RPP Abad 21 SD, SMP, SMA, SMK

Posted on

Pembuatan RPP tidak hanya sekedar masalah persiapan administratif seperti yang dipikirkan oleh sebagian guru, namun juga merupakan kegiatan yang melekat pada proses pembelajaran sebagai suatu proses. Pada perspesktif manajemen, kegiatan perencanaan akan selalu mendahului kegiatan untuk mencapai tujuan.



Pembuatan dan pengembangan sebuah RPP bisa dilakukan sendiri oleh guru secara mandiri atau bisa juga secara berkelompok. Acuan paling utama dari pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah silabus dan standar isi.

Namun ada satu hal yang tidak bisa ditawar, dimana RPP harus disusun oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas. Sebab, dengan adanya perencanaan maka guru berarti telah menetapkan segala macam kebutuhan dan metode yang akan digunakan saat melaksanakan proses pembelajaran termasuk bisa memanfaatkan waktu secara efisien.

Penyederhanaan RPP

penyederhanaan rpp

Penting untuk diketahui bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim telah menerapkan kebijakan baru terkait dengan penyusunan RPP. Kebijakan baru yang dimaksud disini adalah Penyederhanaan RPP, dengan mempertimbangkan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada siswa.

Efiesiensi berarti penulisan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan secara tepat dan tidak memakan banyak waktu ataupun tenaga. Efektif berarti bahwa penulisan RPP dilakukan untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Sementara berorientasi pada siswa berarti bahwa penulisan RPP harus dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan, dan juga kebutuhan pelajar siswa di dalam kelas.

Kebijakan dalam penyederhanaan RPP tersebut didukung dengan adanya Surat Edaran No 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Pertimbangan penyederhaan RPP ini adalah guru-guru seringkali diharuskan untuk menyusun RPP secara rinci sehingga akan memakan banyak waktu yang semestinya bisa lebih fokus dalam masalah persiapan.



Setidaknya ada 13 komponen RPP yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 22 tahun 2016 mengenai Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, semua komponen tersebut diharuskan ada dalam pembuatan RPP.

Melalui penyederhanaan RPP ini maka para guru dibebaskan untuk menyusun, membuat, memilih, mengembangkan dan menerapkan RPP sesuai dengan prinsip yang lebih efisien, efektif, dan berorientasi pada siswa.

Namun hanya ada 3 komponen inti yang ada dalam penyederhanaan RPP, yakni tujuan pembelajaran, langkah-langkah (kegiatan) pembelajaran, dan penilaian pembelajaran (assement). Sedangkan untuk komponen lainnya hanya bersifat sebagai pelengkap.

  1. Tujuan Pembelajaran

Penulisan tujuan pembelajaran umumnya merujuk pada Kurikulum 2013 dan kebutuhan belajar siswa. Tujuan pembelajaran menunjukkan proses dan hasil belajar yang diharapkan bisa dicapai oleh para siswa sesuai dengan KD. Pembuatan tujuan pembelajaran adalah berdasarkan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Indikator yang sudah ditentukan.

  1. Langkah-Langkah Pembelajaran

Langkah-langkah pembelajaran  umumnya ditulis secara efektif berupa kegiatan yang diharapkan bisa mencapai KD atau Kompetensi Dasar. Meski demikian, proses pembelajaran akan tetap berjalan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.