Penjelasan Teori Motivasi Kerja


Motivasi Kerja – Setiap orang membutuhkan motivasi untuk melakukan suatu hal. Dengan adanya motivasi atau dorongan dari orang lain, seseorang bisa mencapai apa yang ia inginkan dengan lebih mudah.

Motivasi bisa kita temui dalam banyak aspek, termasuk dalam dunia kerja. Setiap karyawan membutuhkan motivasi untuk menciptakan semangat, gairah dan keikhlasan kerja. Dengan ini semua pekerjaan akan dapat dilakukan dengan lebih baik, sehingga produktivitas bisa meningkat.

Begitu juga sebaliknya, seorang karyawan yang motivasi kerjanya rendah tidak akan bekerja secara maksimal dan cenderung bekerja sesuka hatinya. Karena hal yang penting tersebut, pada kesempatan kali ini kami akan membahas lebih lanjut tentang apa itu motivasi kerja. Selain itu juga akan dibahas apa saja teori motivasi kerja.

motivasi kerja

Pengertian Motivasi Kerja

Motivasi kerja dapat memberikan dampak positif pada suatu perusahaan. Sebab karyawan bisa melakukan aktivitas kerja dengan lebih baik dan produktif. Lalu apa sebenarnya definisi motivasi kerja?

Ada beberapa ahli yang mempunyai pandangan seputar pengertian motivasi kerja. Berikut adalah pendapat beberapa ahli mengenai apa itu motivasi kerja:

  • Pandji Anoraga mendefinisikan motivasi kerja sebagai kemauan kerja karyawan yang timbulnya karena adanya dorongan dari dalam pribadi karyawan yang bersangkutan sebagai hasil integrasi keseluruhan daripada kebutuhan pribadi, pengaruh lingkungan fisik dan pengaruh lingkungan sosial dimana kekuatannya tergantung daripada proses pengintegrasian tersebut.
  • Menurut Ernest J. McCormick, motivasi kerja adalah kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja
  • Berelson dan Steiner dalam Siswanto Sastrohadiwiryo menjelaskan bahwa motivasi kerja adalah Keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan atau menggerakkan dan mengarah atau menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberi kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan.

Berdasarkan pendapat di atas, bisa disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah sesuatu yang berasal dari dalam maupun luar diri seseorang sehingga ia mempunyai semangat dan keinginan yang tinggi untuk melakukan aktivitas kerja.

Baca juga: Teori Belajar Konstruktivisme

Unsur-unsur Motivasi Kerja

teori motivasi

Unsur-unsur motivasi kerja menurut Sagir bisa dibagi menjadi beberapa macam, antara lain:

  1. Kinerja
  2. Penghargaan
  3. Tantangan
  4. Tanggung jawab
  5. Pengembangan
  6. Ketertiban
  7. Kesempatan

Motivasi seorang karyawan untuk bekerja umumnya menjadi hal yang rumit. Sebab motivasi mencakup faktor-faktor individual dan faktor-faktor organisasional. Yang termasuk faktor individual dan memberi pengaruh terhadap motivasi kerja antara lain sikap, kemampuan dan tujuan.

Sementara yang termasuk faktor yang berasal dari organisasi adalah gaji, hubungan sesama pekerja dan keamanan pekerjaan. Untuk lebih jelasnya berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja:

  1. Pencapaian penyelesaian tugas yang berhasil berdasarkan pada tujuan dan sasaran
  2. Penghargaan terhadap pencapaian tugas dan sasaran yang telah ditetapkan
  3. Sifat dan ruang lingkup pekerjaan itu sendiri
  4. Adanya peningkatan
  5. Adanya tanggung jawab
  6. Adanya administrasi dan manajemen serta kebijaksanaan pemerintah
  7. Supervisi
  8. Hubungan antar perseorangan
  9. Kondisi kerja
  10. Gaji
  11. Status
  12. Keamanan kerja

Teori Motivasi Kerja

teori motivasi kerja

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak teori motivasi bermunculan. Teori-teori motivasi tersebut saling melengkapi dan memberikan dampak yang berarti mengenai apa yang dimaksud dengan motivasi kerja. Berikut akan kami jelaskan beberapa teori motivasi kerja.

Teori Hirarki Kebutuhan

 Teori kebutuhan dari motivasi berdasarkan pendapat bahwa orang melakukan usaha dalam perilaku yang memungkinkan mereka mengisi kekurangan yang ada dalam  hidupnya. Sehingga orang mengeluarkan usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Teori kebutuhan ini disampaikan oleh Maslow, seorang Psikolog Klinis.

Ia mengatakan orang mempunyai lima kebutuhan yang umum. Antara lain kebutuhan aktualisasi diri, harga diri, sosial, rasa aman dan fisiologis.

Teori ERG (Eksistensi, Relasi, Pertumbuhan)

Teori ini dikembangkan oleh Alderfer dan merupakan modifikasi dari teori hirarki kebutuhan Maslow. Menurut Alderfer, kebutuhan orang terbagi menjadi tiga macam, yakni:

  • Kebutuhan Eksistensi (Existance needs)Kebutuhan akan substansi material, keinginan untuk memperoleh makanan, air, perumahan, uang, kendaraan, dan lain-lain mencakup kebutuhan fisiologis dan kebutuhan rasa aman dari Maslow. 
  • Kebutuhan Relasi (Relatedness needs)Kebutuhan untuk membagi pikiran dan perasaan dengan orang lain, berkomunikasi secara terbuka dengan orang lain yang dianggap penting dan bermakna, mencakup kebutuhan sosial dan bagian eksternal (penghargaan) dari Maslow. 
  • Kebutuhan Pertumbuhan (Growth Needs)Kebutuhan mengembangkan kecakapan secara penuh, kebutuhan bagian intrinsik dari harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri.

Teori ini menyatakan bahwa kebutuhan eksistensi, hubungan dan pertumbuhan terletak pada satu kesinambungan kenyataan dengan kebutuhan eksistensi sebagai kebutuhan yang paling konkrit. Sementara kebutuhan pertumbuhan sebagai kebutuhan yang tidak konkrit atau abstrak.

Baca juga: Teori Belajar Menurut Bruner

Teori ERG menganggap fullfilment-progression atau maju ke pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi tingkatannya setelah kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah terpenuhi.Apabila kebutuhan tingkat yang lebih tinggi tidak bisa terpenuhi, individu akan meregresi kembali ke usaha untuk memuaskan kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah (frustation-regresion).

pengertian motivasi kerja

Teori Dua Faktor

Two Factor Theory atau teori dua faktor juga dikenal dengan teori hygiene-motivator. Dalam teori ini kondisi kerja yang memungkinkan orang memenuhi kebutuhan tingkat atas dinamakan faktor motivator. Sedangkan pemenuhan kebutuhan tingkat bawah disebut faktor hygiene.

Faktor motivator merupakan hal yang berkaitan dengan isi dari pekerjaan atau faktor intrinsik dari pekerjaan. Seperti pengakuan, pencapaian prestasi, tanggung jawab, pekerjaan yang menantang dan kesempatan maju.

Teori Pengukuhan

Teori pengukuhan atau Reinforcement Theory menggambarkan bagaimana reward atau reinforcement positif bisa mempengaruhi perilaku. Perolehan dari satu perilaku menuntut adanya satu pengukuhan sebelumnya.

Pada teori pengukuhan prinsip utamanya adalah hukum pengaruh. Pengukuhan bisa berupa hal yang positif dan juga negatif.

Pendekatan penguatan terhadap motivasi kerja yang lazim berdasarkan pada pengaruh, insentif, bonus dan promosi. Sebagian besar Psikolog I/O yakin bahwa penguatan intrinsik penting untuk motivasi kerja. Misalnya adalah perasaan bangga, rasa mencapai sesuatu dan kepuasan yang dihasilkan dari kerja yang baik.

Teori Harapan

Teori harapan atau expectancy theory menjelaskan bagaimana reward dapat mendorong perilaku menjadi fokus pada keadaan kognitif internal yang mempengaruhi motivasi. Teori penguatan menyebutkan bahwa penguatan aka mempengaruhi perilaku.

Teori harapan menjelaskan kapan dan mengapa suatu penilaian terjadi. Pemikiran dasarnya adalah bahwa orang akan dimotivasi saat mereka yakin perilaku mereka akan mendorong pada hasil yang diinginkan atau ganjaran.

Ada sejumlah versi berbeda mengenai teori harapan yang sudah diadaptasi dalam dunia I/O. Teori yang terkenal adalah teori Vroom. Teori ini menjelaskan bahwa motivasi atau daya adalah penjumlahan fungsi dari tiga tipe kognisi.

macam teori motivasi

Teori Keyakinan Diri

Self Efficacy Theory atau teori keyakinan diri menjelaskan bahwa motivasi dan kinerja ditentukan berdasarkan bagaimana orang-orang yang efektif yakin bisa melakukan suatu hal. Artinya seseorang dengan keyakinan diri tinggi meyakini bahwa mereka dapat mengerjakan tugas serta termotivasi untuk berusaha dalam sebuah kemajuan.

Teori Keadilan

Teori keadilan (equity theory) menjelaskan bahwa orang-orang termotivasi mengusahakan suatu kondisi keadilan dan kejujuran dalam hubungannya dengan orang lain maupun organisasi. Apabila terjadi persepsi mengenai ketidakadilan, menurut teori keadilan orang dapat melakukan tindakan-tindakan seperti di bawah ini:

  • Bertindak mengubah masukannya, menambah atau mengurangi uapayanya untuk bekerja. 
  • Bertindak untuk mengubah hasil keluarannya, ditingkatkan atau diturunkan. 
  • Bertindak merusak secara kognitif masukan dan hasil keluarannya sendiri, mengubah persepsinya tentang perbandingan masukan dan atau hasil keluarannya sendiri. 
  • Bertindak terhadap orang lain untuk mengubah masukan dan atau hasil keluarannya. 
  • Secara fisik meninggalkan situasi. 
  • Berhenti membandingkan masukan dan hasil keluaran dengan orang lain dan menggantikannya dengan acuan lain atau mencari orang lain untuk dibandingkan.

Teori Penetapan Tujuan

Teori penetapan tujuan atau goal setting theory adalah teori yang banyak digunakan oleh psikolog I/O. Ide dasar teori ini bersumber pada pernyataan bahwa perilaku orang-orang dimotivasi oleh tujuan dan sasaran internal. Berdasarkan teori ini sasaran adalah apa yang secara sadar diinginkan seseorang untuk dicapai.

Teori penetapan tujuan memprediksi bahwa orang-orang akan memakai upaya untuk tujuan mereka. Sementara kinerja merupakan fungsi dari penetapan tujuan tersebut. Menurut Locke dan Henne ada beberapa faktor yang dibutuhkan supaya penetapan tujuan efektif dala memperbaiki kinerja, yakni:

  • Penerimaan tujuan oleh karyawan. 
  • Umpan balik bagi kemajuan sasaran yang dituju 
  • Tujuan yang menantang dan sulit 
  • Tujuan yang khusus.

Leave a Comment