Jabatan Fungsional Guru Terbaru

Posted on

Jabatan Fungsional Guru – Anda yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, atau yang berprofesi sebagai guru sudah pasti tidak asing dengan jabatan fungsional guru. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas lebih jauh seputar jabatan guru. Tidak hanya pengertiannya saja, namun juga berbagai hal yang berhubungan dengan jabatan guru secara fungsional.



Pengertian Jabatan Fungsional Guru

Kita awali dari apa itu jabatan fungsional guru. Menurut Peraturan Menpan dan Reformasi Birokrasi No. 16 tahun 2009, Jabatan fungsional guru adalah Jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.

pelantikan guru

Dari definisi di atas bisa kita ketahui bahwa jabatan fungsional guru hanya diberikan kepada pendidik dengan status PNS saja. Jenjang karir berupa jabatan fungsional ini masih bisa dipersempit berdasarkan pangkatnya.

Tidak hanya kedudukan saja, pangkat ini juga membedakan jumlah gaji yang diterima seorang guru dari yang lainnya.

Jenjang Kepangkatan Guru

Jenjang jabatan guru bisa dibagi menjadi beberapa macam. Antara lain guru pertama, guru muda, guru madya dan guru utama. Untuk lebih jelasnya Anda bisa lihat tabel di bawah ini:

Golongan



/ruang

Jenjang Pangkat Jenjang Jabatan*
Sekarang Dulu
1 III/a Penata Muda Guru Pertama Guru Madya
2 III/b Penata Muda Tk.I Guru Pertama Guru Madya Tk.I
3 III/c Penata Guru Muda Guru Dewasa
4 III/d Penata Tk.I Guru Muda Guru Dewasa Tk.I
5 IV/a Pembina Guru Madya Guru Pembina
6 IV/b Pembina Tk.I Guru Madya Guru Pembina Tk.I
7 IV/c Pembina Utama Muda Guru Madya Guru Utama Muda
8 IV/d Pembina Utama Madya Guru Utama Guru Utama Madya
9 IV/e Pembina Utama Guru Utama Guru Utama

Perlu dicatat, penyebutan jenjang golongan pada tabel di atas diurutkan berdasarkan pangkat terendah, yakni IIIa – Guru Pertama sampai dengan yang paling tinggi, yaitu IV/e – Guru Utama.

Angka Kredit Guru

Jenjang pangkat masing-masing jabatan fungsional guru diperoleh berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jabatan. Untuk diketahui, angka kredit adalah satuan nilai tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang perlu dicapai oleh seorang guru dalam rangka pembinaan karir kepangkatan dan jabatannya.

Tim penilai jabatan fungsional guru merupakan tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan mempunyai tugas untuk menilai prestasi kerja guru. Sedangkan penilaian kinerja guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir kepangkatan dan jabatannya.

Baca juga: Kode Etik Guru Indonesia

Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit dibagi menjadi dua, yakni unsur utama dan unsur penunjang.

Unsur Utama

Pada unsur utama ada beberapa kegiatan yang meliputinya, yakni:

  1. pendidikan;
  2. pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah; dan
  3. pengembangan keprofesian berkelanjutan (pengembangan diri dan publikasi ilmiah/karya inovatif).

Unsur Penunjang

Unsur penunjang merupakan kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas guru. Unsur ini terdiri dari:



  1. memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya;
  2. memperoleh penghargaan/tanda jasa; dan
  3. melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas Guru, antara lain :
  • membimbing siswa dalam praktik kerja nyata/praktik industri/ekstrakurikuler dan sejenisnya;
  • menjadi organisasi profesi/kepramukaan;
  • menjadi tim penilai angka kredit; dan/atau
  • menjadi tutor/pelatih/instruktur.

Jumlah Angka Kredit Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Guru yang ingin menaikkan jabatan fungsionalnya perlu memahami aturan yang berhubungan dengan angka kredit guru. Ada syarat tertentu mengenai jumlah angka kredit untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Penetapan Kenaikan jabatan bisa dipertimbangkan jika:

  1. Paling singkat 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir
  2. Memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan
  3. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) paling kurang bernilai baik dalam satu tahun terakhir

Menurut ketentuan pasal 17 dalam PermenPANRB Nomor 16 Tahun 2009, jumlah minimum angka kredit untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat atau jabatan guru dari unsur pengembang keprofesian berkelanjutan bisa Anda simak pada tabel di bawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *