Pengertian Aktivitas Belajar

Pengertian Aktivitas Secara Umum – Selamat datang di website kami. Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas kontent yang cukup penting yaitu pengertian aktivitas belajar.

Selain itu pembaca juga akan menemukan penjelasan mengenai jenis-jenis aktivitas belajar dan aspek yang dapat mempengaruhi belajar siswa.

Pengertian Aktivitas Belajar

Apakah yang dimaksud dengan aktivitas belajar?

Aktivitas belajar berasal dari dua kata yakni aktivitas dan belajar. Kali ini kami akan mencoba untuk menjelaskan satu per satu kata terlebih dahulu.

Menurut KBBI Kemendikbud (online), Aktivitas adalah suatu kegiatan, kegiatan atau kerja yang dilakukan dalam tiap-tiap bagan perusahaan.

Sedangkan beberapa ahli juga telah mendefinisikan aktifitas, diantaranya:

Anton M. Mulyono mengungkapkan bahwa aktivitas merupakan kegiatan atau keaktivan. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik ataupun non-fisik adalah sebuah aktivitas.

Sedangkan menurut Sriyono, aktivitas merupakan segala kegiatan yang dilakukan baik secara jasmani atau rohani.

Dari penjelasan tersebut makan bisa disimpulkan bahwa aktivitas merupakan kegiatan seseorang yang dilaksanakan baik secara jasmani ataupun rohani atau kegiatan fisik atau nonfisik.

Baca juga : Prinsip Prinsip Belajar

Apakah pengertian belajar itu?

Menurut KBBI Kemendikbud (online), Belajar merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk memperoleh kepandaian dan ilmu. Pengertian yang kedua belajar adalah berlatih dan pengertian yang ketiga menjelaskan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

Skinner dikutip dari Karyatulisku menyebutkan bahwa belajar merupakan suatu perilaku pada saat orang belajar, maka responnya akan menjadi lebih baik.

Slameto (2010) dikutip dari Karyatulisku menyebutkan bahwa belajar merupakan proses upaya yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan pengetahuan atau tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalamannya sendiri sebagai hasil interaksi dengan lingkungan sekitarnya.

Howard L. Kingkey berpendapat bahwa belajar merupakan proses dimana perilaku dapat diubah melalui proses atau latihan.

Berdasarkan pengertian-pengertian belajar diatas maka bisa disimpulkan bahwa belajar merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh individu untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman, yang berlangsung melalui interaksi atau latihan dalam lingkungan sekitarnya.

Jadi apakah pengertian aktivitas belajar?

Sebelum membaca difinisi tentang aktivitas belajar menurut beberapa ahli, kita harus mengetahui bahwa dalam kegiatan belajar mengajar yang efektif, guru harus bisa menyediakan aktivitas belajar yang bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif mencari tau pengetahuannya.

Maksudnya adalah bahwa dalam pembelajaran siswa harus mendapatkan kesempatan keaktifan belajar. Siswa tidak hanya duduk diam saja, mendengar lalu mengerjakan soal. Lebih dari itu, siswa haru memperoleh kesempatan untuk belajar secara aktif.

Seperti definisi mengenai belajar yang menyebutkan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh interaksi antar individu dengan individu lainnya. Maka interaksi tersebut merupakan aktivitas. Dalam konteks belajar maka siswa harus mendapatkan interaksi baik entah itu interaksi dengan guru ataupun interaksi sesama siswa.

Pengertian aktivitas menurut para ahli

Beberapa ahli menjelaskan pengertian aktivitas. Berikut ini adalah penjelasannya.

  1. Sadirman (2006 : 100)

Aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik ataupun mental.

  1. Hamalik (2009 : 190)

Aktivitas belajar adalah kegiatan yang dilakukan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan pembahasan mengenai definisi aktivitas sendiri, belajar sendiri dan aktivitas belajar menurut beberapa ahli maka bisa diambil kesimpulan bahwa aktivitas belajar adalah sebuah proses kegiatan individu baik fisik atau non-fisik yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan perubahan ke arah yang lebih baik (mendapat pengetahuan dan pengalaman).

Selanjutnya Rusman (2015-7) menjelaskan bahwa ciri-ciri aktivitas yang termasuk belajar adalah sebagai berikut :

Ciri-ciri aktivitas belajar

  1. Terjadi secara sadar
  2. Bersifat fungsional
  3. Positif dan aktif
  4. Tidak bersifat sementara
  5. Memiliki tujuan dan terarah
  6. Meliputi semua aspek tingkah laku.

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kemudian Rusman membedakan aktivitas belajar menjadi beberapa jenis. Rusman mengungkapkan bahwa aktivitas belajar memiliki beberapa jenis, yaitu :

Jenis-Jenis Aktivitas Belajar

  1. Belajar Arti Kata

Belajar arti kata adalah menangkap arti kata yang terdapat dalam kata-kata yang digunakan. Hal ini dikarenakan biasanya siswa mengetahui sebuah kata tetapi tidak mengetahui maknanya. Misalnya saja ada siswa yang pernah mendengar kata sapi. Kemudian suatu saat dia diatanya sapi itu seperti apa ya? Anak tersebut tidak dapat menjawab karena dia tidak mengethaui sapi itu seperti apa.

  1. Belajar Kognitif

Belajar kognitif merupakan proses bagaimana menghayati, mengorganisasi dan mengulang informasi mengenai sebuah masalah, peristiwa, objek dan usaha untuk bisa menghadirkan kembali hal tersebut melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang berupa kata-kata atau kalimat. Belajar kognitif ini sangat berkaitan erat dengan masalah mental.

Contoh pembelajaran kognitif diantaranya, Siswa diminta untuk menceritakan pengalaman berliburnya akhir pekan kemarin, siswa menceritakan bahwa liburan yang lalu dia pergi ke rumah paman di desa. Di desa dia melihat pemantang sawah yang sangat luas yang di tumbuhi oleh padi-padi yang indah dan seterusnya.

  1. Belajar Menghafal

Menghafal adalah mengingat. Belajar menghafal merupakan suatu proses untuk mengingat informasi yang sebelumnya sudah disimpan.  Maka dalam proses menghafal ini ada proses menyimpan, dan proses mengingat. Ciri dari proses menghafal adalah adanya sebuah pesan yang tersimpan di dalam otak.

  1. Belajar Teoritis

Belajar teoritis merupakan kegiatan belajar untuk menyusun kerangka fikiran yang dapat menjelaskan fenomena ataupun masalah tertentu. Belajar teoritis ini akan memungkinkan siswa untuk belajar menyusun kerangka dalam menyelesaikan suatu masalah.  Siswa akan belajar utuk merumuskan masalah, mengumpulkan data menganalisisnya dan menemukan sebuah solusi dari masalah yang sedang dihadapinya.

  1. Belajar Konsep

Belajar konsep merupakan kegiatan belajar untuk merumuskan sesuatu hal melalui proses mental mengenai benda, cambang, dan hal-hal lainnya. Merumuskan konsep sama seperti merumuskan pengertian. Maksudnya belajar konsep adalah memahami hal secara menyeluruh di dalamnya pengertian, dan termasuk ciri-ciri.

Contoh belajar memahami konsep yaitu siswa mampu menjelaskan pengertian dan ciri-ciri hewan herbovora, karnivora, dan omnivora.

  1. Belajar Kaidah

Belajar kaidah merupakan sebuah proses untuk menghubungkan antar dua konsep atau lebih sehingga akan terbentuk suatu ketentuan yang mempresentasikan sebuah keterangan.

  1. Belajar Berpikir

Belajar berpikir merupakan aktivitas kognitif yang dilakukan secara mental untuk menyelesaikan sebuah masalah melalui proses yang abstrak. Proses berfikir ini sama seperti belajar teoritis, seseorang belajar untuk menyelesaikan masalah. Perbedaanya hanyalah jika apda belajar teoritis seseorang belajar untuk menyelesaikan masalah dengan cara mengumpulkan data melalui pengamatan. Pada proses belajar berfikir seseorang akan dihadapkan pada proses berfikir untuk memecahkan masalah tanpa perlu melakukan pengamatan dan pengumpulan data.

  1. Belajar Keterampilan Motorik

Belajar keterampilan motorik merupakan kegiatan belajar untuk dapat melakukan serangkaian gerakan gerak secara terpadu. Gerak motorik merupakan sebuah gerakan yang melibatka otot, urat dan sendi. Sedangkan belajar motorik adalah proses berulang-ulang untuk mempelajari suatu gerakan untuk melakukan hal tertentu melalui kegiatan fisik.

Baca juga : Pengertian Hasil Belajar

  1. Belajar Estetis

Belajar estetis atau estetika merupakan proses belajar untuk mencipta melalui penghayatan yang berdasarkan nilai-nilai seni.

Aspek yang Menumbuhkan Aktivitas Belajar

Dalam proses pembelajaran, ada hal-hal yang dapat menimbulkan aktivitas belajar siswa. Hal tersebut selanjutnya disebut sebagai aspek yang menumbuhkan aktivitas belajar. Martisnis Yamin (2007: 84) menyebutkan terdapat 9 aspek yang dapat menumbuhkan aktivitas belajar yaitu:
    1. Memberikan motivasi pada siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran.
    2. Memberikan penjelasan pada siswa mengenai tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran.
    3. Mengingatkan kompetensi prasyarat.
    4. Memberikan topik atau permasalahan sebagai stimulus siswa untuk berpikir terkait dengan materi yang akan dipelajari.
    5. Memberikan petunjuk kepada siswa cara mempelajarinya
    6. Memunculkan aktivitas dan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
    7. Pemberikan umpan balik (feed back).
    8. Memantau pengetahuan siswa dengan memberikan tes.
    9. Menyimpulkan setiap materi yang disampaikan di akhir pelajaran.
Cara -cara tersebut merupakan cara yang dilakukan oleh guru sebagai fsilitator untuk meningkatkan aktivitas anak/siswa dalam belajar. Guru dalam hal tersebut memgang peran yang sangat penting.

Leave a Comment