Materi SPMI SMP Tahun 2018

Posted on

Materi SPMI SMP Tahun 2018 – Pada artikel kali ini kami akan menyajikan informasi tentang Materi SPMI SMP Tahun 2018 yang akan kami ringkas dengan jelas, sehingga teman – teman bisa lebih mudah dalam memahaminya.



Dalam suatu satuan pendidikan agar standar pendidika nasional dapat tercapai secara maksimal maka harus dilakukan Sistem Penjaminan Mutu Internal dalam satuan pendidikan tersebut.

Baca juga: Cara Download Rapor Mutu PMP 2017

Baca juga: Contoh Tindak Lanjut Supervisi Guru

Pengertian SPMI

SPMI merupakan kepanjangan dari Sistem Penjaminan Mutu Internal. Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah suatu kesatuan unsur atau sistem yang terdiri atas organisasi, kebijakan, serta proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan yang memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan yang dijalankan oleh seluruh komponen pendidikan dalam satuan pendidikan.

Landasan Kebijakan SPMI

Dalam kebijakan dan penetapannya, Sistem Penjaminan Mutu Internal berlandaskan pada:

(1) Undang – undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

(2) Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013 dan diubah lagi dengan Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan



(3) Peraturan Pemerintah tentang Pendanaan Pendidikan

(4) Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

(5) PerMenDikBud No. 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah

(6) PerMenDikBud tentang Standar Nasional Pendidikan yang berlaku saat ini

Baca juga: Contoh Mou Sekolah Dengan Telkom Indihome

Baca juga: Contoh Mou Sekolah Dengan Puskesmas

Komponen SPMI Pendidikan

Sistem Penjaminan Mutu pada pendidikan memiliki 2 (dua) komponen penting yaitu, SPME atau Sistem Penjaminan Mutu Eksternal  dan SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal seperti yang sedang kita bahas sekarang ini.



  • Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)

Merupakan sistem penjaminan mutu yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, lembaga akreditasi, serta lembaga standarisasi pendidikan.

  • Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Merupakan  system penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan oleh seluruh komponen yang ada dalam satuan pendidikan.

Namun kali ini kami akan berfokus pada pembahasan system penjaminan mutu pendidikan secara internal.

Tujuan SPMI

Dalam pembuatannya tentunya Sistem Penjaminan Mutu Internal memiliki tujuan yang baik bagi dunia pendidikan.

Tujuan dari Sistem Penjaminan Mutu Internal ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh unsur yang mencakup organisasi, kebijakan, serta proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan dapat berjalan dengan baik sebagai mana mestinya.

Artinya seluruhnya berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan guna menjamin terwujudnya budaya mutu dalam satuan pendidikan berdasarkan pada 8 SNP atau Standar Satuan Pendidikan.

Baca juga: Permendikbud Tentang Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan

Siklus SPMI

Agar tercapainya standar nasional pendidikan secara maksimal maka setiap sekolah harus melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal setiap tahunnya. Dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal ini harus melalui beberapa tahap yang terus diulang – ulang.

Uraian dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah sebagai berikut:

  1. Pemetaan Standar Mutu

Pemetaan mutu ini dilakukan oleh satuan pendidikan yang berlandaskan pada Standar Nasional Pendidikan. Dalam pemetaan mutu ini dilaksanakan melalui EDS atau kegiatan Evaluasi Diri Sekolah yang didasarkan pada standar pendidikan nasional.

Adapun langkah – langkah yang dilakukan dalam melakukan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) adalah dengan melakukan penyusunan instrumen, dilanjutkan dengan pengumpulan data, lalu melakukan pengolahan dan analisis data, dan sampai akhirnya pada tahap pembuatan peta mutu.

Saat ini, pemetaan mutu dapat dilakukan dengan cara menggunakan aplikasi EDS yang akan diisi oleh seluruh warga sekolah yang mana hasilnya akan keluar setiap akhit tahun berupa Rapor Mutu atau e-EDS.

  1. Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu

Setelah melakukan pengolahan dan analisis data, akhirnya didapatkan hasil berupa rapor Mutu atau e-EDS. Dari Rapor Mutu tersebut dapat diketahui kekurangan – kekurangan serta kelebihan dalam pemenuhan 8 standar pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *