Apa Itu Bisnis : Pengertian, Fungsi, Tujuan

Posted on

Seiring berjalannya waktu berbagai alat ditemukan dan mendorong terjadinya revolusi industri. Contoh penemuan besar yang bermanfaat bagi banyak orang adalah ditemukannya mesin uap yang mempengaruhi sektor pertanian.



Kemudian sapi atau kerbau pembajak sawah pada akhirnya digantikan dengan traktor atau buldozer yang lebih efektif. Selain itu juga muncul pegawai penerima upah dari sebelumnya hanya budak yang dibeli seperti barang kemudian dipekerjakan. Pegawai tersebut mempunyai keahlian pendukung berbagai jenis usaha.

Proses tersebut berlangsung hingga sekarang, dimana setiap usaha dituntut untuk efisien dalam biaya produksi sehingga harga akhir menjadi rendah. Persaingan bisnis zaman sekarang dimenangkan oleh perusahaan yang dapat melakukan efisiensi di segala bidang.

Baca juga: Pengertian Analisis Data

Pihak yang Berkepentingan dalam Bisnis (Stakeholders)

Ada beberapa pihak yang berpentingan dalam suatu bisnis. Antara lain pemilik (owner), kreditor (creditor), karyawan (employee), pemasok, (supplier) dan pelanggan (costumer). Berikut penjelasan masing-masing pihak tersebut.

  • Pemilik

Setiap bisnis diawali dari ide mengenai produk atau jasa yang diciptakan oleh satu atau beberapa usahawan. Para usahawan sangat penting bagi pengembangan bisnis baru lantaran mampu menciptakan produk baru atau memperbaiki yang sudah ada yang diinginkan oleh masyarakat. Banyak perusahaan tumbuh karena menerbitkan saham-saham baru, sehingga ada aliran dana yang masuk ke dalam perusahaan.

  • Kreditor

Kreditor merupakan pihak yang memberikan pinjaman pendanaan ke perusahan. Kreditor bisa berupa lembaga keuangan ataupun individu. Di sisi lain, lembaga keuangan akan mendapatkan pendapatan berupa pendapatan bunga.

  • Karyawan

Karyawan dalam suatu perusahaan meliputi karyawan operasional dan karyawan di posisi manajerial. Untuk mencapai tujuan perusahaan, karyawan sangat dibutuhkan dan memegang peran penting.



Maka dari itu perusahan harus memberikan imbalan jasa atas jasa mereka pada perusahaan. Bentuk imblan jasa itu bisa berupa financial seperti gaji dan bonus ataupun bentuk non financial seperti fasilitas kendaraan, rumah dan lain-lain.

  • Pemasok

Pemasok juga tak kalah penting dalam perusahaan. Bagi perusahaan manufaktur, ketersediaan bahan baku akan memperlancar proses produksi, begitu juga sebaliknya.

  • Pelanggan

Perusahaan tidak dapat bertahan hidup tanpa adanya pelanggan. Loyalitas pelanggan akan menjaga kelangsungan bisnis suatu perusahaan. Maka dari itu perusahaan harus menawarkan produk atau jasa yang berkualitas dan memiliki harga terjangkau sehingga konsumen merasa puas.

Demikian pembahasan dari kami seputar pengertian bisnis. Semoga informasi di atas bisa menambah pengetahuan Anda mengenai apa itu bisnis. Dengan begitu Anda akan tahu lebih jauh seputar bisnis. Mulai dari definisi, jenis, tujuan, manfaat dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.