Pedoman Pengembangan Muatan Lokal Di Sekolah

Posted on

(2) Pemerintah daerah daerah dalam melakukan koordinasi dan supervisi dalam pengelolaan muatan lokal pada pendidikan dasar

Baca juga: Struktur Kurikulum 2013 SMP Sesuai Permendikbud

Pengguna Pedoman Muatan Lokal

Dengan dibuatnya pedoman muatan lokal ini tentunya dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak – pihak yang bersangkutan:



  1. Satuan pendidikan yang terdiri dari (guru, kepala sekolah, dan komite sekolah/ madrasah) dalam mengembangkan materi/ substansi/ program muatan lokal yang sesuai
  2. Pemerintah provinsi memuat gubernur dan perangkat – perangkat penjabat daerah lainnya yang termasuk unsur penyelenggara pemerintahan daerah provinsi
  3. Pemerintah daerah memuat bupati atau wali kota dan perangkat – perangkat penjabat daerah lainnya yang termasuk unsur penyelenggara pemerintahan daerah kabupaten atau kota

Komponen Muatan Lokal

Komponen muatan lokal terdiri dari ruang lingkup, prinsip pengembangan, serta strategi pengembangan muatan lokal. Uraian dari komponen muatan lokal adalah sebagai berikut:

1. Ruang Lingkup

Ruang lingkup muatan lokal mencakup:

  • Lingkungn Fisik Daerah

Lingkungan fisik merupakan lingkungan yang berkaitan dengan penampakan seperti alam, geografis, yang menjadi ciri khas dari suatu daerah.

  • Kehidupan Sosial, Budaya, dan Ekonomi Daerah

Kehidupan sosial budaya,dan ekonomi daerah juga dianggap penting oleh masyarakat dan pmerintah daerah dalam mempertahankan serta menembangkan seluruhnya yang mampu dikembangkan sebagai aset baru bagi masyarakat seperti pariwisata.

  • Bahasa daerah

Bahasa daerah juga bias dikatakan sebagai identitas dari suatu daerah yang harus tetap dikembangkan dalam pendidikan. Seperti mata pelajaran Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, dan lain sebagainya.

2. Prinsip Pengembangan

Prinsip – prinsip dalam pengembangan muatan lokal terdiri dari:

  1. Utuh
  2. Kontekstual
  3. Terpadu
  4. Apresiatif
  5. Fleksibel
  6. Pendidikan Sepanjang Hayat
  7. Manfaat

Baca juga: Perhitungan Tugas Dan Beban Kerja Guru

3. Strategi Pengembangan

Ada 2 (dua) strategi yang digunakan dalam mengembangkan muatan lokal, yaitu:

  1. Dari bawah ke atas (bottom up)

Penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara bertahap, dimulai dari satuan pendidikan yang menentukan jenis muatan lokal , kemudian diikuti dengan penyusunan kurikulum, selanjutnya dianalisis untuk menentukan kajian umum/ besarannya.

  1. Dari atas ke bawah (top down)

Pada tahap ini pemerintah daerah telah mempunyai bahan kajian muatan lokal, dilanjut dengan anlisi core and content yang dilakukan oleh tim pengembang, setelah itu tim pengembang akan memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah tentang muatan lokal yang akan diselenggarakan di daerahnya.

Mekanisme Pengembangan

Dalam mengembangan muatan lokal harus melalui tahap – tahap sebagai berikut:

  1. Melakukan identifikasi serta anlisis konteks kurikulum
  2. Menentukan jenis muatan lokal yang akan dikembangkan
  3. Menentukan bahan kajian muatan lokal

Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal

  1. Mengkaji Silabus
  2. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  3. Mempersiapkan penilaian
  4. Melakukan pembelajaran
  5. Melakukan evaluasi
  6. Melakukan tindak lanjut

Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan dan Pelaksanaan

Dalam pengembangan dan pelaksanaan muatan lokal, terdapat beberapa pihak yang ikut serta di dalamnya:

  1. Satuan Pendidikan
  2. Pemerintah Provinsi
  3. Kantor Wilayah Kementrian Agama
  4. Pemerintah Kabupaten/ Kota
  5. Kantor Pemerintah Agama atau Kota

Baca juga: Jenis Kegiatan Pramuka Berbagai Tingkatan

Demikian ringkasan informasi tentang Pedoman Pengembangan Muatan Lokal Di Sekolah yang telah kami sampaikan pada artikel kali ini. Semoga sedikit informasi yang kami sampaikan bisa bermanfaat dan mempermudah teman – teman semua dalam memahaminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.