Teori Belajar Gestalt

Posted on

Teori Belajar Gestalt – Pada pembahasan kali ini kami akan menyampaikan materi mengenai teori belajar Gestalt. Apa itu teori Gestalt? Bagaimana contoh teori gestalt dalam kehidupan sehari-hari? Dan seperti apa teori gestalt dalam desain?



Pada artikel ini kami berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan penjelasan dan juga contoh. Juga akan disertakan makalah teori gestalt pdf yang bisa dijadikan referensi dalam memahami teori belajar tersebut.

Pengertian Teori Gestalt

Teori Gestalt adalah salah satu teori yang menjelaskan bahwa proses persepsi melalui pengorganisasian suatu komponen-komponen yang mempunyai hubungan, pola dan kemiripan yang bersatu menjadi satu kesatuan. Teori Gestalt beroposisi terhadap teori strukturalisme.

Teori Gestalt lebih condong berupaya mengurangi dalam pembagian sensasi menjadi bagian-bagian terkecil. Ada tiga tokoh di balik teori Gestalt, antara lain Kurt Koffka, Max Wertheimer, dan Wolfgang Köhler. Mereka menyimpulkan bahwa seseorang cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai satu kesatuan yang utuh.

Baca juga : Model Pembelajaran Kooperatif

Faktor utama yang menentukan pengelompokan atau prinsip organisasi antara lain:

  1. kedekatan: elemen cenderung dikelompokkan bersama menurut kedekatan mereka
  2. kesamaan: item serupa dalam beberapa hal cenderung dikelompokkan bersama
  3. penutupan: item dikelompokkan bersama-sama jika mereka cenderung untuk menyelesaikan beberapa entitas
  4. kesederhanaan: butir akan diatur dalam angka sederhana berdasarkan simetri, keteraturan, dan halus.

Faktor-faktor di atas disebut dengan istilah hukum organisasi dan dijelaskan dalam konteks persepsi dan pemecahan masalah. Werthiemer (1959) menyampaikan interpretasi Gestalt memecahkan masalah dari ilmuan terkenal seprti Einstein dan Galileo, juga anak-anak yang disajikan dengan masalah matematika.



Menurut Wertheimer, inti dari perilaku pemecahan masalah adalah mampu melihat struktur keseluruhan dari masalah tersebut. Suatu hal di wilayah tersebut menjadi bidang penting, difokuskan namun hal itu tidak menjadi terisolasi.

Sebuah struktur yang lebih dalam baru melihat situasi, dari situasi berkembang, melibatkan perubahan dalam arti fungsional, pengelompokan dan lain sebagainya dari item wilayah. Dilatarbelakangi oleh apa yang diperlukan oleh suatu struktur situasi untuk krusial.

Kemudian menimbulkan prediksi yang wajar seperti bagian lain dari struktur, panggilan untuk verifikasi yang diperoleh secara langsung ataupun tidak langsung. Dua arah yang terlibat secara keseluruhan, gambar konsisten dan melihat struktur apa yang memerlukan keseluruhan untuk bagian-bagian.

Teori belajar Gestalt berlaku untuk seluruh aspek pembelajaran manusia. Walaupun berlaku paling langsung ke persepsi dan pemecahan masalah. Pekerjaan Gibson dipengaruhi oleh teori ini. Selain itu beberapa contoh dari teori gestalt bisa dilihat dari aplikasinya dalam pembelajaran.

Aplikasi Teori Gestalt

Akhmad Sudrajat menerangkan ada beberapa aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran. Berikut akan dijabarkan satu per satu.

Pengalaman Tilikan (Insight)

Tilikan memegang peranan penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, semestinya peserta didik mempunyai kemampuan tilikan, atau kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.



Pembelajaran yang Bermakna (Meaningful Learning)]

Kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Jika makna hubungan suatu unsur semakin jelas maka akan semakin efektif sesuatu yang dipelajari. Hal tersebut penting dalam kegiatan pemecahan masalah, terutama dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya mempunyai makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya.

Perilaku Bertujuan (Purposive Behaviour)

Artinya adalah perilaku yang terarah pada tujuan. Perilaku tidak hanya terjadi karena hubungan stimulus-respons, namun juga ada hubungannya dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses pembelajaran akan berlangsung efektif apabila peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Maka dari itu guru semestinya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya.

Prinsip Ruang Hidup (Life Space)

Perilaku mempunyai hubungan dengan lingkungan di mana ia berada. Maka dari itu materi yang diajarkan hendaknya mempunyai keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik.

Transfer dalam Belajar

Transfer dalam belajar adalah pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Menurut teori Gestalt, transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu dan selanjutnya menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata susunan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *