Apa Itu Hakikat Belajar

Posted on

B. Hakikat Pembelajaran

Kata pembelajaran diambil dari kata dasar “ajar” ditambah awalan “pe” dan akhiran “an” menjadi kata “pembelajaran”, diartikan sebagai proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar (Susanto 2013: 19).



Pembelajaran menurut Briggs (1992) dalam Rifa’i (2011:191) adalah “seperangkat peristiwa (events) yang mempengaruhi peserta didik sedemikian rupa sehingga peserta didik itu memperoleh kemudahan”.

Seperangkat peristiwa itu membangun suatu pembelajaran yang bersifat internal jika peserta didik  melakukan  self  instruction  dan  bersifat  eksternal  dengan  guru  sebagai pendidik.

Sedangkan menurut Winkel (1991) dalam Siregar (2014:12), “pembelajaran  adalah  seperangkat tindakan  yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa”.

Pembelajaran pada dasarnya bertujuan untuk mengarahkan bagaimana siswa berperilaku. Perilaku yang ditunjukan siswa harus sesuai dengan apa yang telah dirumuskan dalam tujuan sebagai hasil dari pembelajaran.

Hasil belajar akan diperoleh secara maksimal ketika pembelajaran tersebut memberi makna bagi siswa. Untuk itu, kreativitas guru dalam proses pembelajaran sangat diperlukan.

Gagne (1977) dalam Siregar (2014: 16-17) mengemukakan ada 9 prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran, sebagai berikut:

  1. Menarik perhatian yaitu hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang lucu, aneh, kontradiksi atau kompleks.
  2. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran.
  3. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari.
  4. Menyampaikan materi pelajaran.
  5. Memberikan bimbingan belajar yaitu melalui pertanyaan-pertanyaan.
  6. Memperoleh kinerja/penampilan siswa yaitu siswa diminta untuk menunjukan apa yang telah dipelajari.
  7. Memberikan balikan yaitu memberitahu seberapa jauh ketepatan penampilan siswa.
  8. Menilai hasil belajar yaitu memberikan tes / tugas.
  9. Memperkuat retensi dan transfer belajar yaitu merangsang kemampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman.

C. Hasil Belajar

Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009:3) hasil belajar merupakan  hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.

Pendapat tersebut menekankan bahwa hasil belajar berasal dari suatu interaksi. Interaksi adalah komunikasi anatar guru dan peserta didik. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar.

Baca juga : Pengertian Aktivitas Belajar

Sedangkan menurut Suprijono (2009:5) hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan ketrampilan. Hal ini berarti hasil belajar merupakan cerminan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran.

Cerminan ini merupakan akibat dari terjadinya suatu proses interaksi antar guru dan murid yang disebut dengan proses pembelajaran.

Keberhasilan siswa dalam mencapai hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Wasliman (2007) dalam Susanto (2013: 12-13) menyebutkan bahwa hasil belajar yang dicapai peserta didik merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhinya, faktor tersebut yaitu:

Leave a Reply

Your email address will not be published.