Metode Pembelajaran Untuk PAUD

Metode Belajar PAUD – Sekarang ini semua guru dituntut untuk menjadi guru yang profesional. Salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru sebagai guru profesional adalah kompetensi  pedagogik.

Kompetensi pedagogik berhubungan dengan keterampilan guru dalam melakukan kegiatan atau proses pembelajaran di dalam kelas. Para guru diharapkan mempunyai kompetensi pedagogik yang baik supaya mampu memberikan ruang belajar yang bisa menggali potensi dan mengembangkan kemampuan peserta didik di kelasnya.

Salah satu keterampilan guru sebagai kompetensi pedagogik yang wajib dimiliki oleh seorang guru adalah penguasaan terhadap metode pembelajaran. Seorang guru harus mampu menguasai lebih dari 1 metode pembelajaran. Apabila menguasai banyak metode maka guru akan mampu menciptakan pembelajaran yang variatif dan tidak monoton.

Baca juga : Cara Membuat Indikator Belajar

Terutama Untuk Sekolah PAUD.

Seorang guru diharuskan untuk mempunyai keterampilan penguasaan metode pembelajaran yang banyak. Apabila dilihat dari karakteristik anak PAUD, maka seorang guru PAUD dituntut untuk bisa menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, aktif, dan berorientasi pada anak. Sehingga anak bisa berkembang dengan sangat pesat dan potensi siswa berkembang secara maksimal.

Lalu, apa saja metode pembelajaran PAUD yang wajib dikuasai oleh seorang guru PAUD. Dalam pembahasan kali kami akan jelaskan 11 metode pembelajaran yang harus dikuasai oleh seorang guru PAUD.

Metode Pembelajaran Untuk Sekolah PAUD

1. Metode Bercerita

Setiap orang pasti sudah pernah bercerita. Seseorang bercerita tentu memiliki tujuan yang bermacam-macam. Ada yang memiliki tujuan hanya sekedar menyampaikan informasi saja, ada yang memiliki tujuan untuk menghibur dan ada juga yang memiliki tujuan untuk memberikan semangat. Bercerita ternyata bisa digunakan dengan tujuan untuk belajar. Sehingga metode bercerita ini menjadi sebuah metode yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran.

  • Pengertian Metode Bercerita

Metode cerita merupakan kegiatan seseorang secara lisan untuk menyampaikan suatu hal kepada orang lain. Hal ini bisa dalam bentuk informasi, atau hal yang lainnya seperti dongeng yang mempunyai tujuan untuk menghibur. Bercerita bisa kita lakukan dengan alat bantu (media) atau bahkan bisa tanpa bantuan alat apapun.

Di dalam kelas, metode bercerita bisa diartikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan yang dilakukan secara lisan baik itu dari guru ke siswa, siswa ke guru dan siswa ke siswa. Jadi bercerita di dalam kelas tidak hanya guru yang bercerita untuk dapat menciptakan kelas yang berorientasi pada siswa maka memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melakukan sendiri menjadi sebuah aspek yang sangat penting.

Metode bercerita juga harus memperhatikan keutuhan isi cerita mulai dari awal hingga akhir. Guru terlebih dahulu dahulu juga harus merencanakan isi cerita yang akan disampaikan sehingga bisa menjadi cerita yang utuh dan menarik. Metode bercerita pada dasarnya merupakan padanan dari metode ceramah tetapi terdapat modifikasi dalam bentuk penyampaian menjadi lebih menarik.

  • Tujuan Metode Bercerita

Tujuan utama dari penggunaan metode bercerita adalah supaya tercapainya tujuan pembelajaran. Tetapi lebih spesifik metode bercerita mempunyai tujuan untuk dapat melatih siswa mendengarkan cerita, memahami isi cerita, bertanya dari isi cerita, menjawab soal yang bersumber dari cerita dan yang terakhir adalah dapat menceritakan kembali apa yang ia dengarkan dengan bahasa mereka sendiri.

  • Fungsi Metode Bercerita

Metode bercerita merupakan sebuah metode yang bisa menarik minat siswa dalam mempelajari suatu hal. Apalagi jika cerita disampaikan secara “wah”. Metode cerita juga memiliki fungsi untuk dapat menambah perbendaharaan kata anak usia PAUD. Dengan mendengarkan, siswa dapat memahami kata-kata yang belum pernah mereka tahu sebelumnya. Sehingga mereka akan berpikir dan menyimpan berbagai macam perbendaharaan kata baru. Dengan bercerita kembali mereka juga bisa memperkuat ingatan terhadap perbendaharaan kata baru.

  • Manfaat Metode Bercerita

Dengan menerapkan metode bercerita ada beberapa hal yang bisa didapatkan sebagai manfaat, antara lain yaitu :

1) Melatih daya serap atau daya tangkap anak

2) Dapat mengembangkan daya fikir anak

3) Dapat meningkatkan konsentrasi anak

4) Dapat mengembangkan daya imajinasi siswa

5) Dapat menciptakan situasi yang sangat menyenangkan di dalam kelas

6) Dapat meningkatkan keakrabana antara guru dengan siswa siswinya

Kelebihan dan Kekurangan Metode Bercerita

Kelebihan metode bercerita adalah sebagai berikut :

  • Dapat menjangkau jumlah anak yang sangat banyak
  • Waktu yang disediakan bisa dimanfaatkan dengan efektif dan efisien
  • Pengaturan kelas akan menjadi sederhana
  • Guru bisa menguasai kelas dengan lebih mudah
  • Secara relatif tidak banyak membutuhkan biaya

Sedangkan kekurangannya adalah sebagai berikut :

  • Anak didik akan menjadi fasif, ini dikarenakan lebih banyak mendengarkan atau menerima penjelasan dari guru (bisa diatasi dengan membagi waktu untuk bercerita atau memberikan kesempatan yang sama untuk anak bercerita kembali)
  • Kurang merangsang perkembangan kreativitas dan kemampuan siswa untuk menyampaikan pendapatnya
  • Daya serap atau daya tangkap siswa berbeda dan masih lemah sehingga sukar memahami tujuan pokok isi cerita
  • Cepat menimbulkan rasa bosan terutama jika penyajiannya tidak menarik

Isi Cerita

Pada anak usia PAUD cerita yang digunakan adalah cerita-cerita yang mampu menimbulkan perasaan emosional, sosial, spiritual dari anak yang mendengarkannya. Isi cerita juga harus mengandung unsur-unsur pengetahuan yang sesuai dengan perencanaan pembelajaran (tujuan belajar). Cerita denga tema petualangan, juga akan sangat  menarik untuk di simak oleh anak usia PAUD.

2. Metode Bermain

Anak usia PAUD adalah anak yang sangat menyukai bermain. Tidak dapat dipungkiri bahwa mereka memandang banyak hal sebagai suatu permainan yang sangat menyenangkan. Maka dari itu, sangat penting sekali bagi seorang guru untuk dapat menerapkan metode bermain ini di dalam kelas.

Metode bermain sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia dini yang masih menyukai bermain.

  • Konsep Metode Permainan

Metode bermain akan memberikan kesempatan secara langsung bagi siswa untuk mempelajari sebuah hal dengan merasakannya. Hal ini sangat berbeda dengan perkembangan pembelajar di dalam kelas yang lebih menonjolkan kegiatan kognitif.  Meskipun demikian metode bermain ini tidak sepenuhnya meninggalkan tujuan perkembangan kognitif anak. Metode bermain hanya memandang bahwa belajar dengan memberi kesempatan secara langsung kepada anak untuk bisa merasakan dan bermain dalam perannya akan jauh lebih efektif dibandingkan cara lainnya.

  • Manfaat Metode Bermain

Penerapan metode bermain ini sangat bermanfaat sekali untuk perkembangan siswa, beberapa manfaat tersebut adalah sebagai berikut :

1) Manfaat motorik

Manfaat motorik berhubungan dengan perkembangan kemampuan fisik seseorang Dengan bermain maka kemampuan fisik anak akan menjadi meningkat.  Suatu permainan yang membutuhkan kegiatan fisik dapat mengembangkan kemampuan otot-otot pada anak, kemampuannya bergerak dalam mengerjakan suatu hal.

2) Manfaat Afeksi

Manfaat afeksi merupakan manfaat yang berkaitan dengan perkembangan psikologi anak. Perkembangan psikologi tersebut diantaranya adalah naluri, insting, sifat, karakter dan kepribadian dari si anak tersebut. Dengan bermain siswa pun dapat kebutuhan psikisnya baik emosional ataupun keinginan-keinganan yang masih belum terpenuhi dalam kehidupan sehari-hari.

3) Manfaat kognitif

Manfaat kognitif sangat berhubungan dengan kemampuan nalar, berfikir, pengetahuan siswa terhadap topik permasahanan tertentu. Dengan bermain anak bisa mengembangkan kemampuan kognitifnya. Pada anak usia dini, mereka mempunyai imajinasi yang luar biasa. Sehingga kta seringkali melihat anak berbicara sendiri dengan mainannya. Ini merupakan proses belajar anak usia dini dengan cara bermain sehingga hal ini wajar sering kita lihat.

4) Manfaat keseimbangan

Dalam bermain terkadang anak akan menemukan hal positif dan juga hal negatif. Apabila anak menemukan hal itu tentu ia akan mengetahui hal mana yang baik dan mana yang tidak baik. Hal itu juga sangat  bermafaat untuk keseimbangan anak dalam mempelajari suatu hal baik dan tidak baik.

  1. Metode Proyek Sederhana

Metode proyek artinya adalah melalukan suatu pekerjaan. Metode proyek dalam pembelajaran memiliki arti memberikan pekerjaan kepada siswa uantuk menyelesaikan suatu permasalah tertentu. Proyek ini bisa dikerjakan siwa secara kelompok atau individu.

Di sekolah PAUD proyek yang akan diberikan adalah proyek sederhana, maka dari itu metode pembelajarannya disebut dengan metode pembelajaran proyek sederhana. Hal-hal yang bisa dilakukan dalam melakukan pembelajaran dengan metode proyek adalah :

  • Melakukan sebuah pengamatan terhadap warna daun (ada yang berwarna hijau, kuning, merah, dll)
  • Melakukan kegiatan menjiplak
  • Mewarnai gambar tumbuh-tumbuhan
  • Menemukan benda yang mempunyai bentuk persegi, segitiga, dan lainnya.

Lebih spesifik, langkah-langkah pembelajaran dengan metode protek adalah sebagai berikut :

a. Penyelidikan
Pada kegiatan penyelidikan guru emberikan pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa terhafap suatu topik yang akan guru sampaikan. Misalnya : Taukah kamu bentuk segitiga segi empat, lingkaran, dll.

b. Penyajian bahan baru
Melalui metode cerita, atau ceramah juga bisa. Guru menyampaikan materi yang berkaitan dengan topik yang akan diselidiki. Misanya : Guru menyampaikan bentuk-bentuk bangun datar seperti lingkaran, segitigaas, dll.

c. Asimilasi/pengumpulan data
Kegiatan siswa untuk mencari informasi dengan cara mengamati, mencatat dan mendokumentasikan segala informasi yang dibutuhkan sebagai tugas yang diberikan oleh guru. Misal :Setelah mengetahui bentuk-bentuk bangun datar, siswa diminta untuk mengamati benda-benda disekitar mereka yang memiliki bentuk bundar, persegi atau lainnya.

d. Mengorganisasikan data
Siswa diminta guru untuk mengorganisasikan data yang telah mereka cari. Pengorganisasinan dapat berupa kegiatan seperti menggolongkan, memisahkan, menganalisis, dll. Misal: Setelah anak-anak mengamati dan mendokumentasikan benda-benda yang memiliki bentu persegi, segitiga, lingkaran, maka siswa diminta mengkelompokan data tersebut pada kolom yang tepat.

e. Menyampaikan kembali
Pada tahap ini para siswa menyampaikan kembali apa yang telah mereka ketahui dari data yang telah mereka kumpulkan.

Metode proyek ini sangat baik karena peserta didik dapat secara langsung memanfaatkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam praktik nyata.

4. Metode Kerja Kelompok Besar

Metode kerja kelompok saat ini sangat populer di sekolah-sekolah. Banyak guru sudah menyadari bahwa dengan belajar bersama dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap topik tertentu. Metode kerja kelompok merupakan metode pembelajaran beruapa penyajian materi yang disajikan dalam bentuk tugas yang diberikan kepada suatu kelompok yang terdiri dari beberapa siswa.

5. Metode Karyawisata

Metode karyawisata merupakan kegiatan pembelajaran dengan mengamati dunia secara langsung yang meliputi manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar. Metode karya wisata memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengobservasi, mengamati, menemukan secara langsung dengan melihat objek yang mereka pelajari secara langsung.Oleh sebab itu pada sekolah PAUD karya wisata dapat dilaksanakan dengan cara membawa anak-anak menuju obyek-obyek tertentu sebagai tempat untuk memberikan pengayaan pengetahuan kepada siswa.

6. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab adalah metode pembelajaran yang dilakukan guru dengan memberikan pertanyaan kepada siswa dan siswa menjawabnya. Sebaliknya juga dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan guru menjawabnya.

7. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara menunjukan. Dalam kegiatan pembelajaran di PAUD. Guru menunjukan proses melakukan sesuatu, mengerjakan sesuatu itulah yang dimaksud dengan metode demontrasi.

Contoh Kegiatan yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode demonstrasi adalah

  • Cara membuat benda-benda dengan plastisin
  • Cara menyapa orang yang lebih tua
  • Memperbaiki tulisan yang salah
  • Cara menonton TV yang baik.

8. Metode Pemberian Tugas

Metode pemberian tugas adalah pemberian tugas belajar kepada anak. Tugas yang diberikan dapat berupa soal, materi untuk dipelajari, pekerjaan rumah dll. Tugas diberikan guru kepada siswa harus mengarahkan terhadap tercapainya suatu materi yang diinginkan untuk diselesaikan.

Dalam memberikan tugas kepada siswa guru harus memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa hal dianataranya:

  • Tujuan diberikannya tugas, apakah untuk melatih ketepatan atau keterampilan anak.
  • Memeprhatikan kemampuan seluruh anak, karena di kelas terdapat anak yang dapat menyelesaikan tugas dengan cepat dan ada anak yang lambat dalam menyelesaikan tugasnya
  • Memperhatikan kondisi kelas, bagaimakanakah kndisi kelas saat itu apakah dalam kondisi yang menyenangkan atau tidak.

9. Beyond Center Circle TIme  (BCCT)

Metode pembelajaran BCCT merupakan metode pembelajaran dimana guru sebagai pendidik menghadirkan funia nyata di dalam kelas dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan, pengalaman dan penerapan dalam dunia nyata.

Metode pembelajaran BCCT memberikan kesempatan siswa untuk dapat terus aktif berfikir, anak berlatih untuk menemukan pengetahuannya sendiri sementara guru mencoba untuk menjadi fasilitaor yang memberikan fasilias untuk mendukung siswa mempelajaari banyak hal.

10. Circle The Time (Lingkari Kalender)

Metode pembelajaran Circle The Time merupakanmetode pembelajaran yang mengunakan kalender sebagai tema-tema pada materi pembalajaran. Pembelajaran dengan metode ini menghubungkan anatara hari hari besar di kelender dengan tema-tema pembelajaran,

Guru menandai hari-har besar yang ada di kalender dan selanjutnya menggunakannya sebagai tema pada pembelajaran yang ada di kelas atau luar kelas.

Sebagai contoh :

  • Hari kartini pada kalender, guru mengajak siswa untuk mengenakan kebaya
  • Hari pahlawan guru mengajak siswa untuk mengenal pahlawan
  • Hari kemerdekaan Indonesia guru mengajak siswa untuk merayakan kemerdekaan dengan festifal, dll

Baca juga : Perangkat Pembelajaran KTSP SD

11. Metode Presentasi dan Cerita

Metode ini adalah salah satu metode yang paling saya sukai, khusus di PAUD caranya dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan informasi yang mereka miliki dengan cara bercerita.

Kegiatan ini biasa dilakukan setiap pagi, dengan memilih 2 -3 anak untuk menceritakan pengetahuan mereka tentang topik tertentu. Topik tersebut selanjutnya diankat dalam materi pelajaran pada hari itu. Biasanya metode ini dilakukan 3 kali dalam satu minggu dengan siswa yang presentasi acak atau bergantian.

Metode ini dapat memberikan manfaat banyak diantaranya:

  • Siswa pandai untuk berkomunikasi
  • Siswa bertanggung jawab untuk mempelajari sesuatu hal dan bercerita kepada temannya (mereka sudah ditunuk 1 hari sebelum hari mereka bercerita)
  • Siswa aktif mencari informasi sendiri.
  • Siswa yang mendengarkan dapat menjadi pendengar yang baik, karena tidak hanya dari guru dia mendengar, dari temanpun yang berbicara mereka harus memiliki sikap mendengar yang baik pula.

Demikian nformasi tentang model pembelajaran PAUD (Pendidikan Anaka Usia DIni) Semoga dapat membantu dalam upaya memperkaya pengetahuan tentang metode pembelajaran.

Leave a Comment