Apa Itu Hakikat Belajar

Posted on

  1. Belajar berhubungan dengan perubahan perilaku.

Dalam proses belajar di sekolah, perubahan perilaku peserta didik mengacu pada kemampuan mengingat atau menguasai seluruh bahan belajar dan kecenderungan siswa mempunyai sikap dan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh guru. Untuk dapat mengukur apakah seseorang sudah belajar atau masih belum belajar, maka dibutuhkan adanya sebuah perbandingan antara perilaku sebelum dan sesudah melakukan kegiatan belajar. Jika terjadi perbedaan perilaku, maka bisa disimpulkan bahwa seseorang tersebut telah belajar.

  1. Perubahan perilaku itu terjadi karena didahului oleh proses pengalaman.

Pengalaman akan membatasi jenis-jenis perubahan perilaku yang dipandang mencerminkan belajar. Perubahan perilaku karena pertumbuhan dan kematangan fisik, seperti misalnya tinggi badan, berat badan, dan juga kekuatan fisik, tidak akan dipadang sebagai hasil belajar. Kematangan pada diri seseorang sangat berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik, dan kematangan ini akan menjadi prasyarat untuk belajar.



  1. Perubahan perilaku karena belajar bersifat relatif permanen.

Seseorang yang dapat memahami proses belajar dan menerapkan pengetahuan yang didapatkan dari kegiatan belajar pada kehidupan yang nyata, maka ia akan mampu menjelaskan segala sesuatu yang terdapat di lingkungannya. Belajar mengacu pada perubahan perilaku yang terjadi sebagai akibat dari interaki antara individu dengan lingkungan sekitarnya. Apa yang dipelajari seseorang bisa dijelaskan dan disimpulkan dari perubahan yang terjadi.

Perubahan perilaku pada setiap individu sangat berbeda-beda tergantung dari pengalaman yang telah mereka dapatkan. Pengalaman yang bermakna tentunya  akan membentuk perilaku yang lebih kuat. Seperti halnya dengan proses belajar pada siswa, saat proses belajar tidak bermakna kurang bermakna akan mengakibatkan perubahan perilaku yang terjadi bersifat sementara.

Oleh karena itu diperlukan adanya proses pembelajaran yang variatif yang mampu memberikan kesempatan bagi murid untuk bertanya, mencari dan mencoba sendiri apa yang tengah mereka pelajari. Kegiatan seperti ini akan memberikan kesan yang tersendiri bagi siswa sebagai hal yang menari dan tidak membosankan yang berujung pada kebermaknaan suatu pembelajaran. Dengan begitu, perubahan perilaku sebagai hasil proses belajar akan lebih maksimal.

Ciri – Ciri Belajar

Menurut Surya (1997) dalam Rusman (2015 :14) terdapat delapan ciri-ciri dari perubahan perilaku, yakni : 1) perubahan yang telah disadari dan disengaja, 2) perubahan yang berkesinambungan, 3) perubahan yang fungsional, 4) perubahan yang memiliki sifat positif, 5) perubahan yang memiliki sifat aktif, 6) perubahan yang memiliki sifat permanen, 7) perubahan yang memiliki tujuan dan terarah, 8) perubahan perilaku secara keseluruhan.

Perubahan yang disadari atau disengaja disini masksudnya adalah bahwa perubahan merupakan hasil dari suatu pemikiran. Perubahan yang dilakukan tanpa adanya suatu paksaan dan terjadi atas dasar keinginan. Perubahan berkesinambungan maksudnya adalah bahwa perubahan yang terjadi merupakan kelanjutan dari pengetahuan atau hasil dari perubahan sebelumnya.

Perubahan yang fungsional merupakan suatu perubahan yang baik, perubahan yang baik artinya bahwa perubahan yang terjadi akibat dari belajar adalah perubahan yang bisa berfungsi untuk hal-hal yang memiliki sifat positif.

Perubahan yang memiliki sifat aktif maksudnya adalah perubahan tersebut merupakan hasil dari perbuatan yang telah dilakukan, bukan karena sebuah perlakuan dari luar. Perubahan yang memiliki sifat permanen artinya adalah perubahan yang berlangsung lama dan tetap.

Perubahan ini bukan yang memiliki sifat sementara. Perubahan yang terarah maksudnya adalah perubahan tersebut telah direncanakan sedemikian rupa atau bisa juga diartikan sebagai perubahan yang disadari. Pengertian dari perubahan perilaku secara keseluruhan adalah bahwa perubahan yang terjadi secara menyeluruh tidak bagian per bagian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.