Contoh SK Tim Literasi SD, SMP, SMA, SMK

Posted on

4). Adanya budaya kolaborasi antara guru dan tenaga kependidikan, dengan cara mengakui kepakaran masing-masing.



5). Tenaga kependidikan memiliki waktu yang memadai untuk berkolaborasi untuk melaksanakan program literasi dan berbagai hal yang berhubungan dengan pelaksanaannya.

6). Tenaga kependidikan sekolah terlibat dalam proses untuk mengambil keputusan, khususnya saat melaksankan program literasi.

Lingkungan Akademik

1). Menyediakan waktu khusus dan cukup banyak  untuk melaksanakan pembelajaran dan pembiasaan literasi:

  1. Membaca dalam hati atau sustainde silent reading;
  2. Membaca buku dengan suara yang nyaring atau reading aloud;
  3. Membaca bersama atau shared reading;
  4. Membaca terpandu atau guided reading;
  5. Diskusi buku;
  6. Bedah buku;
  7. Melakukan presentasi (show-and-tell presentation).

2). Saat melakukan kegiatan literasi harus dijaga supaya tidak dikorbankan demi kepentingan yang lain.

3). Disepakati waktu berkala dengan membahas pelaksanaan gerakan literasi sekolah yang dimotori oleh tim literasi sekolah.



4). Buku fiksi ataupun nonfiksi disediakan dalam jumlah yang banyak di sekolah.

Buku cerita fiksi sebenarnya sama pentingnya dengan buku yang berbasis ilmu pengetahuan. Untuk jenjang pendidikan SMP setidaknya ada 200 judul buku pengayaan dan 20 judul buku referensi yang ada di sekolah (perpustakaan sekolah).

5). Ada beberapa buku penting yang harus dibaca oleh warga sekolah. Khusus untuk siswa SMP, ada dua belas buku bacaan yang merupakan nonpelajaran.

6). Ada kesempatan pengembangan profesional mengenai literasi yang diberikan khusus untuk staff, melalui kerja sama yang dilakukan dengan institusi terkait (seperti dinas pendidikan, perguruan tinggi, dinas perpustakaan).

7). Semua warga sekolah memiliki antusias untuk melakukan program literasi, yang memilikitujuan untuk membangun organisasi sekolah.

Evaluasi Kegiatan Literasi Sekolah



Asesmen dilakukan setiap minggu untuk kegiatan yang telah dilaksanakan. Untuk evaluasi GLS atau Gerakan Literasi Sekolah biasanya akan dilakukan dalam setiap semester. Hasil evaluasi nantinya dapat menentukan apakah sebuah sekolah mampu beralih jenjang mulai dari tahap pembiasaaan menuju ke tahap pengembangan ataupun tahap pengembangan menuju ke dalam tahap pembelajaran.

Saat menjalankan tugas, TLS diharuskan untuk melakukan koordinasi dengan guru BK (bimbingan dan konseling), wali kelas, kepala sekolah, dan pihak eksternal (seperti dinas pendidikan, perguruan tinggi, perpustakaan, sekolah lain, alumni, orang tua, dan juga jejaring masyarakat).  Koordinasi dengan pihak internal bisa dilakukan setiap minggu atau berdasarkan situasi dan juga kondisi sekolah. Untuk koordinasi dengan orang tua bisa dilakukan dengan buku penghubung atau pertemuan yang terjadwal.

Koordinasi eksternal bisa dilakukan secara terjadwal, dengan mengikuti jadwal dari dinas pendidikan, atau melakukan partisipasi dalam berbagai kegiatan. Sekolah yang sudah mencapai tahap pengembangan ataupun pembelajaran maka bisa melaksankan perencaan, pelaksanaan, asesmen dan juga evaluasi yang sesuai dengan tahapan itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.