Penjelasan Teori Asam Basa Lewis

Posted on

asam basa

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh teori asam basa Lewis. Berikut adalah beberapa keunggulan tersebut:

  1. Teori asam basa Lewis bisa menjelaskan sifat asam dan basa dalam pelarut lain ataupun tidak memiliki pelarut.
  2. Teori asam dan basa Lewis bisa menjelaskan sifat asam basa molekul atau ion yang memiliki pasangan elektron bebas, atau yang dapat menerima pasangan elektron bebas. Contohnya adalah pembentukan senyawa komplek.
  3. Teori ini dapat menjelaskan sifat basa untuk zat-zat organik. Misalnya DNA dan RNA yang mengandung atom nitrogen yang mempunyai pasangan elektron bebas.
  4. Dapat menjelaskan reaksi-reaksi asam basa lain dalam fase padat, gas dan medium pelarut selain air yang tidak melibatkan transfer proton. Misalnya reaksi-reaksi antara oksida asam (misalnya CO2 dan SO2) dengan oksida basa (misalnya MgO dan CaO), reaksi-reaksi pembentukan ion kompleks seperti [Fe(CN)6]3−, [Al(H2O)6]3+, dan [Cu(NH3)4]2+, dan sebagian reaksi dalam kimia organik.

Kekurangan Teori Asam Basa Lewis

Walaupun memiliki beberapa kelebihan, teori asam basa Lewis juga mempunyai kekurangan yang perlu diketahui. Teori asam dan basa Lewis ini cukup sulit untuk menggambarkan reaksi asam-basa, seperti reaksi antara ion Fe3+ dan ion CN–. Sebab keduanya tidak melibatkan ion H+ atau ion OH-. Di samping itu teori ini juga sulit untuk menentukan kekuatan asam atau basa dari reaksi yang terjadi.



ion

Selain teori asam basa Lewis, juga ada teori asam basa Arrhenius dan teori asam basa Brønsted–Lowry. Teori asam basa Arrhenius sendiri pertama kali disampaikan pada tahun 1884 oleh Svante August Arrhenius. Menurutnya asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air melepaskan ion H+. Sedangkan basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air melepaskan ion OH-.

Di tahun 1923, Johannes N. Brønsted dan Thomas M. Lowry secara terpisah mengajukan definisi asam dan basa yang lebih luas. Konsep yang diajukan tersebut berdasarkan pada fakta bahwa reaksi asam dan basa melibatkan transfer proton (ion H+) dari suatu zat ke zat lainnya.

Proses transfer proton itu selalu melibatkan asam sebagai pemberi atau donor proton dan basa sebagai penerima proton. Sehingga asam bisa diartikan sebagai donor proton, sedangkan basa merupakan akseptor proton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *