Juknis Penulisan Ijazah Tahun 2020 / 2021

Posted on

Juknis Penulisan Ijazah Tahun 2020 / 2021 – Sekarang ini pemerintah sudah menerbitkan regulasi mengenai petunjuk teknis penulisan blangko ijazah tahun 2021. Adapun junkis ini sudah tertulis dalam peraturan seketrasi jenderal atau sekjen kemendikbud no 23 tahun 2020 mengenai spesifikasi teknis, bentuk, dan tata cara dalam mengisi blangko ijazah pendidikan dasar dan pendidikan menengah tahun pelajaran 2021/2021.



Dalam peraturan ini mencakup konten yang ada pada blangko ijazah dan petunjuk teknis penulisan ijazah untuk jenjang pendidikan sekolah dasar dan menengah. Ujian Nasional tahun 2020 telah dihapus dikarenakan Covid 19 sehingga hal ini membuat nilai UN tidak akan lagi ditulis dalam blangko ijazah.

Semoga dengan adanya “Juknis Penulisan Ijazah Tahun 2021” ini bisa dijadikan sebagai petunjuk yang paling tepat bagi para penulis ijazah dalam setiap satuan pendidik. Berikut ini adalah tata cara dalam mengisi blangko Depan Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, dan SMAL Tahun 2021 berdasarkan lampiran II Peraturan resmi yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Juknis MPLS Terbaru 2021 SD SMP SMA

a. Umumnya ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, dan SMALB akan diterbitkan secara langsung oleh Satuan Pendidikan terkait.

b. Ada 3 macam jenis ijazah yang digunakan, yakni ijazah untuk sekolah yang menerapkan kurikulum 2006, ijazah untuk sekolah yang menerapkan kurikulum 2013, dan juga ijazah untuk SPK yang menggunakan kode Blangko sebagai berikut ini:



c. Ijazah yang terdiri dari 2 muka yang dicetak dengan bolak-balik, yang dimana identitas dan redaksi berada di halaman muka, sedangkan ujian atau daftar nilai ujian berada di halaman belakang.

d. Ijazah Satuan Pendidik pada umumnya akan diisi oleh panitia penulisan ijazah yang telah dibentuk dan ditetapkan secara langsung oleh kepala sekolah.

e. Untuk pengisian ijazah umumnya ditulis dengan tulisan tangan menggunakan tulisan huruf yang benar, jelas, rapi, bersih, dan mudah untuk dibaca. Selain itu, dalam pengisian ijazah diharuskan untuk menggunakan tinta berwarna hitam yang tidak mudah luntur dan sulit dihapus.

f. Jika dalam pengisian ijazah terjadi kesalahan maka tidak boleh dicoret, ditimpa, ataupun dihapus. Namun harus segera diganti dengan Blangko Ijazah yang masih baru. Maka dari itu, usahakan untuk berhati-hati dalam penulisan.

g. Ijazah yang mengalami kesalahan ketika dalam pengisian maka harus disilang dengan menggunakan tinta warna hitam di kedua sudut yang berhalaman tepat di halaman muka dan belakang.

1). Apabila pengisian blangko ijazah sudah selesai dilakukan, ijazah yang mengalami kesalahan dalam penulisan harus segera dimusnahkan. Saat memusnahkan ijazah tersebut harus disertai berita acara pemusnahan.



2). Proses pemusnahan blangko ijazah akan dilakukan oleh Satuan Pendidikan, yang menjadi saksi adalah kepala sekolah dan pihak kepolisian.

Berita acara dalam memusnahkan blangko ijazah seperti yang sudah dijelaskan diatas akan ditandatangani oleh kepala sekolah dan pihak dari kepolisian. Sementara untuk petunjuk khusus dalam pengisian halaman depan blangko ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA dan SMALB adalah sebagai berikut.

Di bawah ini kami akan memberikan contoh untuk jenjang sekolah menengah (SMP) pengisian blangko laman depan dan belakang.

Baca juga: Cara Melihat Jumlah Pelamar Di SSCN 2022

Silahkan Anda perhatikan gambar diatas. Kemudian berikut ini kami akan memberikan keterangan petunjuk khusus pengisian halaman depan blangko ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, dan SMALB seperti yang dimaksud pada gambar diatas, mulai gambar 1 sampai gambar 11.

1). Angka 1 berisi nama sekolah terkait yang telah menerbitkan ijazah berdasarkan nomenklatur.

2). Angka 2 berisi nomor pokok sekolah nasional yang telah menerbitkan ijazah.

3). Angka 3 berisi nama kabupaten atau kota. Diisi dengan nama nomenklatur kabupaten atau kota.

4). Angka 4 berisi nama provinsi.

5). Angka 5 berisi nama peserta didik yang merupakan pemilik ijazah, pengisiannya harus menggunakan huruf kapital. Namanya harus sesuai dengan yang tertulis dalam akte kelahiran atau dokumen kelahiran yang sah berdasarkan peraturan perundang-undangan atau ijazah yang didapatkan dari Satuan Pendidikan jenjang dibawahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *