Permendikbud Tentang RPP No. 14 Dan No. 22

Posted on

Permendikbud RPP No. 14 Dan No. 22 –  Nadiem Anwar Makarim yang merupakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan belakangan ini telah mengeluarkan  suatu kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan di Indonesia. Adapun salah satu kebijakan yang sudah di tetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 mengenai Penyederhanaan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).



Permendikbud Tentang RPP

Surat Edaran Nomor 14 tahun 2019 ini dikeluarkan dengan tujuan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai pelaksanaan Kurikulum 2013. Dalam surat Edaran tersebut, mencakup beberapa hal sebagai berikut ini:

  1. Penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dilakukan dengan menerapkan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada peserta didik.
  2. Bahwa dari 13 komponen RPP yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 mengenai Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, yang termasuk komponen inti yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran atau assesment, sementara untuk komponen yang lainnya sifatnya adalah sebagai pelengkap.
  3. Sekolah, kelompok guru mata pelajaran yang sejenis dalam sekolah, Kelompok Kerja Guru atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG/MGMP), dan individu guru bisa memilih, membuat, menggunakan, serta mengembangkan format RPP secara mendiri untuk mendukung keberhasilan siswa.
  4. RPP yang sudah disusun masih bisa digunakan dan disesuaikan dengan sebagaimana yang dijelaskan pada angka 1, 2, dan 3.

Baca juga: Juknis MPLS Terbaru Untuk SD SMP SMA

Sekilas Mengenai RPP

A. Pengertian dan Fungsi RPP

RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara langsung untuk satu pertemuan atau lebih. RPP merupakan perkembangan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dengan tujuan untuk mencapai KD (Kompetensi Dasar).

RPP menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai suatu KD (Kompetensi Dasar) yang diberlakukan pada KI (Kompetensi Inti) dan dijelaskan dalam silabus. Perlu diketahui bahwa RPP sudah menjadi perangkat mengajar yang wajib dimiliki oleh setiap guru atau tenaga pendidik. RPP merupakan pedoman yang digunakan untuk guru kelas ataupun guru mata pelajaran dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran berdasarkan rambu-rambu yang sudah ditetapkan.

B. Komponen RPP Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa komponen-komponen RPP yang harus ada dalam penyusunan RPP itu memuat 13 komponen penting. Hal tersebut sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) terdiri dari 13 komponen. Adapun ketiga belas komponen tersebut adalah sebagai berikut:



  1. Identitas sekolah, yaitu nama satuan pendidikan.
  2. Identitas mata pelajaran atau tema/sub tema.
  3. Kelas dan semester.
  4. Materi esensial atau pokok.
  5. Alokasi waktu.
  6. Tujuan pembelajaran.
  7. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi.
  8. Materi pembelajaran.
  9. Metode pembelajaran.
  10. Media pembelajaran.
  11. Sumber belajar.
  12. Langkah-langkah atau skenario pembelajaran.
  13. Penilaian hasil belajar.

Komponen-Komponen RPP yang tertulis dalam peraturan diatas memang sangat banyak dan membebani tugas seorang guru, inilah yang menjadi alasan mengapa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan surat edaran dengan nomor 14 tahun 2019 terkait hal ini.

C. Prinsip Umum Pembuatan RPP

Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan saat menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yaitu sebagai berikut:

  1. Perbedaan individual peserta didik beberapa diantaranya adalah kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, latar belakang budaya, norma, nilai, dan juga lingkungan peserta didik.
  2. Berpartisipasi aktif peserta didik.
  3. Fokus pada peserta didik untuk memberikan semangat dalam belajar, motivasi, minat, kreativitas, inspirasi, inovasi, dan kemandirian.
  4. Perkembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang secara khusus untuk mengembangkan kegemaran dalam membaca, pemahaman mengenai beragam bacaan, dan memberikan ekspresi dalam berbagai macam bentuk tulisan.
  5. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut, mencakup rancangan progam dengan memberikan umpan balik yang positif, penguatan, pengayaan, serta remidi.
  6. Penekanan pada ketertaitan dan keterpaduan antara KD (Kompetensi Dasar), materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator dalam mencapai kompetensi, penilaian, dan sumber belajar.
  7. Mengakomodasi pembelajaran tematik secara terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspel belajar, serta keragaman budaya.
  8. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi secara sistematis, terintegrasi, efektif berdasarkan situasi dan kondisi.

Berikut ini adalah beberapa hal yang berhubungan dengan Penyederhanaan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) berdasarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *