Instrumen Kebijakan Moneter

Posted on

Instrumen Kebijakan Moneter – Berbicara tentang kebijakan pastinya yang terlintas di benak kita adalah sebuah peraturan. Dalam semua aktivitas tentu saja kebijakan atau sebuah akan tindakan selalu dibutuhkan, hal ini dikarenakan untuk dapat mengatasi suatu masalah atau mengambil sebuah tindakan. Begitu juga dalam kegiatan perekonomian, dalam perputaran ekonomi akan diperlukan suatu kebijakan yang dapat mengatur dan mengkoordinir perjalanan tersebut.



Dalam ekonomi sendiri kebijakan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Namun pada kesempatan kali ini kita hanya akan membahas tentang kebijakan moneter terutama instrumen-instrumen yang dimiliki oleh kebijakan moneter.

Instrumen Kebijakan Moneter

Baca juga: Instrumen Kebijakan Fiskal

Sebelum itu kita akan membahas terlebih dahulu mengenai pengertian kebijakan moneter. Kebijakan dapat diartikan sebagai salah satu langkah atau suatu tindakan yang diambil oleh petinggi moneter yang disini bertindak ialah Bank Sentral atau Bank Indonesia untuk dapat mengatur atau mempengaruhi jumlah uang yang beredar dan daya beli atas uang tersebut. Pada dasarnya, kebijakan moneter adalah kebijakan yang berkaitan dengan masalah keuangan.

Adapun beberapa instrumen kebijakan moneter adalah sebagai berikut :

Instrumen Kebijakan Moneter

  1. Kebijakan Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

Operasi pasar terbuka merupakan sebuah kebijakan yang diambil oleh bank sentral untuk dapat mengurangi dan menambahkan jumlah uang yang tengah beredar di masyarakat. Hal tersebut akan dilakukan dengan cara menjual sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau bisa pula dengan membeli surat berharga yang terdapat dalam pasar modal.



Contoh dari kebijakan ini ialah pada saat Bank Indonesia melelang sertifikatnya atau bisa pula membeli atau menarik surat-surat berharga yang beredar di pasar modal.

Open Market Operation

Lelang sertifikat akan diberlakukan pada saat uang yang beredar di masyarakat berlebih maka dengan demikian jumlahnya dapat diminimalisir. Sedangkan pembelian surat-surat berharga diberlakukan pada saat uang yang beredar di masyarakat sedikit atau rendah maka dengan cara ini uang yang telah beredar di masyarakat akan kembali menjadi normal.

Konsekuensi dari kebijakan ini cukup besar karena tempatnya adalah di pasar terbuka, dimana semua pihak memiliki kebebasan untuk masuk dan melakukan bisnisnya. Akan tetapi di sisi lain dengan ikut pasar terbuka kita akan menjadi lebih mudah untuk mencapai tujuan utama, seperti misalnya untuk menjual sertifikat berharga kita lebih mudah untuk menemukan pihak yang akan membeli surat atau sertifikat.

Disamping itu, kita juga akan lebih mudah untuk membangun suatu jaringan dimana pada saat mengalami kesulitan atau masalah akan terselesaikan dengan baik dan efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.