Pengembangan Profesionalisme Guru

Posted on

Pengembangan Profesi Guru – Guru mempunyai peran penting dalam menghadirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karenanya profesionalitas guru harus diawasi dan ditingkatkan supaya tetap berkompeten dalam menjawab kebutuhan masyarakat luat.



Menariknya masalah profesionalisme guru telah menjadi salah satu rekomendasi dari Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional klaster pendidikan. Disebutkan bahwa guru yang berkualitas setidaknya mempunyai empat kriteria utama, antara lain kemampuan profesional (professional capacity), upaya profesional (professional effort), waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional (time devotion), dan imbalan atas hasil kerjanya (professional rent).

Ada banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengembangkan profesionalisme guru. Seperti peningkatan kualifikasi pendidikan, pelatihan-pelatihan hingga workshop-workshop. Selain itu pemerintah juga mengadakan program sertifikasi guru dan peningkatan kesejahteraan guru.

profeisonalisme guru

Tujuan Pengembangan Profesionalisme Guru

Pengembangan profesionalisme guru ditujukan untuk memenuhi tiga kebutuhan. Pertama kebutuhan sosial untuk meningkatkan kemampuan sistem pendidikan yang efisien dan manusiawi dan melakukan adaptasi untuk menyusun kebutuhan-kebutuhan sosial.

Berikutnya adalah kebutuhan untuk menemukan cara-cara untuk membantu staf pendidikan dalam rangka mengembangkan pribadinya secara luas. Sehingga tenaga pendidik bisa mengembangkan potensi sosial dan potensi akademik generasi muda dalam interaksinya dengan alam lingkungannya.

Dan yang terakhir adalah kebutuhan untuk mengembangkan dan mendorong keinginan tenaga pendidik untuk menikmati dan mendorong keinginan pribadinya, seperti halnya dia membantu peserta didiknya.



Baca juga: Kode Etik Guru Indonesia Terbaru

Model Pengembangan Guru

pengembangan profesionalisme

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk menyesuaikan dengan perubahan. Baik secara perorangan, kelompok, maupun dalam satu sistem yang diatur oleh lembaga. Menurut Castetter, ada lima model pengembangan guru yang bisa dilakukan.

Antara lain pengembangan guru yang dipadu secara individual, observasi atau penilaian, keterlibatan dalam suatu proses pengembangan atau peningkatan, pelatihan dan pemeriksaan. Untuk lebih jelasnya Anda bisa menyimak tabel di bawah ini.

Model Pengembangan guru Keterangan
Individual Guided Staff  Development

(Pengembangan Guru yang Dipadu secara Individual)

Para guru dapat menilai kebutuhan belajar mereka dan mampu belajar aktif serta mengarahkan diri sendiri. Para guru harus dimotivasi saat menyeleksi tujuan belajar berdasar penilaian personil dari kebutuhan mereka
Observation/Assessment

(Observasi atau Penilaian)

Observasi dan penilaian dari instruksi menyediakan guru dengan data yang dapat direfleksikan dan dianalisis untuk tujuan peningkatan  belajar siswa. Refleksi oleh guru pada praktiknya dapat ditingkatkan oleh observasi lainnya.
Involvement in a development/Improvement Process



(keterlibatan dalam suatu proses Pengembangan/Peningkatan)

Pembelajaran orang dewasa lebih efektif ketika mereka perlu untuk mengetahui atau memecahkan suatu masalah. Guru perlu untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan melalui keterlibatan pada proses peningkatan sekolah atau pengembangan kurikulum.
Training (Pelatihan) Ada teknik-teknik dan perilaku-perilaku yang pantas untuk ditiru guru dalam kelas. Guru-guru dapat merubah perilaku mereka dan belajar meniru perilaku dalam kelas mereka.
Inquiry (Pemeriksaan) Pengembangan profesional adalah studi kerjasama oleh para guru sendiri untuk permasalahan dan isu yang timbul dari usaha untuk membuat praktik mereka konsisten dengan nilai-nilai bidang pendidikan.

Dari lima model pengembangan guru di atas, model pelatihan (training) menjadi yang paling banyak dilakukan oleh lembaga pendidikan swasta. Sementara pada lembaga pendidikan lebih banyak menggunakan model penataran (in service training) untuk pengembangan kemampuan profesionalisme guru. Hal tersebut bertujuan untuk penyegaran (refreshing) ataupun peningkatan kemampuan (upgrading).

Selain itu masih ada cara lain yang bisa dilakukan sendiri atau bersama-sama. Misalnya adalah on the job training, workshop, seminar, diskusi panel, rapat-rapat, simposium, konferensi, dan sebagainya.

Pengembangan profesionalisme guru dapat dilakukan selama pendidikan prajabatan ataupun setelah bertugas dalam jabatan. Berikut akan dijelaskan secara singkat kedua poin tersebut.

pelatihan guru

Pengembangan Profesional Selama Pendidikan Prajabatan

Dalam pendidikan prajabatan, calon guru akan dididik dalam berbagai pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dibutuhkan dalam pekerjaannya nanti. Karena guru menjadi panutan bagi siswa dan bahkan bagi masyarakat sekelilingnya, maka guru harus bersikap yang baik. Pembentukan sikap baik tidak bisa muncul begitu saja, melainkan harus dibina sejak calon guru memulai pendidikannya di lembaga pendidikan guru.

Pengembangan Profesional Selama dalam Jabatan

Setelah calon guru selesai mendapatkan pendidikan prajabatan, maka ada usaha yang bisa dilakukan untuk meningkatkan profesional keguruan dalam masa pengabdiannya sebagai guru. Peningkatan tersebut bisa dilakukan dengan cara formal, yakni lewat penataran, seminar, lokakarya dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *