Prinsip Prinsip Belajar

Posted on

  1. Pengulangan

Prinsip belajar yang menekankan perlunya pengulangan yang paling tua yaitu yang dikemukakan oleh teori Psikologi Daya. Menurut teori psikologi daya ini belajar adalah kegiatan melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri dari daya mengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berpikir, dan sebagainya.

Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut dapat berkembang, dan juga apabila daya-daya tersebut dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan maka akan menjadi lebih sempurna.



Disamping itu, dengan adanya pengulangan maka dapat membentuk respons yang benar dan bisa membentuk kebiasaaan-kebiasaan. Contohnya adalah ketika belajar tidak hanya membaca saja tetapi juga mengerjakan soal-soal latihan, mengulang materi yang masih belum dipahami, dan lain-lain.

  1. Tantangan

Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar akan membuat siswa semangat untuk mengatasinya. Bahan belajar yang baru, yang mengandung banyak masalah yang harus diatasi akan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya.

Pelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk dapat menemukan konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi akan membuat siswa berusaha mencari dan menemukan konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi tersebut.

Contoh dari prinsip tantangan ini adalah melakukan eksperimen, melaksanakan tugas terbimbing ataupun mandiri, untuk mencari tahu pemecahan sebuah masalah.

  1. Balikan dan penguatan

Siswa selalu membutuhkan suatu kepastian dari kegiatan yang akan dilaksanakan, dengan begitu siswa akan mempunyai pengetahuan tentang hasil, yang sekaligus merupakan penguatan untuk dirinya sendiri.

Seorang akan siswa belajar lebih banyak jika setiap langkah segera diberikan penguatan. Hal ini muncul karena kesadaran adanya kebutuhan untuk mendapat balikan dan sekaligus penguatan bagi setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Untuk mendapat balikan penguatan bentuk-bentuk perilaku siswa yang memungkinkan diantaranya adalah dengan cara mencocokan jawaban dengan kunci jawaban, menerima kenyataan terhadap skor atau nilai yang dicapai, atau menerima teguran dari guru dan orang tua karena hasil belajar yang tidak baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.