Macam Macam Reaksi Kimia


Jenis Reaksi Kimia – Sebagaimana dalam proses fisika, suatu zat dapat mengalami reaksi kimia sehingga zat tersebut akan berubah. Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas secara lengkap mengenai reaksi kimia mulai dari pengertian, ciri-ciri, dan macam-macam reaksi kimia beserta contohnya.

Nah, untuk lebih jelasnya mari langsung saja simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Reaksi Kimia

Reaksi kimia adalah sebuah peristiwa perubahan kimia dari zat-zat yang bereaksi (reaktan) berubah menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Dalam reaksi kimia ini akan selalu dihasilkan zat-zat yang baru dengan sifat-sifat yang baru juga. Reaksi kimia dituliskan menggunakan lambang unsur.

Baca juga : Macam Zat Adiktif Dan Psikotropika

Ciri-Ciri Reaksi Kimia

Suatu perubahan kimia atau reaksi kimi dapat kita ketahui melalui gejala-gejala yang menyertainya. Adapun gejala-gejala atau ciri-ciri reaksi kimia adalah sebagai berikut :

  1. Terjadinya perubahan warna

Hal ini bisa anda lihat pada reaksi antara larutan amilum dan iridium. Hasil dari reaksi ini adalah berupa larutan berwarna biru.

  1. Terjadinya gas

Mungkin anda pernah berdekatan dengan suatu bengkel las karbit. Jika iya, maka bau menyengat yang anda rasakan di dekat bengkel las karbit adalah gas etuna. Gas etuna berasal dari reaksi antara karbit dan air ketika dipakai untuk mengelas.

  1. Terjadi endapan

Endapan hasil reaksi bisa anda temukan pada alat-alat yang digunakan untuk memasak. Selain itu, bisa juga anda temukan pada suatu proses penjernihan air yang menggunakan tawas.

  1. Terjadi perubahan suhu

Adanya suatu perubahan suhu ini bisa anda amati pada saat batu gamping dicampur dengan air. Disamping itu, anda juga bisa menemukan suatu perubahan suhu itu pada reaksi karbit dengan air.

Macam-macam Reaksi Kimia

Apabila kita mengetahui beberapa sifat dan jenis reaksi maka kita bisa memahami reaksi-reaksi kimia dengan mudah. Pada umumnya, reaksi-reaksi kimia digolongkan menurut jenisnya, yaitu :

  • Reaksi penggabungan
  • Reaksi penguraian
  • Reaksi pergantian (reaksi pertukaran tunggal)
  • Reaksi metatesis (reaksi pertukaran ganda)
  1. Reaksi Penggabungan

Reaksi penggabungan merupakan suatu reaksi yang dimana dua buah zat bergabung membentuk zat ketiga. Kasus yang paling sederhana adalah jika dua unsur bereaksi untuk membentuk senyawa. Misalnya saja logam natrium bereaksi dengan gas klor untuk membentuk natrium klorida. Berikut adalah persamaan reaksinya :

2Na(s) +Cl2(g) → 2NaCl(s)

Contoh yang lainya adalah reaksi fosfor putih dan gas klor. Dalam jumlah klor yang terbatas, fosfor bereaksi untuk membentuk fosfor trikolorida, PCl3, suatu cairan yang tak berwarna.

P4(s) + 6Cl2(g) → 4PCl3(l)

Apabila klor yang tersedia berlebih, maka senyawa fosfor yang akan dihasilkan adalah fosfor pentaklorida, suatu zat yang berwarna putih.

P4(s) + 10Cl2(g) → 4PCl5(s)

Reaksi penggabungan lain akan menggabungkan senyawa sebagai pereaksi. Misalnya saja fosfor triklorida bereaksi dengan gas klor untuk membentuk fosfor pentaklorida. Berikut ini adalah persamaan reaksinya :

PCl3(l) + Cl2(g) → PCl5(s)

  1. Reaksi Penguraian

Reaksi penguraian adalah suatu reaksi jika senyawa tunggal bereaksi untuk membentuk dua atau lebih zat. Umumnya reaksi ini membutuhkan kenaikan suhu supaya senyawa yang bisa terurai dengan menaikkan suhu misalnya KclO3. Senyawa tersebut jika dipanaskan dapat terurai menjadi KCL dan gas oksigen. Berikut adalah persamaan reaksinya :

KClO3(s) → 2KCl(s) + 3O2(g)

Penguraian kalium klorat sering digunakan untuk dapat membangkitkan gas oksigen secara laboratorium.

Reaksi penguraian ini seringkali diterapkan dalam pengolahan batu kapur di daerah cipapat, Jawa Barat. Batu kapur, CaCO3 hasil penggalian agar bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan harus diolah lebih lanjut dijadikan batu tohor, CaO. Pengolahan batu kapur tersebut dilakukan dengan cara pemanggangan batu kapur dalam tungku. Persamaan kimia yang terjadi adalah sebagai berikut :

CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g)

Pada reaksi penguraian ini, senyawa tunggal akan diuraikan menjadi dua zat yang berbeda.

  1. Reaksi Pertukaran

Reaksi pergantian atau yang biasa disebut dengan reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur bereaksi dengan senyawa menggantikan unsur yang ada dalam senyawa tersebut. Misalnya saja, apabila  lempeng logam tembaga dicelupkan kedalam larutan perak nitrat, kristtal logam perak dihasilkan. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut.

Cu(s) + 2AgNO3(aq) → 2Ag(s) + Cu(NO3)2(aq)

Tembaga menggantikan perak yang ada dalam perak nitrat,  akan menghasilkan larutan lembaga nitrat dan logam perak.

Apabila lempeng logam seng dicelupkan ke dalam larutan tembaga sulfat yang berwarna biru, maka pada permukaan logam seng akan menjadi terbentuk endapan lembaga yang berwarna merah, dan warna biru dari larutan secara perlahan akan menjadi pudar. Hal tersebut menunjukan bahwa seng bereaksi dengan lembaga sulfat akan menghasilkan logam tembaga dan larutan sel sulfat yang tak berwarna.

  1. Reaksi Metatesis

Reaksi metatesis atau yang biasa disebut dengan reaksi pertukaran ganda adalah suatu reaksi yang melibatkan bagian dari pereaksi. Apabila pereaksi merupakan senyawa ionik berupa larutan, bagian yang bertukaran adalah kation dan anion dari senyawa. Misalnya saja, larutan kalium iodida yang tak berwarna dicampurkan dengan larutan timbal (II) nitrat yang juga tak berwarna. Maka ion-ion yang ada di dalam larutan bereaksi untuk membentuk endapan berwarna kuning dari senyawa timbal (II) iodida. Persamaan reakasinya adalah sebagai berikut :

2KI(aq) +Pb(NO3)2(aq) → 2KNO3(aq) + PbI2(s)

Ion iodida dalam larutan kalium iodida akan bertukaran dengan ion nitrat dari larutan timbal (II) nitrat, kemudian akan menghasilkan kalium nitrat yang tak berwarna dan padatan timbal (II) iodida yang berwarna kuning, sebagai PbI2.

Reaksi asam dan basa yang dapat menghasilkan garam juga merupakan reaksi metatesis. Misalnya saja reaksi antara asam hidroklorida, HCL(aq) dan natrium hidroksida (aq). Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut :

HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)

Reaksi asam-basa juga biasa disebut dengan reaksi netralisasi, karena padareaksi tersebut terjadi penertaan muatan H+ oleh OH kemudian membentuk air (H2O)  yang netral secara listrik. Garam NaCL yang sudah terbentuk masih tetap berada dalam larutan sebagai ion-ionnya.

Baca juga : Zat Aditif Pada Makanan

Reaksi Pembakaran

Reaksi yang kita pertimbangkan sejauh ini bisa dikarakterisasi sebagai reaksi penata ulangan atom-atom. Namun, kita harus menambahkan satu jenis reaksi lain yakni reaksi pembakaran, yang dicirikan oleh fakta bahwa salah satu pereaksinya adalah oksigen. Reaksi pembakaran adalah reaksi antara sebuah zat dengan oksigen, biasanya bereaksi cepat disertai dengan pelepasan kalor untuk membentuk nyala api.

Apabila senyawa karbon dibakar dalam oksigen atau udara, maka akan terbentuk karbondioksida dan uap air jika pembakaran tersebut sempurna. Namun, jika pembakarannya tidak sempurna (kekurangan oksigen) maka akan terbentuk gas karbon monoksida, atau bisa jadi akan terbentuk karbon yang berwarna hitam (jelaga). Berikut ini adalah beberapa contoh pembakaran senyawa karbon :

CH4(g) + 2O2(g) → CO­­2(g) + 2H2O(g)

2CH3OH(l) + 3O2(g) → 2CO2(g)  + 4H2O(g)

C4H10(g) + 13O2(g) → 8CO2(g) + 10H2O(g)

Perkaratan besi, meskipun tidak biasa dianggap sebagai pembakaran, secara esensi adalah reaksi pembakaran, karena akan terjadi reaksi antara besi dan oksigen yang disertai dengan pelepasan energi. Reaksi perkaratan besi sendiri nyatanya sangat kompleks melibatkan molekul air, namun kita bisa menuliskan perkaratan dalam bentuk reaksi berikutnya, yakni sebagai berikut :

4Fe(s) + 3O2(g) + nH2O(l) → 2Fe2O3.nH2O(s)

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang macam-macam reaksi kimia. Semoga informasi yang dapat kami sampaikan ini bermanfaat untuk kita semua.

Leave a Comment