Karakteristik Siswa SD Menurut Ahli


Karakteristik Siswa SD Kelas Tinggi – Pendidikan merupakan sebuah usaha untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan potensinya untuk menyongsong masa depan. Lewat pembelajaran, diharapkan ada perubahan kualitas pada tiga aspek pendidikan, antara lain kognitif, afektif dan psikomotor.

Seperti yang diketahui, tujuan dari pembelajaran sendiri tidak lain adalah untuk meningkatkan wawasan, perilaku dan keterampilan. Sehingga tujuan akhirnya adalah terwujudnya insan yang berkarakter dan berilmu. Agar tujuan tersebut tercapai, cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan pendidikan karakter di sekolah. Yakni dengan mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam setiap pelajaran.

Dengan begitu siswa akan bisa menguasai kompetensi atau materi yang ditargetkan. Di samping itu proses pembelajaran juga dirancang untuk menjadikan siswa mengenal, menyadari dan menginternalisasi nilai-nilai karakter dan menjadikannya perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

karakter anak sd

Pendidikan karakter menjadi salah satu hal yang penting untuk diajarkan di sekolah, termasuk di tingkat sekolah dasar. Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik mengenal, peduli dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil. Demikian menurut pendapat Hudiyono.

Pendidikan karakter mempunyai tiga tujuan utama. Antara lain menguatkan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang dianggap penting dan perlu. Sehingga peserta didik mempunyai kepribadian yang khas sebagaimana nilai-nilai yang dikembangkan.

Selain itu tujuan pendidikan karakter adalah untuk mengoreksi perilaku peserta didik yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah. Selanjutnya pendidikan karakter juga bertujuan untuk membangun koneksi yang harmoni dengan keluarga dan masyarakat dalam memerankan tanggung jawab pendidikan karakter secara bersama.

Baca juga: Kode Etik Sekolah Dasar Lengkap

Menurut Julaiha pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran bisa dilakukan dengan pengenalan nilai-nilai, pengintegrasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam ataupun luar kelas pada semua mata pelajaran.

Karakteristik Siswa SD

Pendidikan karakter perlu diajarkan di semua jenjang pendidikan, terutama sekolah dasar. Pertama-tama kita bahas terlebih dahulu pengertian anak sekolah dasar.

Anak sekolah dasar atau anak SD adalah mereka yang berumur antara 6-12 tahun atau biasa disebut dengan proses intelektual. Pengetahuan anak akan berkembang pesat seiring dengan bertambahnya usia. Di samping itu keterampilan yang dikuasai juga akan semakin beragam.

karakteristik siswa

Pada periode ini minat anak terfokus pada semua hal yang bersifat dinamis bergerak. Implikasinya anak cenderung untuk melakukan berbagai aktivitas yang berguna pada proses perkembangannya nanti.

Ada beberapa karakteristik yang dapat diidentifikasi pada siswa sekolah dasar berdasarkan kelas-kelas yang ada pada sekolah dasar. Yakni karakteristik siswa sekolah dasar kelas rendah dan karakteristik siswa sekolah dasar kelas tinggi. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut seputar kedua golongan tersebut.

Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Kelas Rendah

Usia sekolah dasar juga disebut sebagai periode intelektualitas atau periode keserasian bersekolah. Anak dengan usia 6-7 tahun dianggap sudah matang untuk masuk sekolah. Menurut Notoatmodjo, siswa kelas rendah sekolah dasar mempunyai beberapa karakteristik khusus, antara lain:

  1. Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan kesehatan pertumbuhan jasmani dengan prestasi sekolah
  2. Siswa memiliki kecenderungan memuji diri sendiri
  3. Suka membanding-bandingkan diri dengan anak lain
  4. Anak pada masa ini, terutama umur 6-8 tahun, menghendaki nilai yang baik tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak
  5. Tunduk pada peraturan-peraturan permainan yang ada di dalam dunianya
  6. Jika tidak bisa menyelesaikan suatu sola, maka soal itu tidak dianggap penting.

Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Kelas Tinggi

Siswa sekolah dasar kelas tinggi juga mempunyai beberapa karakteristik yang berbeda dengan kelas rendah. Berikut adalah beberapa karakteristik tersebut:

  1. Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit
  2. Realistik serta memiliki rasa ingin tahu dan ingin belajar
  3. Menjelang akhir masa ini, siswa memiliki minat terhadap hal-hal atau mata pelajaran khusus.
  4. Pada umur 11 tahun anak memerlukan bantuan guru atau orang-orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugasnya dan memenuhi keinginannya. Di umur ini umumnya anak mendapatkan tugas-tugas dengan beban dan menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha menyelesaikannya sendiri.
  5. Anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi sekolah
  6. Anak-anak gemar membentuk kelompok sebaya. Biasanya untuk bisa bermain bersama-sama. Dalam permainan biasanya anak tidak lagi terikat pada aturan permainan tradisional, melainkan mereka membuat peraturan sendiri.

Karakteristik Anak Sekolah Dasar

karakteristik anak sd

Supariasa mengemukakan pendapat bahwa karakteristik anak sekolah berusia 6-12 tahun terbagi menjadi empat bagian, antara lain fisik, emosi, sosial dan intelektual. Untuk lebih jelasnya berikut adalah penjabaran keempat bagian tersebut.

Baca juga: Visi Misi Sekolah Dasar

Fisik atau Jasmani

  1. Pertumbuhan lambat dan teratur.
  2. Anak wanita biasanya lebih tinggi dan lebih berat di banding laki-laki dengan usia yang sama.
  3. Anggota-anggota badan memanjang sampai akhir masa ini.
  4. Peningkatan koordinasi besar dan otot-otot halus.
  5. Pertumbuhan tulang, tulang sangat sensitif terhadap kecelakaan.
  6. Pertumbuhan gigi tetap, gigi susu tanggal, nafsu makan besar, senang makan dan aktif.
  7. Fungsi penglihatan normal, timbul haid pada akhir masa ini.

Emosi

  1. Suka berteman, ingin sukses, ingin tahu, bertanggung jawab terhadap tingkah laku dan diri sendiri, mudah cemas jika ada kemalangan di dalam keluarga.
  2. Tidak terlalu ingin tahu terhadap lawan jenis.

karakter siswa sd

Sosial

  1. Senang berada di dalam kelompok, berminat di dalam permainan yang bersaing, mulai menunjukkan sikap kepemimpinan, mulai menunjukkan penampilan diri, jujur, sering punya kelompok teman-teman tertentu.
  2. Sangat erat dengan teman-teman sejenis, laki-laki dan wanita bermain sendiri-sendiri.

Intelektual

  1. Suka berbicara dan mengeluarkan pendapat minat besar dalam belajar dan keterampilan, ingin coba-coba, selalu ingin tahu sesuatu.
  2. Perhatian terhadap sesuatu sangat singkat.

Tugas dan Peran Guru SD

Guru harus memahami ciri-ciri anak didiknya. Hal ini ditujukan untuk kesiapan pembelajaran. Untuk bisa menghadapi bahan belajar dengan baik, siswa dituntut menunjukkan adanya perhatian. Perhatian seseorang terhadap sesuatu bisa ditunjukkan dari gerak-geriknya.

Perhatian merupakan titik awal yang mengarahkan kepada belajar. Sehingga perhatian menjadi prasyarat dalam belajar. Dengan adanya perhatian maka akan muncul ketertarikan terhadap sesuatu yang dihadapi, sehingga berikutnya diharapkan terjadinya proses belajar. Oleh karenanya penting bagi guru untuk mengetahui sifat-sifat atau karakter siswa SD.

karakter murid

Menurut Jean Piaget, Usia siswa sekolah dasar (7-12 tahun) masuk dalam stadium operasional konkrit. Maka dari itu guru harus bisa merancang pembelajaran yang bisa membangkitkan siswa untuk belajar dengan berbagai upaya. Misalnya waktu pelajaran yang tidak terlalu panjang, kegiatan belajar yang bervariasi dan menarik bagi siswa. Hal tersebut penting karena perhatian anak pada usia tersebut masih mudah beralih.

Perhatian anak juga sering berfokus pada lingkungan terdekat. Kedekatan tersebut bisa bersifat langsung maupun tidak langsung. Bersifat langsung misalnya saat melihat kendaraan mereka akan lebih tertarik pada bentuk dan warna daripada fungsinya. Dengan kata lain anak-anak lebih tertarik pada wujud benda konkritnya dalam memahami suatu konsep.

Demikian juga dengan pengalaman yang termediasi. Hal ini bisa memicu perhatian mereka. Contohnya adalah membaca buku atau cerita maupun acara televisi yang bisa membuka wawasan anak.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, siswa SD juga memiliki karakteristik banyak bergerak. Maka dari itu dibutuhkan perencanaan yang baik sehingga gerak yang menjadi kebutuhan anak mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk dicatat, gerak tidak hanya bersifat fisik saja namun juga gerak atau keaktifan pikiran. Keaktifan berpikir bisa disertai gerak fisik. Contohnya saat siswa mencari data di lapangan mereka akan membutuhkan banyak gerak fisik.

Sementara siswa yang sedang mengerjakan soal tidak membutuhkan membaca dengan suara yang nyaring, namun ia aktif berpikir dengan tenang. Dengan begitu keaktifan atau pengalaman sangat bermanfaat dalam belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *