Peraturan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018

Posted on

Peraturan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 – Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang Peraturan Permendikbud Nomr 6 Tahun 2018 yang mengatur tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.



Dalam sebuah satuan pendidikan atau sekolah tentunya tidak mungkin berjalan tanpa adanya seorang pemimpin. Pemimpin dalam sebuah sekolah memiliki peranan penting dalam mengatur, memimpin, serta mengelola satuan pendidikan yang meliputi Taman Kanak – kanak (TK), Taman Kanak – kanak Luar Biasa (TKLB), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB).

Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).

Baca juga: Ketuntasan Belajar Menurut Permendikbud

Peraturan Permendikbud No. 6 Tahun 2018

Peraturan Permendikbud No. 6 tahun 2018, menimbang (1) guru dijadikan sebagi kepala sekolah untuk memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

(2) Peraturan Permendikbud yang sebelumnya sudah tidak sesuai dengan dinamika perkembangan pengelolaan pendidikan nasional. (3) Oleh karena itu ditetapkanlah peraturan Permendikbud No. 6 Tahun 2018.

Pengangkatan Guru Sebagai Kepala Sekolah

Guru adalah pendidik professional yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, serta menilai dan mengevaluasi peserta didik pada anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.



Sedangkan Kepala Sekolah merupakan guru yang diangkat, dipilih, atau ditugaskan untuk memimpin dan mengelola sebuah satuan pendidikan untuk memanage atau menentukan dinamika sekolah menuju gerbang kesuksesan dan kemajuan dalam segala bidang.

Kepala Sekolah dituntut untuk terus mematangkan intelektual, spiritual, emosional, serta sosialnya. Menjadi seorang pemimpin khususnya menjadi seorang kepala sekolah, kepemimpinanya tidak hanya membawa pengaruh perubahan formal structural saja, namun juga kurtural yang membekas dalam perilaku seseorang.

Baca juga: Permendikbud Tentang RPP No. 14 Dan No. 22

Persyaratan Menjadi Kepala Sekolah

  1. Kualifikasi pendidikan bagi seorang calon kepala sekolah minimal adalah sarjana (S-1) atau Diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi minimal B.
  2. Bagi guru Pegawai Negeri Sipil minimal memiliki pangkat paling rendah Penata, golongan ruang III/c.
  3. Memiliki pengalaman mengajar minimal 6 tahun menurut jenis dan jenjang masing – masing, kecuali bagi calon kepala sekolah TK/TKLB minimal memiliki pengalaman mengajar 3 tahun.
  4. Memiliki hasil penilaian prestasi kerja guru dengan minimal penilaian “Baik” selama 2 (dua) tahun terakhir.
  5. Memiliki pengalaman managerial dengan tugas yang relevan dengan fungsi sekolah minimal 2 tahun.
  6. Sehat jasmani, rohani, serta bebas dari NAPZA dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah.
  7. Tidak sedang atau pernah mengalami tindakan pidana, hukuman disiplin, hukuman berat sesuai dengan ketentuan perundang – undangan.
  8. Usia maksimal 56 tahun pada saat pengangkatan pertama sebagai Kepala Sekolah.

Khusus untuk SILN (Sekolah Indonesia di Luar Negeri) memiliki syarat sebagai berikut:

  1. Berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)
  2. Memiliki pengalaman miimal 4 (empat) tahun sebagai kepala sekolah
  3. Sedang menjabat sebagai kepala sekolah di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau masyarakat
  4. Menguasai Bahasa Inggris dan/ Bahasa dari negara tempat yang bersangkutan baik secara lisan maupun tulisan
  5. Memiliki wawasan yang luas serta mampu mempromosikan seni dan budaya Indonesia

Baca juga: Program Kerja Kepala Sekolah

Mekanisme Pengangkatan Kepala Sekolah

  1. Pengusulan bakal calon kepala sekolah

Pengusulan bakal kepala sekolah ini dilakukan oleh pemerintah daerah. Pengusulan bisa dilakukan oleh kepala sekolah dengan mengusulkan salah satu guru di satuan pendidikannya yang sudah memenuhi persyaratan menjadi kepala sekolah.

  1. Seleksi bakal calon kepala sekolah

Seleksi bakal calon kepala sekolah ini melalui 2 (dua) tahap seleksi yaitu, tahap administrasi dan tahap substansi.



Seleksi administrasi bagi bakal calon bakal kepala sekolah meliputi:

  • Foto copy ijazah kualifikasi akademik
  • Foto copy sertifikat pendidikan
  • Foto copy surat keputusan pangkat dan jabatan terakhir bagi guru yang diangkat pemerintah
  • Foto copy surat keputusan pengangkatan atau perjanjian kerja bagi guru bukan PNS pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat
  • Surat keterangan pengalaman mengajar
  • Foto copy hasil penilaian prestasi kerja pegawai dalam 2 tahun terakhir
  • Foto copy surat keputusan atau surat keterangan terkait dengan pengalaman managerial
  • Surat kesehatan jasmani, rohani, serta bebas dari NAPZA dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah
  • Surat keterangan tidak pernah melakukan hukuman disiplin sedang dan/ berat dari atasan yang berwenang
  • Surat pernyataan sedang tidak menjadi tersangka
  • Surat rekomondasi dari kepala sekolah atau pimpinan penyelenggara pendidikan pada satuan pendidikan yang bersangkutan
  1. Pendidikan dan pelatihan calon Kepala Sekolah/ Madrasah
  2. Pemberian pertimbangan, penilaian akseptabilitas, dan pengangkatan

Seleksi Subtansi dilaksanakan setelah bakal calon kepala sekolah lolos dari seleksiadministrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *