Prinsip Prinsip Belajar

Posted on

  1. Perhatian dan motivasi

Perhatian memiliki peran yang sangat penting dalam kegiatan belajar. Tanpa adanya perhatian maka tidak akan ada sebuah proses belajar. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa jika  bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannnya.

Jika bahan pelajaran tersebut dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar yang lebih lanjut atau dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, maka dapat membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. Selain perhatian, motivasi juga memiliki peranan yang penting dalam kegiatan belajar.



Motivasi merupakan tenaga yang akan mengerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang, tanpa adanya motivasi seseorang tidak bisa melakukan kegiatan dengan sebaik-baiknya. Maka dari itu, dengan perhatian dan motivasi maka siswa dapat melaksanakan proses belajar atau membiasakan diri dengan belajar dengan lebih baik, sehingga ia akan mendapatkan hasil yang ia inginkan.

  1. Keaktifan

Dalam setiap proses belajar, siswa akan selalu menampakkan keaktifan. Keaktifan tersebut sangat beraneka ragam bentuknya.

Mulai dari kegiatan fisik yang mudah untuk diamati hingga kegiatan psikis yang sulit diamati. Kegiatan fisik dapat berupa membaca, mendengar, menulis, berlatih keterampilan-keterampilan, dan sebagainya.

Contoh kegiatan psikis adalah menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, membandingkan antara satu konsep dengan yang lain, menyimpulkan hasil percobaan, dan kegiatan psikis yang lain.

  1. Keterlibatan langsung/berpengalaman

Belajar harus dilakukan sendiri oleh siswa, belajar merupakan sebuah proses mengamati, dan belajar tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain.

Menurut Edgar Dale dalam Dimyati (2009:45), “belajar yang baik adalah belajar yang dilakukan melalui pengamatan secara langsung”. Dalam belajar melalui pengamatan langsung siswa tidak hanya sekedar mengamati  secara langsung tetapi ia juga harus menghayati, terlibat langsung dalam perbuata, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya.

Meski demikian, perilaku keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar pembelajaran  diharapkan bisa mewujudkan keaktifan siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.