Pengertian Instrumen Kebijakan Fiskal

Posted on

Pengertian Instrumen Kebijakan Fiskal – Dalam dunia ekonomi tentunya kita sudah tak asing lagi dengan yang namanya kebijakan, hal ini karena kebijakan memiliki peran  yang sangat penting dalam jalannya perekonomian suatu negara sehingga akan lebih tertata dan sesuai dengan yang direncanakan.



Keberadaan kebijakan fiskal dalam ekonomi  adalah sebagai landasan atau dasar semua kegiatan yang berkaitan dengan dunia ekonomi baik dalam ruang lingkup kecil sampai besar. Maka dari itu, jenis kebijakan yang satu ini akan selalu ada dalam penyebutan ekonomi.

Pengertian Instrumen Kebijakan Fiskal

Sama halnya dengan fungsi sepatu bagi kaki kita, kaki kita diumpamakan sebagai kegiatan ekonomi dan sepatu adalah kebijakan yang akan selalu melindungi jalannya perekonomian. Ada banyak sekali kebijakan yang diterapkan dalam ekonomi, salah satunya ialah kebijakan fiskal.

Nah, kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai instrumen kebijakan fiskal, untuk lebih jelasnya mari langsung saja simak pembahasan detailnya berikut ini.

Baca juga: Dampak Pengangguran Di Indonesia

Pengertian Kebijakan Fiskal

Pengertian Instrumen Kebijakan Fiskal

Pertama kalinya kita akan mengulas secara lengkap tentang pengertian dasar dari kebijakan fiskal. Kebijakan  berasal dari kata bijak yang memiliki arti mahir atau ahli,  dapat juga diartikan tajam dalam berfikir, arah dan pebuh budi dalam bertindak.



Untuk tambahan kata ke-an yang mengikuti kata bijak diartikan sebagai rangkaian atau susunan suatu konsep yang menjadi pedoman dalam mencapai tujuan atau  cita-cita yang sudah direncanakan atau disiapkan terlebih dahulu.

Sementara itu, kata fiskal berasal dari bahasa Inggris yaitu fisc yang memiliki arti sebuah pembendaharaan maupun pengatur keluar masuknya uang. Dari dua pengertian ini  dapat disimpulkan bahwa kebijakan fiskal adalah sebuah kebijakan pemerintah untuk mengatur pengeluaran serta pemasukan dan pendapat negara sebagai suatu langkah konkret untuk menciptakan kesempatan kerja yang luas tanpa adanya masalah inflasi dan krisis uang.

Kebijakan fiskal adalah sebuah kebijakan ekonomi yang berperan untuk mengarahkan keadaan perekonomian suatu negara  untuk menjadi lebih baik dan produktif dari sebelumnya, dengan cara mengubah  pengeluaran dan pengeluaran yang dijalankan oleh pemerintah. Kebijakan ini lebih fokus pada pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Mungkin kita akan berfikir kalau fokusnya pada jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka apa perbedaannya dengan kebijakan moneter. Memang kebijakan fiskal hampir sama dengan kebijakan moneter, tetapi kebijakan fiskal lebih cenderung pada pengaturan pendapatan dan belanja yang dilakukan oleh pemerintah.

Atau bisa dikatakan juga bahwa kebijakan fiskal adalah sebuah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka atau dalam momen untuk memperoleh dana baru serta bagaimana pemerintah memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan berbelanja ataukah untuk melakukan pembangunan, pastinya keberadaan fiskal ini menjadi pedoman bagi pemerintah supaya bijak dalam memanfaatkan dana yang sudah ada. Pada dasarnya, kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan pengeluaran dan pemasukan negara.

Memacu Pertumbuhan Ekonomi Negara

Penting untuk diketahui bahwa kebijakan fiskal mempunyai dua macam aspek di dalamnya, yakni aspek kualitatif  dan aspek kuantitatif. Untuk aspek kualitatif, hal-hal yang menjadi pembahasan dalam aspek ini adalah jenis-jenis pajak, semua jenis pembayaran dan subsidi.



Sementara untuk aspek kuantitatif, hal-hal yang menjadi pembahasan dalam aspek ini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jumlah uang yang perlu ditarik dan dibelanjakan.

Kebijakan fiskal diterapkan oleh pemerintah dengan tujuan untuk dapat mempengaruhi hukum permintaan dan penawaran yang ada dalam masyarakat, dengan cara melakukan perubahan insentif bagi perusahaan dan individu. Agar memudahkan anda dalam memahami kebijakan fiskal, contohnya adalah APBN.

Tujuan Kebijakan Fiskal

Tujuan Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal memiliki tujuan yang sangat kompleks yaitu untuk mewujudkan suatu perekonomian atau sistem ekonomi yang makmur dan sejahtera sekaligus untuk menentukan arah dan tujuan, bidikan, prioritas pembangunan atau pembangunan nasional dan pastinya akan menghasilkan sebuah pertumbuhan ekonomi yang lebih maksimal. Berikut ini adalah tujuan kebijakan fiskal :

  1. Mencegah dan Mengurangi Tingkat Pengangguran

Mengatasi masalah pengangguran adalah salah satu tujuan utama diterapkannya kebijakan fiskal. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam mencapai kesempatan kerja penuh tidak hanya akan berakibat pada tingkat pendapatan nasional atau laju pertumbuhan ekonomi yang kurang maksimal tetapi dampak buruknya juga dapat menambah jumlah pengangguran yang ada. Hal ini pastinya akan memberikan dampak buruk bagi negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *