Teori Belajar Bruner

Teori Belajar Bruner – Di dunia ini kita mengenal begitu banyak teori, termasuk teori seputar belajar. Salah satunya dikemukakan oleh Jerome Bruner. Dari hasil pemikirannya kita mengenal teori Bruner atau teori belajar Bruner. Dalam artikel ini kan kami sampaikan lebih jauh seputar teori belajar menurut Bruner, dan menyangkut teori kognitif bruner, serta teori bruner dalam pembelajaran matematika.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa Jerome (Seymour) Bruner merupakan seorang psikolog Amerika dan peneliti senior di Sekolah Hukum New York University. Ia lahir pada 1 Oktober 1915 di New York, Amerika dan meninggal pada 5 Juni 2016. Bruner banyak memberikan kontribusi di dunia psikologi kognitif manusia dan teori belajar kognitif dalam psikologi pendidikan.

Jerome Bruner menganggap bahwa belajar mencakup tiga proses kognitif. Antara lain memperoleh informasi baru, transformasi pengetahuan, serta menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan.

Pandangan terhadap belajar itu disebut sebagai konseptualisme instrumental. Pada dasarnya pandangan ini didasarkan pada dua prinsip, yakni pengetahuan orang tentang alam didasarkan pada model-model mengenai kenyataan yang dibangunnya dan model-model itu diadaptasikan pada kegunaan bagi orang tersebut.

Baca juga : Model Belajar Kooperatif

Pematangan intelektual atau pertumbuhan kognitif seseorang ditunjukkan dari bertambahnya ketidaktergantungan respons dari sifat stimulus. Pertumbuhan itu tergantung pada bagaimana seseorang menginternalisasi peristiwa-peristiwa menjadi suatu sistem simpanan yang sejalan dengan lingkungan. Pertumbuhan ini berhubungan dengan peningkatan kemampuan seseorang untuk mengemukakan pada dirinya sendiri atau pada orang lain tentang apa yang sudah atau akan dilakukannya.

Ciri Khas Teori Pembelajaran Menurut Bruner

Menurut Bruner, belajar bermakna hanya bisa terjadi lewat belajar penemuan. Pengetahuan yang didapat lewat belajar penemuan bertahan lama dan memiliki efek transfer yang lebih baik. Belajar penemuan meningkatkan kemampuan berpikir dan penalaran secara bebas. Selain itu juga melatih keterampilan-keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah.

Berikut akan kami paparkan ciri khas teori Bruner. Juga akan kami jelaskan satu per satu supaya mudah untuk dipahami.

4 Tema tentang Pendidikan

Bruner mempermasalahkan seberapa banyak informasi itu dibutuhkan supaya bisa ditransformasikan. Tidak hanya itu saja, namun juga dalam proses belajar juga ada empat tema pendidikan yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Mengemukakan pentingnya arti struktur pengetahuan. Alasannya dengan struktur pengetahuan kita membantu siswa untuk melihat bagaimana fakta-fakta yang tampaknya tidak ada hubungan, lalu dapat dihubungkan satu dengan yang lain.
  2. Tentang kesiapan untuk belajar. Bruner berpendapat kesiapan terdiri atas penguasaan keterampilan-keterampilan yang lebih sederhana yang bisa mengizinkan seseorang untuk mencapai keterampilan yang lebih tinggi lai.
  3. Menekankan nilai institusi dalam proses pendidikan. Dengan institusi, teknik-teknik intelektual untuk sampai pada formulasi-formulasi tentatif tanpa melalui langkah-langkah analitis untuk mengetahui apakah formulasi-formulasi tersebut merupakan kesimpulan yang sah (sahih) atau tidak.
  4. Tentang motivasi atau keinginan untuk belajar dan cara-cara yang tersedia pada para guru untuk merangsang motivasi tersebut.

Model dan Kategori

Ciri khas berikutnya adalah model dan kategori. Pendekatan Bruner pada belajar didasarkan pada dua asumsi. Yang pertama adalah bahwa perolehan pengetahuan adalah suatu proses interaktif. Berlawanan dengan penganut teori perilaku, Bruner yakin bahwa orang yang belajar berinteraksi dengan lingkungannya secara aktif. Perubahan tidak hanya terjadi di lingkungan namun juga di dalam diri orang itu sendiri.

Belajar Sebagai Proses Kognitif

Bruner menyampaikan pendapat bahwa belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan. Ada tiga proses kognitif yang terjadi dalam belajar, antara lain:

  1. Tahap informasi, artinya tahap awal untuk memperoleh pengetahuan ataupun pengalaman baru.
  2. Tahap transformasi, yakni tahap memahami, mencerna dan menganalisis pengetahuan baru. Lalu ditransformasikan dalam bentuk baru yang mungkin bermanfaat untuk hal-hal yang lain.
  3. Evaluasi, Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah hasil transformasi pada tahap sebelumnya benar atau tidak.

Baca juga : Teori Belajar Gestalt

Dalam tahap proses kognitif bahasa adalah pola dasar simbolik, anak memanipulasi simbol-simbol atau lambang-lambang objek tertentu. Berikut adalah penjabaran selengkapnya.

  1. Cara penyajian enaktif adalah lewat tindakan sehingga bersifat manipulatif. Dengan cara tersebut seseorang mengetahui suatu aspek dari kenyataan tanpa memakai pikiran atau kata-kata. Sehingga cara ini terdiri dari penyajian kejadian-kejadian yang lampau melalui respon-respon motorik. Dalam tahap ini penyajian yang dilakukan melalui tindakan anak secara langsung terlihat dalam memanipulasi atau mengotak-atik objek. Misalnya seorang anak yang enaktif mengetahui bagaimana cara mengendara sepeda.
  2. Cara penyajian ikonik didasarkan atas pikiran internal. Pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep, tetapi tidak mendefinisikan sepenuhnya konsep tersebut. Dlaam tahap tersebut kegiatan penyajian dilakukan berasarkan pada pikiran internal, di mana pengetahuan disajikan melalui serangkaian gambar-gambar atau grafik yang dilakukan anak, berhubungan dengan mental yang merupakan gambaran dari objek-objek yang dimanipulasinya. Contohnya sebuah segitiga menyatakan konsep ke-segitiga-an.
  3. Penyajian simbolik memakai kata-kata atau bahasa. Penyajian simbolik dibuktikan oleh kemampuan seseorang yang lebih memperhatikan pro posisi atau pernyataan daripada objek-objek. Serta memberikan struktur hirarki pada konsep-konsep dan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan alternatif dalam suatu cara kombinatorial. Dalam tahap tersebut kegiatan penyajian dilakukan berdasarkan pada pikiran internal, di mana pengetahuan disajikan lewat serangkaian gambar-gambar atau grafik yang dilakukan anak, berhubungan dengan mental yang merupakan gambaran dari objek-objek yang dimanimpulasinya.

Teori Bruner Pdf

Setelah mengetahui teori belajar Bruner, berikut kami berikan beberapa teori belajar Bruner Pdf yang bisa Anda jadikan referensi tambahan. Kami memperoleh makalah ini dari beberapa sumber.

Sekian informasi teori Bruner yang bisa kami sampaikan kepada Anda. Semoga artikel di atas bermanfaat dan membantu Anda dalam memahami teori belajar menurut Bruner.

Leave a Comment