Contoh Tindak Lanjut Supervisi Guru

Posted on

Contoh Supervisi Guru – Pada artikel kali ini kami akan memberikan ringkasan informasi yang membahas tentang Contoh Tindah Lanjut Supervisi Guru, mulai dari penjelasan dan disertai dengan contohnya.



Dalam pengembangan serta perbaikan mutu pembelajaran pada satuan pendidikan, Rencana Tindak Lanjut Supervisi Akademik merupakan salah satu bentuk program sekolah yang berupaya ikut andil di dalamnya.

Sebelum masuk lebih dalam, ada baiknya kita mengetahui pengertian dari Rencana Tindak Lanjut Supervisi Akademik terlebih dahulu.

Baca juga: Permendikbud Tentang Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan

Baca juga: Materi SPMI SMP Tahun 2018

Pengertian RTL (Rencana Tindak Lanjut) Supervisi Akademik

RTL atau Rencana Tindak Lanjut Supervisi Akademik merupakan kegiatan lanjutan yang bertujuan sebagai program tindak lanjut dari hasil supervisi akademik yang dilakukan pada guru sebagai bentuk salah satu upaya dalam pengembangan pembelajaran dalam suatu satuan pendidikan.

Rencana Tindak Lanjut ini disusun oleh Kepala Sekolah dari masing – masing satuan pendidikan, dengan tujuan untuk meninjdaklanjuti hasil dari supervisi akademik guru.

Dari hasil supervisi akademik pada guru, kepala sekolah dapat mengetahui gambaran tentang profil akademik setiap guru.



Gambaran profil akademik ini diperoleh dengan cara melakukan analisa terhadap instrument yang digunakan pada saat guru melakukan supervisi akademik.

Melalui hasil analisa serta catatan yang diberikan oleh kepala sekolah, dapat menjadi acuan untuk mengetahui kelemahan serta kekuatan guru.

Berdasarkan dari kondisi tersebut, kepala sekolah dapat melakukan tindak lanjut dengan program pembinaan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme seorang guru.

Baca juga: Pedoman Pengembangan Muatan Lokal Di Sekolah

Bentuk Tindak Lanjut Supervisi Akademik

Adapun kegiatan yang dapat dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari supervisi akademik adalah dengan melakukan Pembinaan.

Kegiatan pembinaan ini dapat dibagi menjadi 2, yaitu pembinaan langsung dan pembinaan tidak langsung.



  1. Pembinaan Langsung

Pembinaan langsung ini dilakukan pada hal – hal yang bersifat khusus, yang dirasa perlu dilakukan perbaikan dengan segera dari hasil analisis supervisi. Kegiatan pembinaan langsung yang dilakukan setelah kepala sekolah melakukan observasi pembelajaran adalah dikenal dengan istilah pertemuan pasca observasi.

Pada pertemuan pasca observasi ini, kepala sekolah akan memberikan feedback dengan tujuan untuk membantu mengembangkan perilaku guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Dengan feedback yang diberikan oleh kepala sekolah ini akan menciptakan suasana yang tidak tegang, tidak menonjolkan otoritas, serta dapat memberi kesempatan guru dalam memperbaiki performa dan kierjanya.

Pada pembinaan langsung ini, kepala sekolah dapat melakukan 5 (lima) langkah pembinaan kemampuan guru yaitu, menciptakan hubungan harmonis, melakukan analisis bantuan, mengembangkan strategi media, menilai, serta melakukan revisi.

  1. Pembinaan Tidak Langsung

Pembinaan tidak langsung ini dilakukan pada hal – hal yang bersifat umum yang mana masih diperlukan perbaikan dan perhatian setelah memperoleh hasil analisis supervisi.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41 tahun 2007 yang mengatur tentang pengawasan proses pembelajaran yang meliputi pemantauan dan supervisi.

Dalam peraturan tersebut kegiatan tindak lanjut supervisi akademik dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.

Kepala sekolah dapat memilih alternatif kegiatan tindak lanjut tersebut yang mana disesuaikan dengan analisis hasil supervisi akademik.

Agar dalam pelaksanaan tindak lanjut supervisi akademik dapat berlangsung secara efektif maka perlu membuat program rencana tindak lanjut.

Baca juga: Pengembangan Profesionalisme Guru

Penyusunan Program Rencana Tindak lanjut

Dalam penyusunan program tindak lanjut diawali dengan melakukan analisis kebutuhan peserta yang didasarkan pada analisis hasil supervisi akademik. Adapun langkah – langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan identifikasi dari kebutuhan – kebutuhan yang berkaitan dengan masalah-masalah pembelajaran serta perbedaan atatu GAP yang ada antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang nyata dari seorang guru dan yang seharusnya dimiliki oleh guru. Perbedaan tersebut kemudian dikelompokkan, disintesiskan dan diklasifikasikan untuk menentukan jenis kegiatan tindak lanjut.
  1. Mencatat prosedur-prosedur untuk mengumpulkan informasi tambahan tentang pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dimiliki guru.
  2. Mengidentifikasi dan mencatat kebutuhan-kebutuhan khusus pembinaan ketrampilan pembelajaran guru.
  3. Menetapkan jenis pembinaan ketrampilan pembelajaran guru.
  4. Menetapkan tujuan pemilihan jenis pembinaan.
  5. Mengidentifikasi dukungan lingkungan dan hambatan-hambatannya.
  6. Mengidentifikasi tugas-tugas manajemen yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tindak lanjutseperti keuangan,sumber-sumber belajar, sarana prasarana.

Rencana Tindak Lanjut atau RTL ini dirancang dalam sebuah format yang telah disusun oleh kepala sekolah.

Baca juga: Download Aplikasi PKG Guru

Format RTL (Rencana Tindak Lanjut) Supervisi Akademik

Dalam pembuatannya Rencana Tindak Lanjut pasti memiliki format tertentu, artinya tidak asal – asalan. Fungsi dari format tersebut adalah untuk dijadikan sebagai dokumentasi tertulis yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan sehingga kegiatan – kegiatan dapat diketahui dan dipetakan berdasarkan pada hasil yang diperoleh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *