Ketuntasan Belajar Menurut Kurikulum 2013

Posted on

Ketuntasan Belajar Pada Kurikulum 2013 – Ketuntasan belajar dalam pendidikan memiliki kriteria tersendiri yang harus dicapai oleh pendidik dan peserta didik dalam proses belajar mengajar.



Kriteria Ketuntasan Minimal atau yang biasa disebut dengan istilah KKM merupakan acuan kriteria ketuntasan belajar yang mengacu pada potensi dari pembelajaran, karakter dari peserta didik, materi dalam pembelajaran, dan juga kondisi dalam pendidikan itu sendiri.

Berdasarkan Permendikbud No. 104 th 2014, yang membahas tentang Penilaian Hasil Belajar pada jenjang Dikdasmen. Pembelajaran mencapai kata tuntas apabila sudah mencapai tingkat minimal dari kompetensi yang telah ditentukan, yaitu mencakup kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan juga keterampilan yang mencapai pada kriteria penguasaan substansi dan ketuntasan dalam pembelajaran pada kurun waktu belajar mengajar yang telah ditentukan dalam perangkat pembelajaran.

Baca juga: Ketuntasan Belajar Menurut Permendikbud

Kriteria Ketuntasan Belajar

Dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM harus memperhatikan beberapa aspek sebagai berikut:

1. Menghitung Kompetensi Dasar atau KD dalam setiap mata pelajaran pada setiap kelas.

2. Menentukan kategori berat atau ringannya kekuatan nilai dari setiap aspek atau komponen, lalu bisa disesuaikan dengan aspek – aspek yang ada. Aspek – aspek yang dimaksud adalah sebagai berikut:



  • Aspek Kompleksitas

Aspek kompleksitas yang dimaksud adalah tigkat kekompleksan dari Kompetensi Dasar dalam pembelajaran. Semakin kompleks atau semakin sulit Kompetensi Dasar maka nilainya semakin rendah, begitu sebaliknya jika Kompetensi dasar semakin mudah maka nilainya semakin tinggi.

  • Aspek Sumber Daya Pendukung Pendidikan dan Tenaga Pendidikan

Aspek sumber daya pendukung dan tenaga pendidikan di sini menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan, pasalnya tingkat sumber daya pendukung dan tenaga pendidik memiliki pengaruh yang besar pada hasil belajar.

Jika sumber daya pendukung dan tenaga pendidikan memiliki tingkat kemamuan akademik atau profesionalime yang tinggi maka akan mendapatkan nilai yang tinggi juga. Sedangkan jika akademik dan profesionalisme kurang juga kan mempengaruhi rendahnya nilai yang didapat.

Baca juga: Aplikasi KKM SD Kurikulum 2013

  • Aspek Sumber Daya Pendukung Sarana dan Prasarana Pendidikan

Sarana dan prasarana juga menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Semakin baik dan lengkap tenaga pendukung dalam sarana dan prasarana maka semakin tinggi pula pengaruh guna meningkatkan nilai belajar. Oleh karena itu penting dalam memperhatikan tenaga pendukung dalam aspek sarana dan prasarana.



  • Aspek Intake

Intake (kemampuan alami) atau kemampuan dasar awal yang dimiliki oleh peserta didik sebelum menerima materi yang disampaikan dalam proses pembelajaran. Jika siswa memiliki intake yang tinggi maka kemungkinan besar juga akan memiliki nilai yang tinggi pula.

Berikut kami sertakan format KKM guna mempermudah untuk menentukan nilai KKM,

KKM = rata-rata kompleksitas + daya dukung pendidik + sarana pendidik + intake, lalu dibagi 4

3. Untuk menentukan KKM dalam setiap KD, caranya jumlahkan terlebih dahulu nilai dalam setiap komponen, lalu selanjutnya dibagi empat.

4. Jumlahkan  seluruh  KKM  KD,  selanjutnya  dibagi  dengan  jumlah  KD untuk menentukan KKM mata pelajaran.

5. Setiap mata pelajaran tenunya akan memiliki KKm yang berbeda, hal ini tergantung pada kompleksitas (kesukaran) dari Kompetensi Dasar, sumber daya pendukung pendidikan baik dari segi tenaga pendidik maupun sarana pendidikan, dan juga intake atau potensi dari siswa itu sendiri.

Baca juga: SK Penetapan KKM Kurikulum 2013

Jika Kriteria Ketuntasan Minimal sudah ditentukan maka akan mempermudah dalam melihat keberhasilan dalam suatu proses belajar mengajar. Peserta didik yang telah mencapai keberhasilan sesuai dengan kriteria kentuntasan minimal akan menjadi penanda bahwa peserta didik menguasai mata pelajaran yang telah disampaikan dalam proses pembelajaran.

Dalam ketuntasan peniliaian sikap biasanya dapat dituliskan dalam range atau predikat penilaian SB (sangat baik), B (baik), CB (cukup baik), K (kurang). Dapat dilihat dalam table di bawah ini:

Sedagkan dalam menentukan ketuntasan nilai kompetensi pengetahuan dan ketrampilan dapat ditulis dalam rate angka 4,00 – 1,00 yang mana rate angka tersebut mempunyai nilai yang sesuai dengan rate huruf  A sampai D. Agar lebih jelas dalam memahami dapat dilihat dalam kolom berikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *