×

Perkembangan Kurikulum Di Indonesia Saat Ini

Posted on

Kurikulum 2004

Kurikulum ini juga dikenal dengan nama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Dalam kurikulum ini program pendidikan memiliki tiga unsur pokok. Antara lain pemilihan kompetensi yang sesuai, spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi dan evaluasi untuk mengukur learning outcomes atau hasil belajar.

Ciri-ciri KBK antara lain:



  1. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
  2. Kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lain yang memenuhi unsur edukatif.
  3. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
  4. Struktur kompetensi dasar KBK ini dirinci dalam komponen aspek, kelas dan semester.
  5. Keterampilan dan pengetahuan dalam setiap mata pelajaran, disusun dan dibagi menurut aspek dari mata pelajaran tersebut.
  6. Pernyataan hasil belajar ditetapkan untuk setiap aspek rumpun pelajaran pada setiap level. Perumusan hasil belajar adalah untuk menjawab pertanyaan. Apa yang harus siswa ketahui dan mampu lakukan sebagai hasil belajar mereka pada level ini? Hasil belajar mencerminkan keluasan, kedalaman, dan kompleksitas kurikulum dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur dengan berbagai teknik penilaian.
  7. Setiap hasil belajar memiliki seperangkat indikator. Perumusan indikator adalah untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang disusun oleh guru.

Kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran) 2006

KTSP ini lahir pada awal 2006 saat ujicoba KBK diberhentikan. Kurikulum ini disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang kemudian ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional lewat Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 22,23, dan 24 tahun 2006.

Dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2006 pasal 1 ayat 15, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Selain itu pengembangan KTSP harus disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan, potensi, karakter daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.

Tujuan KTSP mencakup tujuan pendidikan nasional dan kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Maka dari itu kurikulum ini disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Sayangnya di tahun 2012 KTSP dinilai kurang berhasil lantaran pihak sekolah dan guru belum memahami seutuhnya seputar KTSP. Selain itu juga muncul beragam kurikulum yang sulit mencapai tujuan pendidikan nasional.

Kurikulum Periode 2013

K-2013 (Kurtilas) hadir sebagai penyempurnaan, modifikasi dan pemutakhiran konsep kurikulum tematik integratif sebelumnya. Mendikbud menilai proses evaluasi kurikulum sebelumnya kurang dilaksanakan karena tidak ada dokumen evaluasi yang dihasilkan. Maka dari itu K-2013 diberhentikan dengan tujuan untuk dievaluasi dan dikembangkan. Semestinya Kurikulum ini diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 di sekolah-sekolah tertentu.

Pada kurikulum ini terdapat empat aspek penilaian. Di antaranya aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Hanya saja berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 tahun 2014 tanggal 11 Desember 2014, pelaksanaan Kurikulum 2013 dihentikan dan sekolah-sekolah untuk sementara kembali memakai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Demikian pembahasan mengenai perkembangan kurikulum di Indonesia. Seperti yang diketahui kurikulum dalam sistem pendidikan penting. Oleh karenanya kurikulum mengalami pembaruan secara berkala sehingga sesuai dengan perkembangan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *