Contoh Kerangka Berpikir

Contoh Kerangka Berpikir – Penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari pengetahuan yang biasa dilakukan dengan metode penelitian.

Sedangkan metode penelitian sendiri adalah cara yang dilakukan oleh peneliti untuk dapat menemukan pengetahuan yang dilakukan dengan cara ilmiah.

Suatu proses dapat dikatakan ilmiah apabila suatu kegiatan pencarian pengetahuan mempunyai ciri-ciri rasional, empiris, dan sistematis.

Lalu apakah yang dimaksud rasional, empiris, dan sistematis?

  1. Rasional memiliki arti bahwa kegiatan yang dilakukan dalam penelitian bisa dibilang masuk akal.
  2. Empiris mempunyai arti bahwa cara yang dilakukan untuk mendapatkan data-data atau informasi bisa ditangkap dengan panca indra. Atau dengan kata lain juga bisa diamati. Terlihat dan nampak.
  3. Sistematis memiliki arti bahwa sebuah pengetahuan bisa didapat dengan langkah-langkah tertentu yang logis.

Dalam melakukan sebuah penelitian, maka seorang peneliti harus melakukannya dengan langkah-langkah yang sistematis. Ada beberapa urutan yang wajib dipahami oleh peneliti. Seperti menentukan masalah, mencari solusi, menentukan variabel, dan menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lainnya. Harus dilakukan dengan benar.

Baca juga : Contoh Makalah Sederhana Untuk SMP SMA

Pada penelitian, ada sebuah hal yang sangat menentukan jalannya penelitian. Hal yang dimaksud disini adalah kerangka berpikir. Apakah kerangkah berpikir itu?

Pengertian Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir adalah model (gambar) berupa konsep mengenai hubungan antara variabel yang satu dengan berbagi faktor lainnya. Jadi bisa disimpulkan bahwa kerangka berpikir merupakan gambaran mengenai konsep bagaimana suatu variabel mempunyai hubungan dengan variabel lainnya. Bagaimana faktor-faktor dalam penelitian tersebut bisa saling berhubungan.

Disamping itu, kerangka berpikir juga menjadi sebuah landasan bagi seorang peneliti untuk dapat menentukan hipotesis. Bagaimana kerangka berpikir dapat menentukan hipotesis?

Dalam kerangka berpikir yang baik, akan dipaparkan mengenai pertautan antara variabel yang diteliti. Jadi, apabila terdapat dua variabel dalam penelitian seperti variabel dependen dan independen maka kerangka berpikir akan memaparkan bagiamana hubungan antara kedua variabel tersebut disertai dengan teori-teori yang mendukung.

Contoh : Pengaruh media pembelajaran X terhadap hasil belajar siswa Y pada mata pelajaran matematika materi S.

Pada contoh diatas terdapat variabel dependen dan independen. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi, dalam hal ini maka hasil belajar sebagai variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen yakni media X.

Pada kerangka berpikir, seorang peneliti harus dapat menggambarkan konsep hubungan antara kedua variabel tersebut. Bagimana bisa seorang peneliti mempunyai “pikiran” bahwa siswa hasil belajar siswa dapat meningkat apabila diberikan perlakuan penggunaan media Z. Konsep ini nantinya akan didukung oleh teori-teori yang dapat mendukungnya.

Langkah-Langkah Menyusun Kerangka Berpikir

Sebelum melihat bagiamana contoh dari kerangka berpikir. Maka sebaiknya kita pahami dulu bagaimana cara membuat kerangka berpikir. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.

Berdasarkan gambar tersebut, maka bisa kita ketahui bahwa langkah-langkah dalam menyusun kerangka berpikir adalah sebagai berikut :

  1. Menetapkap variabel yang detail

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang peneliti dalam membuat kerangka berpikir adalah menentukan variabel secara detail. Jadi untuk memperoleh teori apa saja yang nantinya akan dicari untuk mendukung terbentuknya kerangka berpikir yang jelas. Peneliti harus dapat menentukan variabel dahulu.

Caranya adalah perhatikan judul yang sudah dibuat, di dalam judul tersebut tentukan variabel-variabel didalamnya. Apakah hanya terdapat satu variabel saja atau lebih. Tuliskan semua variabel yang sudah anda temukan. Dari situlah peneliti dapat menemukan jumlah variabel dan nama dari variabelnya. Dari variabel tersebut akan menjadi titik tolak dalam pengembangan teori.

  1. Membaca Buku dan Hasil Penelitian

Ini merupakan sebuah langkah yang umum dalam mempelajari suatu hal. Begitu juga dalam penelitian kita harus berbekal ilmu pengetahuan yang relevan dengan penelitian. Maka langkah berikutnya setelah anda menentukan variabel adalah membaca buku-buku yang relevan dengan penelitian (variabel).

Buku-buku yang dibaca bisa berupa buku teks, buku online, ensiklopedia, jurnal, dan hasil-hasil penelitian seperti skripsi, tesis, dan disertasi.

  1. Memberikan Penjelasan Teori-Teori yang ada pada kerangka berpikir

Pada tahap pertama, kita sudah dapat menentukan variabel-variabel secara detail. Dari variabel tersebut akan ditentukan juga beberapa teori yang mendukung variabel tersebut. Maka dari itu, pada tahap ini peneliti diminta untuk menjelaskan beberapa teori yang terdapat pada kerangka berpikir. Peneliti harus memberikan penjelasan secara deduktif tentang hubungan antar variabel penelitian. Tahapan berpikir deduktif terdiri dari tiga hal, yaitu :

  1. Tahap penelaahan konsep atau conceptioning adalah tahapan dalam menyusun konsepsi-konsepsi (mencari konsep-konsep atau variabel dari proposisi yang sudah ada, yang dinyatakan dengan benar).
  2. Tahap pertimbangan atau judgement adalah tahapan penyusunan ketentuan-ketentuan (mendukung atau menentukan masalah akibat pada konsep atau variabel dependen).
  3. Tahapan penyimpulan atau reasoning adalah pemikiran yang menyatakan hal-hal yang berlaku pada teori, berlaku juga bagi hal-hal yang khusus
  4. Memberikan argumen teoritis mengenai hubungan antar variabel yang diteliti

Argumen teoriti dalam kerangka berpikir adalah salah satu upaya untuk mendapatkan jawaban atas rumusan masalah. Dalam prakteknya, membuat argumen teoritis membutuhkan kajian teoritis atau hasil-hasil penelitian yang relavan. Hal tersebut akan dilakukan sebagai petunjuk atau arah bagi pelaksaan penelitian.

Hal lainnya yang harus anda perhatikan adalah, karena argumen teoritis sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan jawaban atas rumusan masalah maka hasil dari argumen teoritis adalah jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian. Akhirnya, produk dari kerangka berpikir adalah sebuah jawaban sementara atas rumusan masalah atau hipotesis.

  1. Merumuskan Model Penelitian

Model penelitian merupakan konstruksi kerangka berpikir atau konstruksi kerangka teoritis yang diragakan berupa diagram atau persamaan-persamaan matematik tertentu. Esensinya menyatakan hipotesis penelitian. Karena merupakan konstruksi kerangka berpikir maka suatu model akan menampilkan :  (a) jumlah variabel yang akan diteliti, (b) prediksi mengenai pola hubungan antar variabel, (c) dekomposisi hubungan antar variabel, dan (d) jumlah parameter yang akan diestimasi.

Contoh Kerangka Berpikir Dalam Penelitian

Judul Penelitian :

Kerangka Berpikir

Penggunaan media pembelajaran quipper school di SMP Negeri 4 semarang akan dipakai untuk dapat membantu guru dan peserta didik melakukan pembelajaran dimana saja dan kapan saja.

Aplikasi E-learning ini akan membantu peserta didik dalam mengakases materi, soal dan bahkan ujian sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh guru. Berikut dibawah ini adalah alur kerangka berpikir dari teori yang telah diterapkan oleh peneliti.

Quipper school merupakan suatu media yang memberikan konten-konten pembelajaran dalam mendukung aktivitas belajar mengajar. Dari skema tersebut, penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui apakah ada  pengaruh dan kendalah yang dihadapi peserta didik dalam penggunaan media pembelajaran quipper school. Pastinya penggunaan ini bisa meningkatkan hasil belajar siswa melalui menu yang tersedia.

Baca juga : Makalah Tentang Komunikasi

Media pembelajaran quipper school merupakan sebuah cara untuk melihat hasil belajar peserta didik dimana seorang guru dituntut untuk selalu menggunakan media quipper school dalam kegiatan belajar mengajar dan memberitahukan kepada peserta didik manfaat dari penggunaan media tersebut.

Selain teori yang terdapat di buku, quipper school juga menyediakan materi dari berbagai tingkat pendidikan SMP dan SMA. Hal ini tentunya akan memudahkan guru ataupun peserta didik, sebab guru dapat memberikan soal melalui soal yang terdapat di apilkasi kemudian jawaban dan hasil secara otomatis akan langsung muncul tanpa dinilai secara manual.

Kegiatan ini dapat mempermudah kegiatan pembelajaran serta melatih peserta didik dalam mengenal teknlologi baru dan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan hal ini akan mendorong semua pihak terutama peneliti untuk dapat mengetahui penggunaan media pembelajaran quipper school untuk meningkatkan hasil belajar.

Leave a Comment