Teori Dalam Perdagangan Internasional

Posted on

Perdagangan internasional merupakan suatu bentuk perdagangan yang dilakukan oleh masyarakat-masyarakat di beberapa negara. Transaksi yang dilakukan melalui perdagangan internasional ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian suatu negara.



Disamping itu, tingkat perdagangan internasional yang dilakukan oleh individu ataupun sekelompok individu negara juga menjadi indikator perkembangan ekonomi yang bersangkutan.

Dengan terjadinya perdagangan internasional ini merupakan bentuk sifat naluriah manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Jumlah penduduk yang terus bertambah dan semakin meningkatnya persaingan telah membuat banyak orang lebih memilih cara dengan melakukan perdagangan internasioal.

Transaksi yang terjadi antar negara ini semakin berkembang dan kompleks mengikuti kemajuan zaman seperti sekarang ini. Dengan adanya perdagangan internasional ini sekaligus dapat membuka tingkat persaingan global.

Bagi mereka yang mampu bersaing di ranah internasional akan mempunyai nilai dan potensi yang cukup tinggi untuk mendapatkan keuntungan besar. Maka tak heran jika kondisi seperti ini akan memunculkan teori-teori penyebab terjadinya perdagangan internasional.

teori perdagangan internasional

Baca juga: Pengertian Perdagangan Internasional

Beberapa ahli juga telah mengemukakan pendapatnya mengenai teori perdagangan internasional. Untuk selengkapnya, mari simak ulasan berikut ini :



  1. Teori Keunggulan Mutlak / Absolut Advantage (Adam Smith)

Teori keunggulan mutlak atau absolut advantage merupakan salah satu teori perdagangan internasional yang paling dikenal. Teori yang dikemukakan oleh Adam Smith ini menjelaskan bahwa keuntungan mutlak adalah keuntungan yang didapatkan oleh suatu negara karena telah berhasil membuat biaya produksi barang dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan negara lain. Dalam teori ini, apabila biaya produksi antar negara sama, maka perdagangan internasional tidak memiliki alasan untuk melangsungkan perdagangan ini.

Sebagai contoh, Indonesia mempunyai keunggulan dalam memproduksi kain yang jauh lebih murah daripada Belanda. Sedangkan Belanda mempunyai keunggulan dalam memproduksi Televisi dengan harga yang lebih murah dibandingkan Indonesia.

teori teori perdagangan internasional

Kedua negara ini mempunyai keunggulan mutlak terhadap dua komoditas yang berbeda. Maksudnya adalah, bahwa antara negara Indonesia dan Belanda dapat melakukan perdagangan internasional melalui dua komoditas tersebut. Belanda dapat menjual TV kepada kita, begitu sebaliknya kita dapat menjual kain kepada Belanda.

Namun yang menjadi persoalan adalah bagaimana dengan negara yang tidak mempunyai keunggulan mutlak sama sekali. Apakah hal ini akan membuat negara tersebut tidak akan melakukan perdagangan internasionalnya. Lalu, bagaimana dengan Indonesia yang tidak mempunyai keunggulan mutlak dalam memproduksi TV.

Apakah dengan demikian maka tidak akan ada kesempatan untuk dapat memproduksinya. Dan bagaimana jika Indonesia masih tetap memproduksi TV, apakah akan mengalami kerugian?



  1. Teori Keungulan Komparatif / Comparative Advantage (David Ricardo)

Teori keunggulan komparatif atau Comparative Advantage ini dikemukakan oleh David Ricardo pada tahun 1817. Teori yang satu ini lebih melihat kepada keuntungan dan kerugian perdagangan internasional dengan perbandingan yang relatif.

Sampai sekarang ini keunggulan komparatif menjadi dasar dalam melakukan perdagangan internasioanal. Teori yang dikemukakan oleh David Ricardo ini juga biasa disebut dengan teori modern perdagangan internasional.

contoh perdagangan internasional

Dalam teorinya David Ricardo menyebutkan bahwa meskipun negara tidak mempunyai keunggulan mutlak dari negara lain dalam memproduksi barang tertentu, perdagangan internasional antar negara yang saling menguntungkan masih bisa terjadi. Akan tetapi, negara tersebut harus melakukan spesialisasi produksi terhadap barang yang mempunyai biaya lebih kecil daripada negara lainnya.

Dasar pemikiran terori Ricardo ini pada intinya hampir sama dengan teori absolut yang disampaikan oleh Smith. Perbedaanya hanyalah pada cara pengukuran terhadap keunggulan sebuah negara, yaitu ketika dilihat dari sisi komparatif biayanya dan bukan pada abosolutnya. Perbedaan yang paling menonjol dari kedua teori diatas adalah pada biaya mutlak dan rekatif dalam memproduksi suatu produk.

  1. Teori Dari Pandangan Kaum Merkantilisme

Merkantilisme adalah suatu kelompok masyarakat yang mempunyai ideologi kapitalisme komersial yang merupakan ciri-ciri ekonomi pasar. Dimana adanya politik pandangan terhadap kemakmuran suatu negara yaitu jauh lebih tinggi daripada kemakmuran perseorangan.

Teori dari kaum merkantilisme semakin mengalami perkembangan pada abad ke-16 , dimana teori yang satu ini mengembangkan pada ekonomi dan pembangunan ekonomi yang megupayakan jumlah ekspor harus lebih besar dibandinkan pada impor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *