Contoh Latar Belakang Skripsi

Posted on

Contoh Skripsi Latar Belakang – Sebagai mahasiswa, saat diberikan tugas seperti membuat makalah, membuat tugas laporan sampai pada tahap akhirnya  kita diminata untuk menyusun skripsi, kita akan dihadapkan pada persoalan untuk membuat latar belakang.



Latar belakang akan selalu ada dalam setiap kegiatan penulisan. Lalu apa itu latar belakang dan mengapa kita selalu diminta untuk membuat latar belakang dahulu sebelum menulis sebuah karya tulis?

Pengertian Latar Belakang

Dikutip dari Wikipedia, Latar belakang merupakan dasar atau titik tolak untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai apa yang ingin disampaikan. Maksudnya adalah dengan melalui latar belakang maka penulis akan menyampaikan atau menjelaskan apa yang ingin dijelaskan dalam tulisan tersebut. Oleh karena itu dalam membuat skripsi maka latar belakang skripsi akan menjelaskan kepada pembaca apa yang dibahas dalam skripsi tersebut.

Secara sederhana, latar belakang merupakan alasan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca mengenai apa yang melatar belakangi penulis memilih untuk membuat tulisan ini.

Di dalam skripsi, latar belakang memiliki arti alasan yang melatar belakangi penulis mulai memilih judul penelitian sampai membuat penelitian tersebut. Pada bagian latar belakang penulis akan menuliskan harapan, kemudian dilanjut dengan masalah, solusi sampai landasan yang melandasi seorang penulis memilih solusi tersebut.

Baca juga : Cara Membuat Latar Belakang

Langkah-Langkah Menyusun Latar Belakang

Dalam menyusun latar belakang, ada beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. Adapun langkah-langkah untuk menyusun latar belakang adalah sebagai berikut :



  1. Menemukan masalah yang ada di lingkungan sekitar (jangan langsung di buat judul). Dalam menyusun skripsi, ataupun karya ilmiah hal yang dicari pertama kali bukanlah Judul. Hal ini seringkali terjadi, ketika diberikan tugas untuk membuat skripsi kebanyakan mahasiswa langsung menentukan Judul terlebih dahulu. Dalam membuat skripsi kemudian kita membuat judul dahulu, maka yang sulit nantinya adalah menemukan masalah yang ada, membuat latar belakangnya, dan menemukan data awalnya. Akan sangat bagus sekali jika kita mau mencari data yang sesuai dengan judul kita. Maka dari itu, penting untuk mengikuti pedoman yang ada yakni dengan menemukan masalah.  Masalah merupakan kondisi yang tidak diharapkan. Sedangkan ada pendapat lain yang menjelaskan bahwa masalah dalam penelitian yaitu terjadinya ketimpangan antara harapan dan kondisi yang ada. Misalnya saja, dalam kelas diharapkan rata-rata di kelas 5 di atas KKM pada mata pelajaran matematika, namun kenyataanya nilai rata-rata siswa di kelas masih di bawah KKM. Maka dari itu hal ini bisa disebut sebagai masalah.
  2. Mencari data pendukung. Setelah anda menemukan masalah yang dicari maka langkah berikutnya adalah menemukan data-data pendukung yang dapat menunjukkan bahwa terjadinya masalah di kelas anda. Data-daya pendukung ini bisa dalam bentuk hasil nilai siswa atau hasil wawancara dan bisa juga hasil observasi pengamatan di kelas. Sebaiknya data seperti hasil nilai siswa dan juga hasil wawancara dengan wali kelas anda masukkan di sini. Hal ini bertujuan untuk dapat memperkuat argumen ada yang menujukkan bawah ada masalah yang terjadi di kelas.
  3. Mencari solusi dari masalah yang sudah di tentukan. Namanya juga penelitian, tujuannya sudah pasti untuk menemukan ilmu pengetahuan baru, menguji ilmu pengetahuan yang sudah, atau untuk mengembangkan pengetahuan yang ada. Ketika mendapati sebuah masalah maka langkah berikutnya adalah mencari solusi dari masalah tersebut.  Setelah kita sudah menemukan masalah masalah seperti pada langkah pertama dan kedua, maka kita akan dihadapkan untuk mencari sebuah solusi. Solusi yang kita berikan harus berdasarkan teori-teori yang sudah. Biasanya akan lebih kuat lagi jika didukung dengan penelitian-penelitian terdahulu. Maka dari itu, untuk mencari sebuah solusi anda bisa mencari referensi teori-teori tentang metode, model, atau media yang bisa mengatasi masalah  pembelajaran yang sebelumnya sudah di temukan.
  4. Menyimpulkan sebagai hipotesis sementara bahwa solusi yang diberikan mampu mengatasi masalah yang ada. Langkah terakhir setelah anda sudah selesai untuk menuliskan masalah, mencantumkan data-data pendukung, dan menentukan solusi yang di dukun oleh teori-teori serta penelitian terdahulu adalah dengan menuliskan kesimpulan. Kesimpulan di latar belakan yaitu kesimpulan yang melandasi mengapa anda melakukan penelitian tersebut. Contohnya adalah sebagai berikut “ Berdasarkan penjelasan tersebut maka dari itu peneliti memilih untuk meneliti pengaruh dari metose make a match pada pembelajaran matematika kelas 5 SD batur semarang.

Contoh Latar Belakang Skripsi Pendidikan

Judul :Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Prosedur Kompleks Menggunakan Model Project Based Learning Dengan Media Video Pada Siswa Kelas X-2 Sma Taruna Nusantara Magelang.

Nama : Gunawan (UNNES : 2016)

LATAR BELAKANG

Keterampilan berbahasa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia mencakup empat keterampilan, antara lain yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Salah satu diantara beberapa keterampilan berbahasa Indonesia adalah keterampilan menulis. Keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan yang tidak lagi dipahami hanya sekedar proses pengungkapan gagasan atau cara berkomunikasi dalam bentuk tulisan, keterampilan ini juga telah menjadi gaya dalam mengaktualisasikan diri, mengekspresikan diri, dan menjadi sarana untuk berkreasi. Di sekolah sendiri keterampilan menulis diajarkan dengan tujuan supaya peserta didik dapat menulis dan menghasilkan sebuah karya berupa tulisan.

Abidin (2014:185) menyebutkan bahwa, menulis adalah sebuah kegiatan yang menjalin komunikasi secara tidak langsung  dengan pembaca melalui penggunaan media tulisan yang dihasilkan. Jadi menulis bisa diartikan sebagai kegiatan penyampaian pesan (komunikasi)dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Pesan merupakan isis atau muatan yang terdapat dalam sebuah tulisan.



Tulisan adalah sebuah simbol atau lambang bahasa yang bisa dilihat dan disepakati penggunaanya. Dengan begitu, dalam komunikasi tulis paling tidak ada empat unsur yang terlibat, diantaranya : penulis sebagai penyampai pesan (penulis), pesan atau isi dari tulisan, saluran atau media yang berupa tulisan, dan pembaca sebagai penerima pesan. Selain itu, Suparno (2008:2) mengatakan bahwa menulis merupakan sebuah proses menyusun dan menyatukan pendapat dalam bentuk tertulis. Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang biasa digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung antara penulis dengan pembaca. Menulis sebagai suatu kegiatan berbahasa yang tak lepas dari kegiatan berbahasa yang lainnya. Apa yang akan didapatkan melalui menyimak, membaca dan berbicara akan memberikan masukan yang sangat berharga untuk kegiatan menulis.

Dalam kurikulum 2013, pada tingkat pendidikan SMA kelas X, ada Kompetensi Inti (KI) mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan juga ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang sudah dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan dapat menggunakan metode yang sesuai dengan kaidah keilmuan. Kompetensi Inti ini akan dijabarkan pada Kompetensi Dasar (KD) 4.2, yakni memproduksi teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks dan negoisasi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang telah dibuat, baik itu secara lisan ataupun tulisan. Kompetensi ini akan menjadi objek penelitian terutama dalam menulis teks prosedur kompleks. Berdasarkan observasi ketika praktik pengalaman lapangan (PPL), keterampilan peserta didik dalam menulis sangat terbatas, apalagi ketika menulis teks prosedur kompleks, mereka masih merasa kesulitan ketika menulis teks prosedur kompleks yang sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *