Pengertian Hipotesis / Hipotesa Menurut Ahli

Posted on

hipotesis adalah

Ho: Sinetron berjudul “Anak Jalanan” memengaruhi gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor.

Atau



H1: Sinetron berjudul “Anak Jalanan” tidak memengaruhi gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor.

hipotesis

Jenis Hipotesis Berdasarkan Rumusnya

Jika dilihat dari rumusnya, hipotesis dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni hipotesis kerja atau alternatif dan hipotesis nol atau disingkat Ho. Berikut penjelasan masing-masing hipotesis ini.

  • Hipotesis Kerja atau Alternatif (Ha)

Dalam hipotesis ini dinyatakan bahwa antara variabel X dan Y saling berhubungan atau adanya perbedaan antara dua kelompok. Berikut adalah rumus hipotesis kerja:

  1. Jika…Maka…
  2. Ada perbedaan antara…dan….dalam…
  3. Ada pengaruh….terhadap….
  • Hipotesis Nol atau Null Hypotheses (Ho)

Dalam hipotesis ini dinyatakan bahwa antara variabel X dan Y tidak memiliki perbedaan atau tidak adanya pengaruh variabel X terhadap Y. selain itu bisa dikatakan selisih variabel pertama dengan variabel kedua adalah nol.

Hipotesis ini sering disebut sebagai hipotesis statistik. Sebab biasanya dipakai dalam sebuah penelitian yang bersifat statistik. Di bawah ini adalah rumus hipotesis nol:

  1. Tidak ada perbedaan antara….dengan….dalam….
  2. Tidak ada pengaruh….terhadap….

Jenis Hipotesis Berdasarkan Proses Pemerolehannya

Hipotesis berdasarkan proses pemerolehannya dapat dibagi menjadi dua macam, yakni hipotesis induktif dan deduktif.

  • Hipotesis Induktif

Hipotesis induktif adalah jenis hipotesis yang dirumuskan berdasarkan observasi untuk menghasilkan teori baru.

  • Hipotesis Deduktif

Hipotesis deduktif merupakan jenis hipotesis yang perumusannya berdasarkan teori ilmiah yang sudah ada sebelumnya.

Syarat Hipotesis

Meski masih berupa pernyataan praduga, hipotesis mempunyai kedudukan penting dalam suatu penelitian. Maka dari itu peneliti diharapkan dapat merumuskan hipotesisnya dengan jelas. Menurut Borg dan Gall, ada beberapa syarat dari hipotesis. Berikut adalah syarat-syarat tersebut.

  • Sebuah hipotesis harus dirumuskan dengan singkat, padat dan jelas
  • Sebuah hipotesis harus menunjukkan adanya hubungan antara dua atau lebih variabel
  • Sebuah hipotesis harus berdasarkan pendapat, teori-teori para ahli atau hasil penelitian yang relevan.

hipotesa

Ciri-Ciri Hipotesis yang Baik

Hipotesis bisa dibuat oleh siapa saja. Baik hipotesis dalam penelitian ataupun hipotesis untuk hal-hal yang lebih sederhana dalam berbagai gejala di kehidupan sehari-hari. Walaupun begitu bukan berarti hipotesis bisa dibuat sesuka hati. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar bisa membuat hipotesis yang baik.

Moh. Nazir mengemukakan pendapat bahwa ada setidaknya 6 ciri-ciri sebuah hipotesis dikatakan baik. Berikut adalah keenam ciri-ciri tersebut:

  1. Harus menyatakan hubungan
  2. Harus sesuai dengan fakta
  3. Harus berhubungan dengan ilmu, serta sesuai dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan
  4. Harus dapat diuji
  5. Harus sederhana
  6. Harus bisa menerangkan fakta

Dengan demikian, untuk menyusun suatu hipotesa yang baik seorang peneliti perlu mempertimbangkan fakta-fakta yang relevan, masuk akal dan tidak bertentangan dengan hukum alam. Di samping itu hipotesa juga harus dapat diuji sebagai langkah verifikasi dalam penelitian.

Baca juga: Pengertian Analisis / Analisa

Perumusan Hipotesis

Kini kita masuk dalam pembahasan perumusan hipotesis. Dalam membuat sebuah hipotesis, kita harus mengikuti langkah-langkah atau alur tertentu. Dengan cara dan langkah yang benar, maka kita bisa menghasilkan sebuah hipotesis yang baik sehingga memudahkan jalannya proses penelitian.

Awal terbentuknya hipotesis dalam sebuah penelitian biasanya diawali atas dasar terkaan atau conjecture peneliti. Walaupun hipotesis bersumber dari terkaan, sebuah hipotesis tetap harus dibuat berdasarkan pada sebuah acuan, yaitu teori dan fakta ilmiah.

  • Teori Sebagai Acuan Perumusan Hipotesis

Untuk memudahkan proses pembuatan hipotesis, seorang peneliti umumnya menurunkan sebuah teori menjadi beberapa asumsi atau prostulat. Asumsi-asumsi tersebut bisa didefinisikan sebagai anggapan atau dugaan yang mendasari hipotesis. Lain halnya dengan asumsi, hipotesis yang sudah diuji dengan memakai data lewat proses penelitian adalah dasar untuk memperoleh kesimpulan.

  • Fakta Ilmiah Sebagai Acuan Perumusan Hipotesis

Di samping memakai teori sebagai acuan,d alam merumuskan hipotesis bisa pula memakai acuan fakta. Secara umum fakta dapat diartikan sebagai kebenaran yang bisa diterima oleh nalar dan sesuai dengan kenyataan yang dapat dikenali oleh panca indera.

Fakta ilmiah sebagai acuan perumusan hipotesis bisa diperoleh dengan berbagai cara. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Diperoleh dari sumber aslinya.
  • Dengan cara menggambarkan dan mengartikan dari sumber yang asli.
  • Fakta yang didapat dari orang mengidentifikasi dengan jalan menyusunnya dalam bentuk abstract reasoning.

Di samping teori dan fakta ilmiah, hipotesis juga bisa dirumuskan berdasarkan sejumlah sumber lain, di antaranya:

  • Kebudayaan
  • Ilmu yang menghasilkan teori yang sesuai
  • Analogi
  • Reaksi orang terhadap sesuatu dan pengalaman

Demikian materi seputar pengertian hipotesis di blog gurupengajar. Berdasarkan penjelasan di atas bisa kita ketahui bahwa hipotesis adalah jawaban sementara terhadap sebuah masalah yang bersifat praduga dan harus dibuktikan terlebih dahulu kebenarannya. Selain definisi singkat ini juga ada beberapa pendapat ahli mengenai arti hipotesis. Meski berbeda-beda pada dasarnya pendapat para ahli ini mempunyai makna yang serupa.

Di samping itu juga dapat kita ketahui bahwa hipotesis beragam jenisnya. Jenis hipotesis juga bisa dibagi berdasarkan rumus dan cara mendapatkannya. Tidak hanya itu, hipotesis atau hipotesa juga perlu dibuat dengan memperhatikan beberapa faktor sehingga bisa memudahkan proses penelitian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *