Pendidikan Sebagai Suatu Sistem


Pendidikan Sebagai Sistem – Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai sistem pendidikan. Supaya lebih jelas, kita awali dari pengertian sistem terlebih dahulu.

Sistem berasal dari bahasa Yunani “systema” yang memiliki arti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan. Bisa dibilang sistem adalah istilah yang mempunyai makna sangat luas dan bisa dipakai sebagai sebutan yang melekat pada sesuatu.

sistem pendidikan

Sebuah perkumpulan atau organisasi bisa disebut sebagai sistem. Lalu orang-orang menyebutnya sistem organisasi. Begitu juga dengan pendidikan sebagai sebuah sistem, pada akhirnya orang-orang menyebutnya sistem pendidikan.

Pengertian Sistem Menurut Para Ahli

 

Menurut Roger A Kaufman, sistem adalah jumlah keseluruhan dari bagian-bagian yang bekerja secara independen dan bekerja bersama untuk mencapai hasil yang dikehendaki berdasarkan asas kebutuhan.

Sedangkan menurut Notonagoro sistem adalah suatu rangkaian keseluruhan kebutuhan kesatuan. Dalam Webster’s third New International Dictionary disebutkan bahwa sistem merupakan suatu kesatuan kompleks yang dibentuk dari berbagai bagian yang tunduk pada rencana umum atau mengabdi suatu tujuan umum dan sekumpulan objek yang bekerjasama dan interaksi yang teratur atau interdependensi.

Baca juga: Penjelasan Soko Guru Demokrasi

Dari beberapa definisi di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah rangkaian keseluruhan kebulatan kesatuan dari komponen-komponen yang saling berinteraksuntuk mencapai tujuan.

tujuan pendidikan

Ciri-Ciri Pokok Sistem

Setelah mengetahui apa itu sistem, kita juga harus mengetahui apa saja sifat-sifat sistem. Ada beberapa ciri-ciri pokok sistem yang dapat kita ketahui, antara lain:

  1. Memiliki tujuan, dengan begitu proses kerja sistem mengarah pada tujuan.
  2. Memiliki batas, yang tujuannya untuk membedakan sistem yang satu dengan sistem lainnya.
  3. Bersifat terbuka, karena sistem bisa dihubungkan dengan sistem yang lain sehingga terbentuk sistem baru yang lebih besar.
  4. Terdiri dari beberapa bagian yang disebut dengan istilah komponen atau sub sistem.
  5. Bagian-bagian dari suatu sistem merupakan satu kebulatan dari yang utuh dan padu sehingga bersifat “wholiam” atau dalam bidang psikologi disebut “gestalt”.
  6. Saling berhubungan dan ketergantungan, baik di dalam sistem (intern system) ataupun antara sistem dengan lingkungannya.
  7. Adanya proses kegiatan transformasi yang mengubah masukan (input) menjadi hasil (output), sehingga sistem pada dasarnya merupakan transformator atau processor.
  8. Dalam setiap sistem terdapat mekanisme kontrol dengan memanfaatkan terjadinya umpan balik. Oleh karenanya sistem mempunyai kemampuan untuk mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Pendidikan Sebagai Suatu Sistem

pendidikan indonesia

Pendidikan adalah sebuah usaha untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Usaha pendidikan mencakup tiga unsur pokok, antara lain masukan, unsur proses usaha itu sendiri dan unsur hasil usaha.

Masukan Proses Usaha Keluaran atau Hasil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1979) menjelaskan pendidikan adalah suatu sistem yang memiliki unsur-unsur tujuan sasaran pendidikan, peserta didik, pengelolaan pendidikan, struktur atau jenjang, kurikulum dan fasilitas. Setiap sistem ini saling mempengaruhi satu sama lain.

Baca juga: Landasan Pendidikan Pancasila

Menurut PH Combs, ada 12 komponen pendidikan. Berikut komponen-komponen pendidikan tersebut:

  1. Tujuan dan prioritas, merupakan fungsi mengarahkan kegiatan. Hal tersebut merupakan informasi apa yang akan dicapai oleh sistem pendidikan dan urutan pelaksanaannya.
  2. Peserta didik, yang tugasnya belajar dan diharapkan mengalami proses perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan sistem pendidikan.
  3. Manajemen atau pengelolaan, berperan untuk mengkoordinasi, mengarahkan dan menilai sistem pendidikan.
  4. Struktur dan jadwal waktu, adalah komponen yang fungsinya mengatur pembagian kegiatan dan waktu.
  5. Isi dan bahan pengajaran, merupakan komponen yang menggambarkan luas dan dalamnya bahan pelajaran yang harus dikuasai peserta didik.
  6. Guru dan pelaksanaan, merupakan orang yang menyediakan bahan pelajaran serta menyelenggarakan proses belajar untuk peserta didik.
  7. Alat bantu belajar, adalah fungsi yang membuat proses pendidikan lebih bervariasi dan menarik.
  8. Fasilitas, adalah tempat terjadinya kegiatan pembelajaran.
  9. Teknologi, merupakan komponen yang memperlancar dan meningkatkan hasil guna proses pendidikan.
  10. Pengawasan mutu, merupakan komponen yang berfungsi membina peraturan dan standar pendidikan.
  11. Penelitian, adalah fungsi memperbaiki serta mengembangkan ilmu pengetahuan.
  12. Biaya, merupakan komponen yang tujuannya memperlancar proses pendidikan.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989, sistem pendidikan nasional adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui bimbingan, pengajaran, atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Sedangkan menurut Zahar Idris, pendidikan nasional sebagai suatu sistem adalah karya manusia yang terdiri dari komponen-komponen yang mempunyai hubungan fungsional dalam rangka membantu terjadinya proses transformasi atau perubahan tingkah laku seseorang.

Komponen-komponen dalam Sistem Pendidikan

sistem pendidikan indonesia

Sistem pendidikan mempunyai beberapa komponen penting. Seperti dasar pendidikan, tujuan pendidikan, isi pendidikan, hingga pendidik. Berikut adalah penjelasan singkat komponen sistem pendidikan:

Dasar Pendidikan

Dasar pendidikan bisa diartikan sebagai sesuatu yang menjadi titik tolak untuk memikirkan masalah-masalah pendidikan atau titik tolak untuk melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan. Dalam pendidikan, yang menjadi dasar pendidikan adalah dasar filosofis, dasar historis, dasar psikologis, dasar sosiologis, dan dasar yuridis.

Tujuan Pendidikan

Pendidikan merupakan usaha sadar. Sehingga bisa diketahui bahwa tujuan dari pendidikan adalah segala hal yang dicita-citakan setiap kegiatan mendidik. Menurut Langeveld dan FH. Phonnik, ada beberapa macam tujuan pendidikan, yakni tujuan umum, khusus, tidak lengkap, sementara, insidental dan intermediet.

Isi Pendidikan

Isi pendidikan merupakan bahan-bahan atau materi pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. Dengan begitu tujuan yang diharapkan bisa tercapai.

komponen pendidikan

Metode Pendidikan

Metode atau cara bagaimana dalam mendidik, supaya nantinya bisa memilih dan memakai metode yang tepat sesuai dengan tujuan dan kondisi-kondisi pendukung. Proses pendidikan memungkinkan terjadinya interaksi antara pendidik dengan peserta didik.

Dengan begitu metode pendidikan bisa didasarkan pada pola hubungan kedua belah pihak. Ada beberapa jenis metode yang disebutkan oleh Drs. Suwarno, antara lain metode dictatorial, liberal dan demokratis.

Alat Pendidikan

Alat pendidikan adalah segala kondisi dan situasi, tindakan dan perilaku, tingkah laku dan perbuatan maupun semua hal yang diadakan dengan sengaja dan terencana yang langsung dan tidak langsung. Alat pendidikan bisa dibagi menjadi dua macam, yakni:

  1. Alat pendidikan kebendaan. Fungsinya untuk mewujudkan pendidikan yang efektif.
  2. Alat pendidikan bukan kebendaan, misalnya perintah, peringkat, teguran, teladan, nasehat, hadiah, pujian dan hukuman.

Terdidik

Terdidik merupakan individu yang dijadikan sasaran kegiatan pendidikan supaya tujuan yang diharapkan bisa tercapai dengan baik.

Pendidik

Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab dalam proses pendidikan supaya mengarah pada tujuan pendidikan.

Tujuan Perencanaan Sistem Pendidikan

fungsi pendidikan

Sistem selalu berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan. Sistem pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, mempunyai pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Agar tujuan pendidikan tercapai, perlu disusun dan difungsionalkan sebuah sistem penyelenggaraan pendidikan yang baik. Berbagai komponen dalam sistem juga perlu dikenali, dipahami dan dikembangkan dengan baik sehingga dapat berfungsi dengan tepat.

Hal inilah yang membuat pendekatan sistem dalam penyelenggaraan pendidikan penting. Dengan pendekatan sistem kelemahan masing-masing komponen bisa diketahui dan diperbaiki sehingga tujuan yang diinginkan bisa tercapai lebih efektif dan efisien.

Pendekatan sistem bisa menghasilkan kebijakan berupa pembaruan sebagian atau menyeluruh, bertahap atau sekaligus. Kebijakan atau keputusan tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.

Leave a Comment