Penjelasan Evaluasi Diri Sekolah

Posted on

Instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS) SMP



Instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS) SMA

Instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS) SMK

  1. Bagaimana sekolah menggunakan tingkat pencapaian?

Anggota TPS bersama-sama akan mencermati Instrumen EDS pada setiap aspek dari setiap standar. Sebaiknya perlu dipersiapkan peraturan menteri, indikator atau peraturan pemerintah yang berhubungan dengan SNP sebagai rujukan.

Berdasarkan kondisi yang nyata dari sekolah, anggota TPS menilai apakah sekolah merek sudah termasuk dalam tingkatan 1, 2, 3, atau  dalam pencapaian 8 SNP ini. Misalnya saja pada Standar Isi terdapat aspek kesesuaian dan relevansi kurikulum serta aspek penyediaan kebutuhan untuk pengembangan diri. Mungkin saja aspek kesesuaian dan relvansi kurikulum terdapat di tingkat 4, namun aspek kebutuhan untuk pengembangan diri berada di tingkat 2. Hal ini tidak akan menjadi masalah. Tingkat pencapaian pada setiap standar menggambarkan keadaan seperti apa kondisi kinerja sekolah ketika dilakukan penilaian yang berkaitan dengan pernyataan tertentu.

Apabila sudah menentukan tingkat pencapaiannya, sekolah harus menyertakan bukti fisik atas pengakuannya. Contoh bukti fisik atas keikutsertaan masyarakat dalam kehidupan sekolah yaitu rapat komite sekolah, notulen, daftar hadir, dan undangan.

Hasil dari semua penelitian dan penentuan tingkat pencapaian kinerja sekolah untuk aspek yang tertentu pada setiap standar akan ditulis pada lembar laporan penilaian atau rekapitulasi dengan menyertakan bukti fisik yang sesuai (lihat keterangan pada nomor 5 diatas).



Sekolah menetapkan tingkat pencapaian kinerja dan tidak hanya memberikan sebuah tanda cek atau contreng pada setiap bulir dalam Instrumen EDS.

Tingkat pencapaian kinerja sekolah bisa menjadi berbeda dalam aspek yang juga berbeda. Hal ini sangatlah penting karena sekolah wajib memberikan laporan kinerja apa adanya. Dalam pelaksanaan EDS yang akan dilakukan setiap tahun, sekolah memiliki dasar nyata aspek dan standar yang membutuhkan perbaikan secara terus-menerus.

Dengan menggunakan instrumen EDS ini, sekolah bisa mengukur dampak kinerjanya terhadap pembelajaran para siswa. Disamping itu, sekolah juga bisa memeriksa hasil dan tindak lanjutnya terhadap perbaikan layanan pembelajaran yang diberikan dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran para siswa.

  1. Bukti apa yang dapat ditunjukkan?

Bukti fisik yang menunjukkan tingkat pencapaian harus sesuai dengan aspek atau standar yang dinilai. Maka dari itu, perlu dimanfaatkan berbagai sumber informasi yang bisa dijadikan sebagai bukti fisik seperti misalnya kajian catatan, hasil observasi, dan hasil wawancara atau konsultasi dengan pemangku seperti komite sekolah, orang tua, guru, peserta didik, dan unsur lain yang terkait.

Perlu anda ketahui bahwa informasi kualitatif yang menggambarkan kenyataan bisa berasal dari informasi kuantitatif. Misalnya saja, Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) tidak hanya sekedar merupakan catatan tentang bagaimana pengajaran dilaksanakan. Dengan adanya dokumen kurikulum bukanlah satu-satunya bukti bahwa kurikulum sudah dilaksanakan.

Berbagai jenis bukti fisik bisa digunakan sekolah sebagai suatu bukti tingkat pencapaian tertentu. Disamping itu, sekolah juga harus menunjukkan sumber bukti fisik lainnya yang sesuai.



Baca juga : Cara Cetak Kartu NISN

  1. Bagaimana proses EDS membantu penyusunan rencana pengembangan sekolah?

TPS menganalisis informasi yang dikumpulkan, menggunakannya untuk mengidentifikasi dan menetapkan prioritas yang selanjutnya menjadi dasar penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.

Berdasarkan hasil EDS, sekolah mengembangkan RPS dengan prioritas peningkatan mutu kinerja sekolah yang dirumuskan secara jelas, dapat diobservasi dan diukur. Dengan demikian, RPS menjadi dokumen kinerja sekolah yang meliputi aspek implementasi, skala prioritas, batas waktu, dan ukuran keberhasilannya.

9. Laporan apa yang perlu disiapkan?

Sekolah menyusun laporan hasil EDS dengan menggunakan format yang terpisah, yang menyajikan tingkat pencapaian serta bukti-bukti yang digunakannya. Hasil EDS digunakan untuk dasar penyusunan RPS sekolah, namun dilaporkan juga ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kandepag untuk dianalisis lanjut dengan memanfaatkan EMIS (Educational Management Information System/Sistem Informasi Manajemen Pendidikan) bagi keperluan perencanaan dan berbagai kegiatan peningkatan mutu lainnya.

Laporan sekolah yang mengungkapkan berbagai temuan dapat digunakan untuk melakukan validasi internal (menilai dan mencocokkan) oleh pengawas sekolah, dan validasi external dengan menggunakan beberapa sekolah oleh Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) pada tingkat kecamatan dengan bantuan staf penjaminan mutu dari LPMP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *