Contoh Latar Belakang Skripsi

Posted on

Teori struktur modal menjelaskan apakah terdapat pengaruh perubahan struktur modal terhadap nilai perusahaan, kalau keputusan investasi dan kebijakan dividen dipegang konstan. Seandainya perusahaan mengganti sebagian modal sendiri dengan hutang (atau sebaliknya) apakah harga saham akan berubah, apabila perusahaan tidak merubah keputusan-keputusan keuangan lainnya. Dengan kata lain, kalau perubahan struktur modal tidak merubah nilai perusahaan, berarti bahwa tidak ada struktur modal yang terbaik. Semua struktur modal adalah baik. Tetapi kalau dengan merubah struktur modal ternyata nilai perusahaan berubah, maka akan diperoleh struktur modal yang terbaik. Struktur modal yang dapat memaksimumkan nilai perusahaan atau harga saham adalah struktur modal yang terbaik (Husnan dan Pudjiastuti, 2012:263).
Tujuan dari teori struktur modal memberikan landasan berpikir untuk mengetahui struktur modal yang optimal. Suatu struktur modal dikatakan optimal apabila dengan tingkat resiko tertentu dapat memberikan nilai perusahaan yang maksimal. Tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kemakmuran pemiliki atau pemegang saham (Brigham dan Houston, 2006:19). Nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Bagi perusahaan yang menerbitkan saham di pasar modal, harga saham yang diperjualbelikan di bursa merupakan indikator nilai perusahaan (Husnan dan pudjiastuti, 2012:7).
Proporsi antara total debt (total hutang) dan total shareholder’s equity (total modal sendiri) atau Debt Equity Ratio (DER) disebut struktur modal. Total debt merupakan total liabilities (total utang jangka panjang maupun utang jangka pendek), sedangkan total shareholder’s equity merupakan total modal sendiri (total modal saham yang disetor dan laba yang ditahan) yang dimiliki perusahaan. Rasio ini menunjukkan komposisi dari total hutang terhadap total ekuitas. Semakin tinggi DER menunjukkan komposisi total hutang semakin besar dibanding dengan total modal sendiri, sehingga berdampak semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar (kreditur). (Ang,1997 dalam Werdiniarti, 2007).
Berdasarkan data laporan keuangan perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEI selama tahun 2007-2008 dengan DER lebih dari 1 dan DER kurang dari 1. Hal tersebut menggambarkan fenomena DER perusahaan yang dapat dijadikan data penelitian ini mengenai kondisi yang sebenarnya. Adapun perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEI tahun 2007-2008 dengan DER lebih dari 1 dan DER kurang dari 1 tersebut dalam tabel berikut:



Berdasarkan Tabel 1 diatas menggambarkan bahwa pada tahun 2007 terdapat 20 perusahaan real estate dan property yang tingkat DER nya lebih besardari 1 dan 16 perusahaan real estate dan property yang tingkat DER nya lebih kecil dari 1. Hal ini menunjukkan pada tahun 2007 mayoritas perusahaan mempunyai proporsi hutang lebih besar daripada modal perusahaan sendiri. Sedangkan pada tahun 2008 terdapat 15 perusahaan real estate dan property yang tingkat DER nya lebih besar dari 1 dan 22 perusahaan real estate dan property yang tingkat DER nya lebih kecil dari 1. Dengan demikian pada tahun 2008 mayoritas perusahaan mempunyai tingkat DER lebih kecil dari 1, artinya perusahaan mempunyai proporsi modal lebih besar daripada hutangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *