembiasaan membaca selama 15 menit setiap hari;

b. Memastikan berlangsungnya berbagi program GLS;

c. Melakukan monitoring dan evaluasi internal;

d. Berusaha untuk membangun jejaring bersama dengan pihak eksternal termasuk dengan melibatkan publik saat melaksanakan GLS;

e. Ikut serta dalam mengembangkan perpustakaan, sudut baca sekolah, dan melakukan kerja sama dengan guru dan siswa dalam  membangun sudut baca kelas;

Sementara untuk perincian berbagai program pengembangan GLS di sekolah adalah sebagai berikut ini:

Lingkungan Fisik

1). Karya peserta didik akan dipajang di area sekolah, seperti koridor dan kantor kepala sekolah, guru, administrasi, dan bimbingan konseling.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *